Pengaturan Posisi Pasien : Panduan Lengkap untuk Perawat

Dalam panduan pengaturan posisi pasien ini, pelajari posisi tempat tidur yang umum seperti Fowler, dorsal recumbent (punggung telentang), supine (telentang), Prone, lateral, litotomi, Sims, Trendelenburg, dan posisi bedah lainnya yang biasa digunakan. Pelajari tentang berbagai panduan penentuan posisi pasien, cara memposisikan pasien dengan benar, dan pertimbangan serta intervensi keperawatan yang perlu Anda ketahui.

Apa itu Pengaturan Posisi Pasien?

Pengaturan posisi pasien melibatkan pemeliharaan dengan benar keselarasan tubuh netral pasien dengan mencegah hiperekstensi dan rotasi lateral yang ekstrim untuk mencegah komplikasi imobilitas dan cedera. Memposisikan pasien adalah aspek penting dari praktik dan tanggung jawab seorang perawat.

Dalam pembedahan, pengumpulan spesimen, atau perawatan lain, pemosisian pasien yang tepat dapat memberikan eksposur yang optimal dari tempat pembedahan / perawatan dan pemeliharaan martabat pasien dengan mengendalikan eksposur yang tidak perlu. Di sebagian besar pengaturan posisi, pasien yang diposisikan dengan optimal dapat memberikan pengaruh pada peningkatan manajemen jalan nafas dan ventilasi, menjaga keselarasan tubuh, serta memberikan keamanan fisiologis.

Tujuan Pengaturan Posisi Pasien

Tujuan akhir dari pemosisian pasien yang tepat adalah untuk melindungi pasien dari cedera dan komplikasi fisiologis imobilitas. Secara khusus, sasaran pemosisian pasien meliputi:

Memberikan kenyamanan dan keamanan pasien. Memberikan jalan napas adekuat dan mempertahankan sirkulasi sepanjang prosedur (mis., Dalam pembedahan, dalam pemeriksaan, pengumpulan spesimen, dan perawatan). Gangguan aliran balik vena ke jantung, dan ketidakcocokan ventilasi-ke-perfusi adalah komplikasi umum. Penempatan yang tepat meningkatkan kenyamanan dengan mencegah kerusakan saraf dan dengan mencegah ekstensi atau rotasi tubuh yang tidak perlu.

Menjaga martabat dan privasi pasien. Dalam operasi, penentuan posisi yang tepat adalah cara untuk menghormati martabat pasien dengan meminimalkan eksposur pasien yang sering merasa rentan secara perioperatif.

Memberikan visibilitas dan akses maksimum. Posisi yang tepat memungkinkan kemudahan akses bedah serta kemudahan untuk pemberian anestesi selama fase perioperatif.

Pedoman untuk Pengaturan Posisi Pasien

Tindakan yang tepat diperlukan selama pengaturan posisi pasien untuk mencegah cedera bagi pasien dan perawat. Ingatlah prinsip dan pedoman ini saat memposisikan klien:

  • Jelaskan prosedurnya. Berikan penjelasan kepada klien tentang mengapa posisinya harus diubah dan bagaimana hal itu akan dilakukan. Komunikasi yang baik dengan pasien akan membuat mereka lebih mungkin untuk mempertahankan posisi baru yang diberikan.
  • Dorong pasien untuk membantu sebisa mungkin. Tentukan apakah klien dapat sepenuhnya atau sebagian membantu dalam perubahan posisi. Ini akan menjadi bentuk latihan gerak, meningkatkan kemandirian, dan harga diri bagi pasien.
  • Dapatkan bantuan yang memadai. Ketika berencana untuk memindahkan atau memposisikan ulang pasien, mintalah bantuan dari sejawat lain atau keluarga pasien. Penentuan posisi mungkin bukan tugas satu orang, apalagi jika pasien bedrest total.
  • Gunakan alat bantu mekanik. Papan tempat tidur, papan luncur, bantal, lift dan sling pasien dapat memudahkan dalam mengubah posisi pasien.
  • Angkat tempat tidur pasien. Sesuaikan atau posisikan tempat tidur pasien sehingga beratnya berada di tingkat pusat gravitasi perawat.
  • Rubah poisisi tiap 2 jam sekali. Perhatikan bahwa posisi apa pun, benar atau salah, dapat merugikan pasien jika dipertahankan untuk jangka waktu yang lama. Mereposisi pasien setiap 2 jam membantu mencegah komplikasi seperti luka tekan dan kerusakan kulit.
  • Hindari gesekan dan menggeser. Saat menggerakkan pasien, angkat daripada menggeser untuk mencegah gesekan yang dapat mengikis kulit sehingga lebih rentan terhadap kerusakan kulit.
  • Mekanika tubuh yang tepat. Amati mekanika tubuh yang baik untuk keselamatan Anda dan pasien Anda.
  • Posisikan diri dekat dengan klien.
  • Hindari memuntir punggung, leher, dan panggul dengan menjaganya agar tetap sejajar.
    • Tekuk lutut Anda dan jagalah agar tetap lebar.
    • Gunakan lengan dan kaki Anda dan bukan punggung Anda.
    • Kencangkan otot perut dan otot gluteal sebagai persiapan untuk bergerak.
    • Orang dengan beban terberat mengoordinasikan upaya perawat dan memulai dengan hitungan ke 3.

Pengaturan Posisi Pasien yang Umum

Berikut ini adalah posisi pasien yang umum digunakan termasuk deskripsi tentang bagaimana posisi tersebut dilakukan dan alasannya:

Posisi Supine atau Dorsal Recumbent

Posisi supine (telentang), atau dorsal recumbent (punggung telentang), adalah tempat pasien berbaring telentang dengan kepala dan bahu sedikit terangkat menggunakan bantal kecuali dikontraindikasikan (mis., Anestesi spinal, operasi tulang belakang).

Posisi Supine atau Dorsal Recumbent
  • Variasi dalam posisi. Dalam posisi telentang, kaki dapat diluruskan atau sedikit ditekuk dengan lengan ke atas atau ke bawah. Ini memberikan kenyamanan secara umum bagi pasien dalam pemulihan setelah beberapa jenis operasi.
  • Posisi yang paling umum digunakan. Posisi telentang digunakan untuk pemeriksaan umum atau penilaian fisik.
  • Hati-hati terhadap kerusakan kulit. Posisi telentang dapat menempatkan pasien pada risiko luka tekan dan kerusakan saraf. Nilai kerusakan kulit dan tonjolan tulang pad.
  • Dukungan untuk posisi terlentang. Bantal kecil dapat diletakkan di bawah kepala dan kurvatur lumbar. Tumit harus dilindungi dari tekanan dengan menggunakan bantal pada pergelangan kaki. Cegah fleksi plantar yang berkepanjangan dan regangkan cedera kaki dengan menempatkan alas kaki yang empuk.
  • Posisi telentang dalam operasi. Terlentang sering digunakan pada prosedur yang melibatkan permukaan anterior tubuh (mis., Area perut, jantung, area dada). Bantal kecil atau bantal donat harus digunakan untuk menstabilkan kepala, karena rotasi ekstrem kepala selama operasi dapat menyebabkan penyumbatan arteri vertebralis.

Posisi Fowler

Posisi Fowler, juga dikenal sebagai posisi semi-duduk, adalah posisi tempat tidur di mana kepala tempat tidur dinaikkan 45 hingga 60 derajat. Variasi posisi Fowler meliputi: Fowler rendah (15 hingga 30 derajat), semi-Fowler (30 hingga 45 derajat), dan Fowler tinggi (hampir vertikal).

Posisi Fowler
  • Meningkatkan ekspansi paru-paru. Posisi Fowler digunakan untuk pasien yang mengalami kesulitan bernapas karena dalam posisi ini, gravitasi menarik diafragma ke bawah sehingga memungkinkan ekspansi dada dan paru-paru yang lebih besar.
  • Berguna untuk pemasangan NGT. Posisi Fowler berguna untuk pasien yang memiliki masalah jantung, pernapasan, atau neurologis dan sering optimal untuk pasien yang memiliki tabung nasogastrik.
  • Persiapan dan latihan sebelum berjalan. Fowler juga digunakan untuk mempersiapkan pasien sebelum dapat berjalan setelah dilakukan tindakan operasi atau perawatan. Perawat harus diwaspadai pusing atau pingsan selama pergantian posisi.
  • Waspadai kontraksi fleksi leher. Menempatkan bantal yang terlalu besar di belakang kepala pasien dapat mendorong terjadinya kontraksi fleksi pada leher leher. Dorong pasien untuk beristirahat tanpa bantal selama beberapa jam setiap hari untuk relaksasi leher.
  • Digunakan di beberapa operasi. Posisi Fowler biasanya digunakan dalam operasi yang melibatkan bedah saraf atau bahu.
  • Gunakan alas kaki. Menggunakan alas kaki disarankan untuk menjaga kaki pasien tetap lurus dan membantu mencegah terjatuhnya kaki.
  • Etimologi. Posisi Fowler dinamai sesuai nama George Ryerson Fowler yang melihatnya sebagai cara untuk mengurangi kematian peritonitis.

Posisi Orthopneic atau Tripod

Posisi ortopneik atau tripod menempatkan pasien dalam posisi duduk atau di sisi tempat tidur dengan meja di atas untuk bersandar dan beberapa bantal di atas meja untuk beristirahat.

Posisi Orthopneic atau Tripod
  • Memaksimalkan ekspansi paru. Pasien yang mengalami kesulitan bernafas sering ditempatkan dalam posisi ini karena memungkinkan ekspansi maksimal dada.
  • Membantu pengeluaran napas adekuat. Posisi ortopneik sangat bermanfaat bagi pasien yang memiliki masalah menghembuskan napas karena mereka dapat menekan bagian bawah dada ke tepi meja overbed.

Posisi Prone atau Tengkurap

Dalam posisi prone atau tengkurap, pasien berbaring di perut dengan kepala menghadap ke satu sisi dan pinggul tidak tertekuk.

Posisi Prone atau Tengkurap
  • Ekstensi penuh sendi pinggul dan lutut. Posisi tengkurap adalah satu-satunya posisi tidur yang memungkinkan ekstensi penuh sendi pinggul dan lutut. Ini juga membantu mencegah kontraktur fleksi pinggul dan lutut.
  • Kontraindikasi untuk masalah tulang belakang. Tarikan gravitasi pada batang tubuh ketika pasien tengkurap menghasilkan tanda lordosis atau kelengkungan tulang belakang ke depan sehingga dikontraindikasikan untuk pasien dengan masalah tulang belakang. Posisi tengkurap hanya boleh digunakan ketika punggung pasien dapat diluruskan dengan benar.
  • Drainase sekresi. Posisi tengkurap juga mempromosikan drainase dari mulut dan berguna untuk klien yang tidak sadar atau mereka yang dalam masa pemulihan pasca operasi mulut atau tenggorokan.
  • Tempatkan topangan adekuat. Untuk menopang pasien yang tengkurap, letakkan bantal di bawah kepala dan bantal kecil atau handuk guling di bawah perut.
  • Dalam operasi. Posisi tengkurap sering digunakan untuk bedah saraf, di sebagian besar operasi leher dan tulang belakang.

Posisi Lateral

Dalam posisi lateral atau berbaring miring, pasien berbaring di satu sisi tubuh dengan tungkai atas di depan tungkai bawah dan pinggul serta lutut tertekuk. Melenturkan pinggul dan lutut bagian atas serta menempatkan kaki ini di depan tubuh menciptakan basis dukungan yang lebih luas dan segitiga serta mencapai stabilitas yang lebih besar. Peningkatan fleksi pinggul dan lutut atas memberikan stabilitas dan keseimbangan yang lebih besar. Fleksi ini mengurangi lordosis dan meningkatkan keselarasan punggung yang baik.

Posisi Lateral
  • Meredakan tekanan pada sakrum dan tumit. Posisi lateral membantu meringankan tekanan pada sakrum dan tumit terutama bagi orang-orang yang duduk atau terbatas pada istirahat di posisi terlentang atau Fowler.
  • Distribusi berat badan. Dalam posisi ini, sebagian besar berat badan didistribusikan ke aspek lateral skapula bawah, aspek lateral ilium, dan trokanter femur yang lebih besar.
  • Bantal pendukung dibutuhkan. Untuk memposisikan pasien dalam posisi lateral dengan benar, diperlukan bantal penopang. Lihat gambar.

Posisi Sims

Posisi Sims atau posisi semiprone adalah ketika pasien mengambil posisi setengah jalan antara posisi lateral dan posisi tengkurap. Lengan bawah diposisikan di belakang klien, dan lengan atas dilenturkan di bahu dan siku. Kaki bagian atas lebih fleksibel di kedua pinggul dan lutut, daripada yang lebih rendah.

Posisi Sims
  • Mencegah aspirasi cairan. Sims dapat digunakan untuk pasien yang tidak sadar karena memfasilitasi drainase dari mulut dan mencegah aspirasi cairan.
  • Mengurangi tekanan tubuh yang lebih rendah. Ini juga digunakan untuk pasien lumpuh karena mengurangi tekanan pada sakrum dan trochanter pinggul yang lebih besar.
  • Perawatan dan Visualisasi area perineum. Ini sering digunakan untuk pasien yang menerima enema dan kadang-kadang untuk pasien yang menjalani pemeriksaan atau perawatan daerah perineum.
  • Wanita hamil merasa nyaman. Wanita hamil akan sangat nyaman dengan posisi sims untuk tidur.
  • Tingkatkan keselarasan tubuh dengan bantal. Letakkan bantal di bawah kepala pasien dan di bawah lengan atas untuk mencegah rotasi internal. Tempatkan bantal lain di antara kaki.

Posisi Lithotomy

Lithotomy adalah posisi pasien di mana pasien berada di punggung mereka dengan pinggul dan lutut tertekuk dan paha terpisah.

Posisi Lithotomy
  • Posisi litotomi umumnya digunakan untuk pemeriksaan vagina dan persalinan.
  • Modifikasi posisi lithotomy diantaranya lithotomy rendah, standar, tinggi, hemi, dan over, berdasarkan seberapa tinggi tubuh bagian bawah diangkat sampaitingkat elevasi tertentu untuk menunjang prosedur.

Posisi Trendelenburg

Posisi Trendelenburg dilakukan dengan menurunkan kepala tempat tidur dan mengangkat kaki tempat tidur pasien. Lengan pasien diposisikan lurus di samping tubuh.

Posisi Trendelenburg
  • Aliran balik vena – venous return – adekuat. Pasien dengan hipotensi seringkali ditempatkan dalam posisi ini karena aliran balik vena adekuat dapat meningkatkan tekanan darah.
  • Postural drainase. Posisi Trendelenburg digunakan untuk memberikan postural drainase dari lobus paru basal. Berhati-hatilah terhadap dispnea, beberapa pasien mungkin hanya memerlukan kemiringan sedang atau waktu yang lebih singkat dalam posisi ini selama drainase postural. Sesuaikan sesuai toleransi pasien.

Posisi Reverse Trendelenburg

Reverse Trendelenburg adalah posisi pasien di mana kepala tempat tidur ditinggikan dengan kaki tempat tidur menghadap ke bawah. Ini adalah kebalikan dari posisi Trendelenburg.

Posisi Reverse Trendelenburg
  • Masalah gastrointestinal. Reverse trendelenburg sering digunakan untuk pasien dengan masalah pencernaan karena membantu meminimalkan refluks esofagus.
  • Cegah perubahan posisi dengan cepat. Pasien dengan penurunan curah jantung mungkin tidak mentolerir gerakan cepat atau perubahan dari posisi terlentang ke posisi yang lebih tegak. Waspadai hipotensi. Ini dapat diminimalkan dengan secara bertahap mengubah posisi pasien.
  • Cegah refluks esofagus. Dorong pasien untuk mengosongkan lambung untuk mencegah refluks pada pasien dengan hernia hiatal.

Posisi Knee-Chest (Lutut-Dada)

Posisi lutut-dada, bisa dilakukan dalam posisi lateral atau prone. Dalam posisi lutut-dada lateral, pasien berbaring miring, badan diletakkan diagonal di atas meja, pinggul dan lutut dilipat. Dalam posisi lutut-dada pronasi, pasien berlutut di atas meja dan menurunkan bahu ke atas meja sehingga dada dan wajah terletak di atas meja.

Posisi Knee-Chest (Lutut-Dada)
  • Dua arah. Posisi lutut-dada bisa lateral atau pronasi.
  • Sigmoidoskopi. Posisi biasa diadopsi untuk sigmoidoskopi tanpa anestesi.
  • Martabat pasien. Posisi lutut-dada dengan pronasi dapat memalukan bagi beberapa pasien.
  • Pemeriksaan ginekologis dan dubur. Posisi lutut-dada diasumsikan untuk pemeriksaan ginekologis atau dubur.

Posisi Jackknife

Posisi Jackknife, juga dikenal sebagai Kraske, adalah tempat perut pasien terbaring rata di tempat tidur. Tempat tidur dipotong sehingga pinggul terangkat dan kaki dan kepala rendah.

Posisi Jackknife
  • Dalam operasi. Posisi Jackknife sering digunakan untuk operasi yang melibatkan anus, rektum, tulang ekor, operasi punggung tertentu, dan operasi adrenal.
  • Membutuhkan upaya tim. Setidaknya empat orang diminta untuk melakukan transfer dan memposisikan pasien di meja operasi.
  • Efek kardiovaskular. Dalam posisi pisau lipat, kompresi vena cava inferior dari kompresi perut juga terjadi, yang menurunkan aliran balik vena ke jantung. Ini dapat meningkatkan risiko trombosis vena dalam – deep vein trombosis.
  • Bantalan ekstra. Banyak bantal diperlukan di meja operasi untuk menopang tubuh dan mengurangi tekanan pada panggul, punggung, dan perut. Posisi Jackknife juga memberi tekanan berlebih pada lutut. Saat memposisikan, staf bedah harus menempatkan bantalan ekstra untuk area lutut.

Posisi Kidney

Dalam posisi kidney, pasien mengasumsikan posisi lateral yang dimodifikasi di mana perut diletakkan di atas lift di meja operasi yang menekuk tubuh. Pasien diposisikan di sisi kontralateral dengan punggung diletakkan di tepi meja. Ginjal kontralateral diletakkan di atas meja atau di atas kidney body elevator (aksesoris tambahan meja operasi). Lengan paling atas ditempatkan menekuk fleksi tidak lebih dari 90º.

Posisi Kidney
  • Akses ke daerah retroperitoneal. Posisi kidney memungkinkan akses dan visualisasi daerah retroperitoneal adekuat.
  • Risiko jatuh. Pasien dapat jatuh dari meja kapan saja sampai posisi diamankan menggunakan pengaman atau tali strain.
  • Dukungan bantalan dan stabilisasi. Lengan kontralateral di bawah tubuh dilindungi dengan bantalan. Lutut kontralateral tertekuk dan kaki paling atas dibiarkan lurus untuk meningkatkan stabilitas. Bantal lembut besar ditempatkan di antara kedua kaki. Tali strain dan strap diletakkan di atas pinggul untuk menstabilkan pasien.

Dokumentasi Pengaturan Posisi Pasien

Dokumentasikan perubahan posisi pasien dalam bagan pasien. Perhatikan dan catat hal-hal berikut ini:

  • Tanggal dan waktu prosedur.
  • Penjelasan prosedur kepada pasien.
  • Indikasi dari perubahan posisi pasien termasuk rasionalnya.
  • Pendidikan kesehatan yang diberikan.
  • Respons pasien terhadap prosedur.

Referensi :

  • Ritchie, I. K. (2003). Positioning Patients for SurgeryBy Chris Servant & Shaun Purkiss Greenwich Medical Media ISBN 1841100528£ 22.50.
  • Miranda, A. B., Fogaça, A. R., Rizzetto, M., & Lopes, L. C. C. (2016). Surgical positioning: nursing care in the transoperative period. Rev SOBECC, 21(1), 52-8. [Link]
  • Berman, A., Snyder, S. J., Levett-Jones, T., Dwyer, T., Hales, M., Harvey, N., … & Stanley, D. (2018). Kozier and Erb’s Fundamentals of Nursing [4th Australian edition].
  • Rosdahl, C. B., & Kowalski, M. T. (Eds.). (2008). Textbook of basic nursing. Lippincott Williams & Wilkins.
  • Park, C. K. (2000). The effect of patient positioning on intraabdominal pressure and blood loss in spinal surgery. Anesthesia & Analgesia, 91(3), 552-557.
  • Beckett, A. E. (2010). Are we doing enough to prevent patient injury caused by positioning for surgery?. Journal of perioperative practice, 20(1), 26-29.
  • Price, P., Frey, K. B., & Junge, T. L. (2004). Surgical technology for the surgical technologist: A positive care approach. Taylor & Francis.

Suka dengan artikel ini?

Jadilah bagian dari Nerslicious Learningpad agar tidak ketinggalan informasi ilmu dan kiat keperawatan terbaru dari kami. Plus, akses ke berbagai konten premium kami. Gratis!

Ayo Jadi Bagian dari Nerslicious!

Apakah anda seorang Perawat Pendidik? Mari bergabung sebagai mentor di Nerslicious Academy, dan bantu kami untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan keperawatan digital di Indonesia!

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on top - Get the nursingdaily in your inbox