JADI YANG TERDEPAN MENGETAHUI UPDATE ILMU DAN KIAT KEPERAWATAN TERKINI!
Insight premium, eksklusif, dan mendalam seputar ilmu dan kiat keperawatan profesional dari Nerslicious Academy.
Subscribe!

Actually we will not spam you and keep your personal data secure

Skip to main content

Berduka – Tanda Gejala, Penyebab dan Rencana Asuhan Keperawatan (SDKI)

Definisi


Berduka adalah respon psikososial yang ditunjukan oleh klien sebagai akibat dari kehilangan, baik kehilangan orang, objek, fungsi, bagian tubuh atau hubungan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Diagnosis Keperawatan sesuai Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia

Penyebab


Penyebab kondisi berduka dapat ditimbulkan oleh beberapa situasi seperti dibawah ini;

  1. Kematian anggota keluarga atau orang yang berarti
  2. Antisipasi kematian keluarga atau orang yang berarti
  3. Kehilangan (pekerjaan, objek, fungsi, status, bagian tubuh atau hubungan sosial)
  4. Antisipasi kehilangan (pekerjaan, objek, fungsi, status, bagian tubuh atau hubungan sosial)

Gejala dan Tanda Mayor


1. Subjektif

  • Merasa sedih
  • Merasa bersalah atau menyalahkan orang lain
  • Tidak menerima kehilangan
  • Merasa tidak ada harapan

2. Objektif

  • Menangis
  • Pola tidur berubah
  • Tidak mampu berkonsentrasi

Gejala dan Tanda Minor


1. Subjektif

  • Mimpi buruk atau pola mimpi berubah
  • Merasa tidak berguna
  • Fobia

2. Objektif

  • Marah
  • Panik
  • Fungsi imunitas terganggu

Kondisi Klinis Terkait


  1. Kematian anggota keluarga atau orang terdekat
  2. Amputasi
  3. Cedera medula spinalis
  4. Kondisi kehilangan perinatal
  5. Penyakit terminal (semisal kanker)
  6. Putus hubungan kerja

Tujuan & Hasil yang Diharapkan


Setelah dilakukan perawatan:

  1. Klien mampu menyatakan secara verbal perilaku-perilaku yang berhubungan dengan tahap-tahap berduka
  2. Klien mampu mengakui posisinya sendiri dalam proses berduka
  3. Klien mampu secara mandiri menentukan pemecahan masalah berhubungan dengan kehilangan yang dialaminya
  4. Klien tidak terlalu lama mengekspresikan emosi-emosi dan perilaku-perilaku yang berlebihan berhubungan dengan disfungsi berduka dan mampu melaksanakan aktivitas kehidupannya sehari-hari secara mandiri

Intervensi Asuhan Keperawatan


IntervensiRasional
Tentukan pada tahap mana pasien terfiksasi dalam tahap berduka. Identifikasi perilaku-perilaku yang berhubungan dengan tahap ini.Pengkajian data dasar yang akurat adalah penting untuk perencanaan keperawatan yang efektif bagi klien yang berduka.
Kembangkan hubungan saling percaya dengan klien. Perlihatkan empati dan perhatian. Jujur dan tepati semua janji.Rasa percaya merupakan dasar untuk suatu kebutuhan yang terapeutik antara perawat dan klien.
Perlihatkan sikap menerima dan membolehkan klien untuk mengekspresikan perasaannya secara terbuka.Sikap menerima menunjukan pada klien bahwa ia adalah seorang pribadi yang bermakna sehingga rasa percaya diri klien akan meningkat.
Dorong klien untuk mengekspresikan rasa marah. Jangan defensif jika permulaan ekspresi kemarahan dipindahkan kepada perawat. Bantu pasien mengeksplorasi perasaan marahnya.Pengungkapan perasaan secara verbal dalam suatu lingkungan yang tidak mengancam dapat membantu klien sampai kepada hubungan dengan persoalan-persoalan yang belum terpecahkan.
Bantu klien untuk mengeluarkan kemarahan yang terpendam dengan berpartisipasi dalam aktivitas positif motorik kasar semisal joging atau olahraga lainnya.Latihan fisik memberika suatu metode yang aman dan efektif untuk mengeluarkan kemarahan yang terpendam.
Ajarkan klien tentang tahap-tahap berduka yang normal dan perilaku yang berhubungan dengan seriap tahap.Pengetahuan tentang perasaan-perasaan yang wajar yang berhubungan dengan berduka yang normal dapat menolong mengurangi beberapa perasaan bersalah yang menyebabkan timbulnya respon-respon negatif dari berduka.
Bantu klien dalam memecahkan masalahnya sebagau usaha untuk menentukan metode-metode koping yang lebih adaptif terhadap pengalaman kehilangan. Berikan umpan balik positif untuk setiap identifikasi dan strategi dalam pembuatan keputusan.Umpan balik positif meningkatkan harga diri klien dan mendorong pengulangan dari perilaku positif yang diharapkan.

Referensi dan Sumber Bacaan

  • PPNI (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
  • Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Msn, R. N., Makic, M. B. F., Martinez-Kratz, M., & Zanotti, M. (2019). Nursing Diagnosis Handbook E-Book: An Evidence-Based Guide to Planning Care. Mosby.
  • Carpenito-Moyet, L. J. (2006). Handbook of nursing diagnosis. Lippincott Williams & Wilkins.

Nerslicious

Nerslicious.com adalah portal pembelajaran pendidikan dan pengembangan keperawatan Indonesia. Kamu bisa menjadi member di komunitas Nerslicious Academy, belajar panduan keperawatan terkini secara cuma-cuma, mengikuti simulasi dan try out uji kompetensi gratis, serta melihat daftar seminar dan pelatihan keperawatan dengan penawaran registrasi spesial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *