JADI YANG TERDEPAN MENGETAHUI UPDATE ILMU DAN KIAT KEPERAWATAN TERKINI!
Insight premium, eksklusif, dan mendalam seputar ilmu dan kiat keperawatan profesional dari Nerslicious Academy.
Subscribe!

Actually we will not spam you and keep your personal data secure

Skip to main content
Tatalaksana Penanganan Pasien COVID-19

Tatalaksana Penanganan Pasien COVID-19

A. Pasien Terkontaminasi (+) COVID-19

1. Tanpa Gejala

  • Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
  • Diberi edukasi apa yang harus dilakukan (leaflet untuk dibawa ke rumah)
  • Vitamin C, 3 x 1 tablet (untuk 14 hari)
  • Pasien mengukur suhu tubuh 2 kali sehari, pagi dan malam hari
  • Pasien dipantau melalui telepon oleh petugas FKTP
  • Kontrol di FKTP setelah 14 hari untuk pemantauan klinis

2. Gejala Ringan

  • Ditangani oleh FKTP, contohnya Puskesmas, sebagai pasien rawat jalan
  • Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
  • Diberi edukasi apa yang harus dilakukan (leaflet untuk dibawa ke
  • rumah)
  • Vitamin C, 3 x 1 tablet (untuk 14 hari)
  • Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg (untuk 5 hari) ATAU
  • Hidroksiklorokuin,1x 400 mg (untuk 5 hari)
  • Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari)
  • Simtomatis (Parasetamol dan lain-lain).\ Bila diperlukan dapat diberikan Antivirus : Oseltamivir, 2 x 75 mg ATAU Favipiravir (Avigan), 2 x 600mg (untuk 5 hari)
  • Kontrol di FKTP setelah 14 hari untuk pemantauan klinis

3. Gejala Sedang

  • Rujuk ke Rumah Sakit/ Rumah Sakit Darurat, seperti Wisma Atlet
  • Isolasi di Rumah Sakit/ Rumah Sakit Darurat, seperti Wisma Atlet selama 14 hari
  • Vitamin C diberikan secara Intravena (IV) selama perawatan
  • Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg (untuk 5 hari) ATAU Hidroksiklorokuin dosis 1x 400 mg (untuk 5 hari)
  • Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari)
  • Antivirus : Oseltamivir, 2 x 75 mg ATAU Favipiravir (Avigan) loading dose 2x 1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600mg (hari ke 2-5)
  • Simtomatis (Parasetamol dan lain-lain)

4. Gejala Berat

  • Isolasi di ruang isolasi Rumah Sakit Rujukan
  • Diberikan obat-obatan rejimen COVID-19 :
    • Klorokuin fosfat, 2 x 500 mg perhari (hari ke 1-3) dilanjutkan 2 x
      250 mg (hari ke 4-10) ATAU Hidroksiklorokuin dosis 1x 400 mg
      (untuk 5 hari)
    • Azitromisin, 1 x 500 mg (untuk 3 hari)
    • Antivirus : Oseltamivir, 2 x 75 mg ATAU Favipiravir (Avigan) loading
      dose 2x 1600 mg hari ke-1 dan selanjutnya 2 x 600mg (hari ke 2-5)
  • Vitamin C diberikan secara Intravena (IV) selama perawatan
  • Diberikan obat suportif lainnya
  • Pengobatan komorbid yang ada
  • Monitor yang ketat agar tidak jatuh ke gagal napas yang memerlukan
    ventilator mekanik

Keterangan :

  • Untuk anak dosis harap disesuaikan
  • Vitamin C diberikan dengan dosis tertinggi sesuai dengan ketersediaan
    di Faskes
  • Bila tidak tersedia Oseltamivir maupun Favipiravir (Avigan), maka
    sebagai pilihan dapat diberikan (Lopinavir + Ritonavir) ATAU Remdisivir
  • Favipiravir (Avigan) tidak boleh diberikan pada wanita hamil atau yang
    merencanakan kehamilan
  • Pemberian Azitromisin dan Klorokuin fosfat pada beberapa kasus dapat
    menyebabkan QT interval yang memanjang
  • Untuk gejala ringan, bila terdapat komorbid terutama yang terkait
    jantung sebaiknya pasien dirawat

B. Pasien Belum / Tidak Terkonfirmasi

Termasuk pasien dengan hasil rapid test serologi negatif / Orang Tanpa Gejala / Orang Dalam Pemantauan / Pasien Dalam Pengawasan.

1. Tanpa Gejala

  • Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
  • Beri edukasi apa yang harus dilakukan (leaflet untuk dibawa ke rumah)
  • Vitamin C, 3 x 1 tablet

2. Gejala Ringan

  • Pemeriksaan Hematologi lengkap di FKTP, contohnya Puskesmas
  • Pemeriksaan yang disarankan terdiri dari hematologi rutin, hitung
    jenis leukosit, dan laju endap darah
  • Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari
  • Vitamin C, 3 x 1 tablet, serta obat-obat simtomatis

3. Gejala Sedang- Berat

  • Pemeriksaan Hematologi lengkap di FKTP, contohnya Puskesmas
  • Pemeriksaan foto toraks
  • Rujuk ke Rumah Sakit Rujukan
  • Pikirkan kemungkinan diagnosis lain

Jakarta, 03 April 2020
Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia

  • DR. Dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR
  • DR. Dr. Erlina Burhan, MSc, Sp.P(K)

Nerslicious

Nerslicious.com adalah portal pembelajaran pendidikan dan pengembangan keperawatan Indonesia. Kamu bisa menjadi member di komunitas Nerslicious Academy, belajar panduan keperawatan terkini secara cuma-cuma, mengikuti simulasi dan try out uji kompetensi gratis, serta melihat daftar seminar dan pelatihan keperawatan dengan penawaran registrasi spesial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *