Defisit Pengetahuan – Diagnosis Keperawatan dan Rencana Asuhan Keperawatan (SDKI)

1

Diagnosis Keperawatan Defisit Pengetahuan

Defisit pengetahuan adalah ketiadaan atau kurangnya informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu.

Penyebab

Penyebab kondisi defisit pengetahuan dapat ditimbulkan oleh beberapa situasi seperti dibawah ini;

  1. Keterbatasan kognitif
  2. Gangguan fungsi kognitif
  3. Kekeliruan mengikuti anjuran
  4. Kurang terpapar informasi
  5. Kurang minat dalam belajar
  6. Kurang mampu mengingat
  7. Ketidaktahuan menemukan sumber informasi

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala defisit pengetahuan dibagi menjadi tanda dan gejala mayor dan tanda dan gejala minor yang mana dibedakan menjadi 2 subkategori yaitu objektif dan subjektif.

S/OTanda/Gejala MayorTanda/Gejala Minor
ObjektifMenunjukan perilaku tidak sesuai anjuran, Menunjukan persepsi yang keliru terhadap masalahMenjalani pemeriksaan yang tidak tepat, Menunjukan perilaku berlebihan semisal apatis, agitasi, bermusuhan dan histeria
SubjektifMenanyakan masalah yang dihadapi-

Kondisi Klinis Terkait

Defisit pengetahuan, biasanya disertai dengan berbagai kondisi yang dapat menjadi penyebab atau akar masalah dari terjadinya defisit pengetahuan, beberapa kondisi klinis terkait defisit pengetahuan diantaranya:

  1. Kondisi klinis yang baru dihadapi
  2. Penyakit akut
  3. Penyakit kronis

Keterangan Diagnosis

Diagnosis ini dispesifikan berdasarkan topik tertentu, yaitu :

  1. Gaya hidup sehat
  2. Keamanan diri
  3. Keamanan fisik anak
  4. Kehamilan dan persalinan
  5. Kesehatan maternal pasca melahirkan
  6. Kesehatan maternal prekonspsi
  7. Keterampilan psikomotorik
  8. Konservasi energi
  9. Latihan toileting
  10. Manajemen arthritis rheumatoid
  11. Manajemen asma
  12. Manajemen berat badan
  13. Manajemen demensia
  14. Manajemen depresi
  15. Manajemen disritmia
  16. Manajemen gagal jantung
  17. Manajemen gangguan lipid
  18. Manajemen gangguan makan
  19. Manajemen hipertensi
  20. Manajemen kanker
  21. Manajemen nyeri
  22. Manajemen osteoporosis
  23. Manajemen penyakit akut
  24. Manajemen penyakit arteri perifer
  25. Manajemen penyakit ginjal
  26. Manajemen penyakit jantung
  27. Manajemen penyakit kronis
  28. Manajemen penyakit paru obstruktif kronis
  29. Manajemen pneumonia
  30. Manajemen proses penyakit
  31. Manajemen sklerosis multiple
  32. Manajemen stroke
  33. Manajemen waktu
  34. Manajemen penyakit jantung koroner
  35. Medikasi
  36. Mekanika tubuh
  37. Menyusui
  38. Menyusui dengan botol
  39. Nutrisi bayi/anak
  40. Pencegahan jatuh
  41. Pencegahan kanker
  42. Pencegahan konsepsi
  43. Pencegahan stroke
  44. Pencegahan trombus
  45. Pengontrolan penggunaan zat
  46. Peningkatan fertilitas
  47. Peran menjadi orang tua
  48. Perawatan bayi
  49. Perawatan kaki
  50. Perawatan ostomi
  51. Perilaku sehat
  52. Program aktivitas
  53. Program diet
  54. Program latihan
  55. Prosedur tindakan
  56. Seks aman
  57. Seksualitas
  58. Stimulasi bayi dan anak

Referensi

  • PPNI (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
  • Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Msn, R. N., Makic, M. B. F., Martinez-Kratz, M., & Zanotti, M. (2019). Nursing Diagnosis Handbook E-Book: An Evidence-Based Guide to Planning Care. Mosby.
  • Carpenito-Moyet, L. J. (2006). Handbook of nursing diagnosis. Lippincott Williams & Wilkins.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here