JADI YANG TERDEPAN MENGETAHUI UPDATE ILMU DAN KIAT KEPERAWATAN TERKINI!
Insight premium, eksklusif, dan mendalam seputar ilmu dan kiat keperawatan profesional dari Nerslicious Academy.
Subscribe!

Actually we will not spam you and keep your personal data secure

SOP Memasang Sarung Tangan Steril
SOP Keperawatan

SOP Memasang Sarung Tangan Steril

Definisi

Suatu usaha untuk memberikan perlindungan antara tangan perawat dan obyek yang disentuhnya dan perawat dapat dengan bebas menyentuh objek dalam area steril tanpa memikirkan kontaminasi. Sarung tangan merupakan salah satu bentuk APD (Alat pelindung diri) saat akan melakukan tindakan keperawatan.

Tujuan

  1. Memberikan perlindungan tambahan terhadap adanya kemungkinan perpindahan kotoran dan organisme yang menempel dari tangan, dan
  2. Sebagai pencegahan dan pengontrolan penularan infeksi nosokomial.

Persiapan Alat

Trolley yang berisi:

  1. Sarung tangan steril sesuai ukuran (yang masih terbungkus atau re-use yang sudah disterilkan),
  2. Tromol kecil atau baki instrumen steril,
  3. Korentang.

Prosedur

  1. Siapkan peralatan. Lakkan set sarung tangan steril pada trolley yang bersih dan kering setinggi atau diatas pinggang.
  2. Cuci tangan sesuai dengan SOP dan keringkan.
  3. Untuk sarung tangan steril yang masih terbungkus: Buka pembungkus sebelah luar dengan hati-hati dengan hanya menyentuh bagian luarnya saja.
  4. Untuk sarung tangan steril re-use yang sudah disterilkan: Buka tutup tromol atau baki instrumen, kemudian ambil sarung tangan steril dengan menggunakan korentang.
  5. Dengan menggunakan tangan yang tidak dominan, ambil ujung sarung tangan steril yang terlipat (untuk sarung tangan re-use steril pegang bagian dalam dari sarung tangan) dan angkat dengan hati-hati dengan ujung jari sarung tangan mengarah ke bawah. Jaga kesterilan dengan menghindarkan sarung tangan bersentuhan dengan benda yang tidak steril.
  6. Masukkan jari-jari tangan ke dalam sarung tangan sesuai tempatnya. Mengatur dan merapikan sarung tangan yang terpasang dengan hanya menyentuh daerah yang steril saja.
  7. Dengan tangan dominan yang sudah bersarung tangan masukkan jari-jari tangan (kecuali ibu jari) ke dalam lipatan sarung tangan yang belum terpasang secara hati-hati dan ambil sarung tangan tersebut dengan mengangkat ke atas. Lakukan prosedur pemasangan sama dengan prosedur no 5.

Referensi

  • Alman. 2000. Fundamental & Advanced Nursing Skill. Canada: Delmar Thompson, Learning Publisher.
  • Asmadi. 2008. Teknik prosedural keperawatan, konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien. Jakarta: Salemba Medika.
  • Azis Alimun. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia I. Jakarta: Salemba Medika.
  • Elkin, et al. 2000. Nursing Intervention and Clinical Skills. Second Edition.
  • Kozier, B. 1995. Fundamental of Nursing: Concept Process and Practice, Ethics and Values. California: Addison Wesley.
  • Perry,at al. 2005. Ketrampilan dan Prosedur Dasar. Jakarta: Kedokteran, EGC.
  • Potter, P. 1998. Fundamental of Nursing. Philadelphia: Lippincott.
  • Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses dan Praktik. EGC, Kedokteran.
  • Tarwoto Wartonah. 2006. Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan Edisi 3. Jakarta: Salemba Medika.
  • Tim Poltekkes Depkes Jakarta III. 2009. Panduan Praktek KDM. Jakarta: Salemba Medika.
  • Tim Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang. 2012. Modul Pembelajaran KDM. Malang.
  • Wahid, IM dan Nuruk, C. 2008. Kebutuhan Dasar Manusia, Teori dan Aplikasi dalam Praktek. Jakarta: Salemba Medika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *