Triase IGD : 29+ Tanya Jawab Mengenai Triase IGD yang Harus Diketahui Perawat

0
Panduan Triase IGD : 29+ Tanya Jawab Mengenai Triase IGD yang Harus Diketahui Perawat

Triase IGD (Instalasi Gawat Darurat) merupakan langkah pertama dan utama dalam proses pelayanan kesehatan – keperawatan di rumah sakit. Karenanya, sebagai seorang perawat yang merupakan ujung tombak pelayanan, adalah sebuah keharusan untuk memahami secara paripurna mengenai triase IGD dari A-Z.

Berikut ini adalah 29 Pertanyaan dan Jawaban mengenai triase gawat darurat yang harus diketahui oleh seorang perawat.

Triase IGD

1Apa itu triase?

Penggunaan awal kata “trier” mengacu pada penapisan screening di medan perang. Kini istilah tersebut lazim digunakan untuk menggambarkan suatu konsep pengkajian yang cepat dan terfokus dengan suatu cara yang memungkinkan pemanfaatan sumber daya manusia, peralatan serta fasilitas yang paling efisien terhadap hampir 100 juta orang yang memerlukan pertolongan gawat darurat (IGD) setiap tahunnya.

Berbagai sistem triase mulai dikembangkan pada akhir tahun 1950-an seiring dengan semakin bertambahnya jumlah kunjungan IGD yang melampaui kemampuan sumber daya yang ada untuk melakukan penanganan segera.

Tujuan triase adalah memilih atau menggolongkan semua pasien yang datang ke IGD dan menetapkan prioritas penanganannya.

2Berapa lama waktu yang diperlukan untuk proses triase?

Standar waktu yang lazim disebutkan adalah 2 sampai 5 menit per pasien. Akan tetapi, Travers mengatakan angka 2 sampai 5 menit hanya mampu dilakukan oleh 22% dari total pelayanan IGD.

Waktu tersebut akan semakin lama seiring dengan pertambahan usia pasien dan akan berkurang jika pemeriksaan tanda-tanda vital tidak dilakukan.

Keddington berpendapat bahwa waktu rata-rata yang digunakan untuk proses triase pada pasien pediatrik adalah 7 menit.

3Siapa yang harus melaksanakan triase di IGD?

Joint Commission for Accreditation of Healthcare Organizations (JCA-HO) mensyaratkan adanya kompetensi klinis kegawatdaruratan bagi perawat, meskipun tidak menyebutkan secara spesifik persyaratan untuk menjadi perawat triase.

Sedangkan menurut standar praktik Emergency Nurses Association tahun 1999, menyatakan bahwa triase yang aman, efektif dan efisien hanya dapat dilakukan oleh seorang perawat profesional yang sudah teregistrasi (RN) dan sudah terlatih dalam prinsip-prinsip triase dengan pengalaman minimal selama 6 bulan di bagian keperawatan kedaruratan.

4Disamping pengalaman kerja di IGD, kualifikasi apa lagi yang harus dimiliki oleh seorang perawat triase?

Grossman merekomendasikan beberapa kualifikasi untuk seorang perawat triase sebagai berikut:

  • Menunjukan pengiasan terhadap orientasi kedaruratan rumah sakit berdasarkan kompetensi
  • Sertifikasi Advanced Cardiac Life Support (ACLS)
  • Sertifikasi Pediatric Advanced Life Support (PALS)
  • Lulus Emergency Nurse Pediatric Course (ENPC)
  • Lulus Trauma Nurse Core Curriculum (TNCC)
  • Sertifikasi dalam Keperawatan Kedaruratan (Certification in Emergency Nursing; CEN)
  • Pengetahuan tentang kebijakan intradepartemen
  • Pemahaman tentang berbagai pelayanan kedaruratan setempat
  • Keterampilan pengkajian yang tepat
  • Keterampilan yang efektif dalam komunikasi, hubungan antar-pribadi, penanganan konflik, pendelegasian dan pengambilan keputusan
  • Fleksibel, dapat beradaptasi dan kemampuan antisipasi serta tidak mudah panik.

5Sebutkan sistem triase yang lazim digunakan!

Sistem triase spot check, komprehensif, two-tier, expanded dan bedside.

6Apa yang dimaksud dengan triase spot check atau “quick-look”?

Dalam sistem ini, perawat mengkaji dan menggolongkan pasien dalam waktu 2-3 menit. Sistem ini memungkinkan identifikasi segera terhadap pasien dengan akuitas yang tinggi.

7Bagaimana cara kerja triase komprehensif?

Triase komprehensif merupakan triase standar yang didukung oleh Emergency Nurses Association (ENA).

Triase komprehensif ini meliputi pengkajian gawat darurat awal dengan memperhatikan keadaan umum pasien, jalan nafas (A, Airway), pernafasan (B, Breathing), sirkulasi (C, Circulation) dan tingkat kesadaran/disabilitas (D, Disability).

Konten ini khusus untuk perawat/mahasiswa keperawatan. Saat ini Anda telah mencapai batas maksimal untuk membaca konten tanpa registrasi. Silahkan login / registrasi untuk membaca artikel selengkapnya.

  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here