JADI YANG TERDEPAN MENGETAHUI UPDATE ILMU DAN KIAT KEPERAWATAN TERKINI!
Insight premium, eksklusif, dan mendalam seputar ilmu dan kiat keperawatan profesional dari Nerslicious Academy.
Subscribe!

Actually we will not spam you and keep your personal data secure

Asuhan Keperawatan

Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif – Tanda Gejala, Penyabab dan Rencana Asuhan Keperawatan (SDKI)

Bersihan jalan nafas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan nafas tetap paten.

Definisi


Bersihan jalan nafas tidak efektif adalah ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi jalan nafas untuk mempertahankan jalan nafas tetap paten.

Etiologi


Penyebab atau etiologi bersihan jalan nafas tidak efektif dibagi menjadi 2 bagian, yaitu etiologi fisiologis dan etiologi situasional.

1. Fisiologis

  • Spasme jalan nafas
  • Hiperseksresi jalan nafas
  • Disfungsi Neuromuskuler
  • Benda Asing dalam jalan nafas
  • Adanya jalan nafas buatan
  • Sekresi yang tertahan
  • Hiperplasia dinding jalan nafas
  • Proses infeksi
  • Respon allergi
  • Efek agen farmakologis (mis. Anestesi)

2. Situasional

  • Merokok aktif
  • Merokok pasif
  • Terpajan polutan

Gejala dan Tanda Mayor


1. Subjektif

  • [tidak ada]

2. Objektif

  • Batuk tidak efektif
  • Tidak mampu batuk
  • Sputum berlebih
  • Mengi, wheezing dan/atau ronkhi kering
  • Mekonium di jalan nafas (pada neonatus)

Gejala dan Tanda Minor


1. Subjektif

  • Dispnea
  • Sulit bicara
  • Orthopnea

2. Objektif

  • Gelisah
  • Sianosis
  • Bunyi nafas menurun
  • Frekuensi nafas berubah
  • Pola nafas berubah

Pathway


Berikut adalah contoh pathway bersihan jalan nafas tidak efektif dengan etiologi cidera kepala.

Pathway Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif

Kondisi Klinis Terkait


  1. Gullian Bare Syndrome
  2. Sklerosis Multipel
  3. Myasthenia Gravis
  4. Prosedur Diagnostik (mis. Bronchoscopy, Tranesophageal Echocardiography [TEE])
  5. Depresi Sistem saraf pusat
  6. Cedera kepala

Intervensi Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif


1. Manajemen Jalan Nafas

a. Observasi :

  • Monitor pola nafas
  • Monitor bunyi nafas tambahan
  • Monitor sputum (jumlah, warna dan aroma)

b. Terapeutik :

  • Pertahankan kepatenan jalan nafas
  • Posisikan semi fowler atau fowler
  • Lakukan fisioterapi dada, jika perlu
  • Lakukan penghisapan lendir kurang dari 15 detik
  • Berikan oksigen, jika perlu

c. Edukasi :

  • Anjurkan asupan cairan 2000ml/hari, jika tidak ada kontraindikasi

d. Kolaborasi :

  • Kolaborasi pemberian bronchodilator, ekspektoran, mukolitik, jika perlu

2. Pemantauan Respirasi

a. Obeservasi :

  • Monitor pola nafas
  • Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
  • Monitor saturasi oksigen
  • Monitor nilai AGD
  • Monitor adanya sumbatan jalan nafas
  • Monitor produksi sputum

b. Terapeutik :

  • Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien

c. Edukasi :

  • Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
  • Informasikan hasil pemantauan, jika perlu

Referensi dan Sumber Bacaan

  • PPNI (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
  • Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Msn, R. N., Makic, M. B. F., Martinez-Kratz, M., & Zanotti, M. (2019). Nursing Diagnosis Handbook E-Book: An Evidence-Based Guide to Planning Care. Mosby.
  • Carpenito-Moyet, L. J. (2006). Handbook of nursing diagnosis. Lippincott Williams & Wilkins.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *