Berat Badan Lebih – Diagnosis Keperawatan dan Rencana Asuhan Keperawatan (SDKI)

0

Definisi

Berat badan lebih adalah akumulasi lemak berlebih atau abnormal yang tidak sesuai dengan usia dan jenis kelamin.

Penyebab

Kondisi berat badan lebih dapat disebabkan oleh beberapa hal diantaranya:

  1. Kurang aktivitas fisik harian
  2. Kelebihan konsumsi gula
  3. Gangguan kebiasaan makan
  4. Gangguan persepsi makan
  5. Kelebihan konsumsi alkohol
  6. Penggunaan energi kurang dari asupan
  7. Sering mengemil
  8. Sering memakan makanan berminyak/berlemak
  9. Faktor keturunan (semisal distribusi jaringan adiposa, pengeluaran energi, aktivitas lipase lipoprotein, sintesis lipid, lipolysis)
  10. Penggunaan makanan formula atau makanan campuran (pada bayi)
  11. Asupan kalsium rendah (pada masa anak-anak)
  12. Berat badan bertambah cepat (selama masa anak-anak, selama masa bayi, termasuk minggu pertama, 4 bulan pertama dan tahun pertama)
  13. Makanan padat sebagai sumber makanan utama pada usia < 5 bulan

Gejala dan Tanda Mayor

1. Subjektif

  • [tidak ada]

2. Objektif

  • IMT >25 kg/m2 (pada dewasa) atau berat dan panjang badan lebih dari persentil 95 (pada anak <2 tahun) atau IMT pada persentil 85-95 (pada anak 2-18 tahun)

Gejala dan Tanda Minor

1. Subjektif

  • [tidak ada]

2. Objektif

  • Tebal lipatan kulit trisep >25mm

Kondisi Klinis Terkait

  1. Gangguan genetik
  2. Faktor keturunan
  3. Hipotiroid
  4. Diabetes melitus maternal

Tujuan & Hasil yang Diharapkan

Setelah dilakukan perawatan:

  1. Klien menunjukan perubahan pola makan dan keterlibatan dalam program latihan dan diet
  2. Klien menunjukan penurunan berat badan
  3. Klien menunjukan beberapa penerimaan diri dari pandangan idealisme
  4. Klien mengakui individu yang mempunyai tanggungjawab sendiri
  5. Klien menunjukan peningkatan perubahan positif dalam perilaku soaial dan interpersonal

Intervensi / Rencana Keperawatan Berat Badan Lebih

IntervensiRasional
Diskusikan emosi/kejadian sehubungan dengan makan dan buat rencana makan dengan klien.Membantu mengidentifikasi kapan klien makan untuk memuaskan kebutuhan emosi daripada lapar fisiologi.
Tekankan pentingnya menghindari diet berlemak dan diskusikan tambahan tujuan nyata untuk penurunan berat badan.Menghilangkan kebutuhan komponen yang dapat menimbulkan ketidakseimbangan metabolik; penurunan karbohidrat berlebih.
Diskusikan dengan klien pandangan menjadi gemuk dan apa artinya bagi klien.Pandangan mental klien terhadap dirinya sendiri dapat mempengaruhi status psikologis klien terhadap ideal diri.
Dorong klien untuk mengekspresikan perasaan dan persepsi masalah terkait berat badan lebih yang dialami klien.Membantu mengidentifikasi dan memperjelas alasan untuk kesulitan dalam hubungannya dengan citra dan gambaran diri klien terkait berat badan lebih yang dialaminya.
Tingkatkan koping individu klien.Membantu klien untuk beradaptasi dengan persepsi stressor, perubahan atau ancaman yang menghambar pemenuhan tuntutan dan peran hidup.

Referensi dan Sumber Bacaan

  • PPNI (2019). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia.
  • Ackley, B. J., Ladwig, G. B., Msn, R. N., Makic, M. B. F., Martinez-Kratz, M., & Zanotti, M. (2019). Nursing Diagnosis Handbook E-Book: An Evidence-Based Guide to Planning Care. Mosby.
  • Carpenito-Moyet, L. J. (2006). Handbook of nursing diagnosis. Lippincott Williams & Wilkins.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here