Update COVID-19 Indonesia Terkini [Real Time]

Pemerintah menyatakan bahwa masih terjadi penularan virus corona yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia bertambah.

Hingga hari ini, berdasarkan data dari Pusat Data Kementerian Kesehatan dan Johns Hopkins Coronavirus Resource Center, berikut rincian jumlah kasus yang saat ini terjadi baik skala global maupun Indonesia.

[covid19 style=”4″ title=”COVID-19 Global” label_confirmed=”Positif” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]

[covid19 style=”4″ title=”COVID-19 Indonesia” country=”Indonesia” label_confirmed=”Positif” label_deaths=”Meninggal” label_recovered=”Sembuh”]

Sumber : Pusat Data Kementerian Kesehatan, Johns Hopkins Coronavirus Resource Center

COVID-19 RESOURCES CENTER

15 PERTANYAAN YANG SERING DITANYAKAN TENTANG COVID-19

Apakah novel coronavirus?

Novel coronavirus (CoV) adalah galur baru dari coronavirus.

Penyakit ini, yang disebabkan oleh novel coronavirus yang pertama kali diidentifikasi di Wuhan, Tiongkok, diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) – ‘CO’ berasal dari corona, ‘VI’ berasal dari virus, dan ‘D’ berasal dari disease (penyakit). Sebelumnya, penyakit ini disebut dengan ‘2019 novel coronavirus’ atau ‘2019-nCoV.’

COVID-19 adalah virus baru yang berasal dari satu keluarga yang sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis flu biasa.

Bagaimana novel coronavirus dapat menyebar?

Virus ini ditularkan melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin), dan jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Virus ini dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan, tetapi disinfektan sederhana dapat membunuhnya.

Apa saja gejala novel coronavirus?

Gejala umum dapat berupa:
– Demam
– Batuk
– Sesak napas

Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia atau kesulitan bernapas. Walaupun jarang terjadi, penyakit ini bisa berakibat fatal.

Gejala-gejala ini mirip dengan flu (influenza) atau pilek biasa, yang jauh lebih umum daripada COVID-19. Untuk itulah diperlukan pengujian lebih lanjut untuk mengetahui apakah seseorang menderita infeksi novel coronavirus. Penting untuk diingat bahwa langkah-langkah pencegahan utamanya sama – sering cuci tangan, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan bagian dalam siku atau dengan tisu, lalu buang tisu ke dalam tempat sampah yang tertutup.

Selain itu, tersedia juga vaksin untuk flu – jadi pastikan Anda dan anak Anda mendapatkan vaksin flu yang sudah diperbarui.

Bagaimana mengantisipasi penularan novel coronavirus?

Ada empat tindakan pencegahan yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri Anda dan keluarga:

  1. Cuci tangan pakai sabun dan air secara rutin atau dengan cairan pembersih tangan berbasis alkohol
  2. Tutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin dengan siku bagian dalam atau tisu, lalu segera buang tisu
  3. Hindari kontak dengan siapapun yang menunjukkan gejala seperti demam atau flu
  4. Jika Anda atau anak Anda demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis

Apakah saya harus menggunakan masker?

Penggunaan masker medis disarankan jika Anda memiliki gejala pernapasan (batuk atau bersin) untuk melindungi orang lain. Jika Anda tidak memiliki gejala apa pun, maka tidak perlu menggunakan masker.

Jika Anda menggunakan masker, pastikan masker dipakai dan dibuang dengan benar untuk menjaga efektivitasnya dan untuk menghindari risiko penularan virus.

Penggunaan masker saja tidak cukup untuk menghentikan infeksi dan harus dikombinasikan dengan sering mencuci tangan, menutupi bersin dan batuk, dan menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang memiliki gejala flu (batuk, bersin, demam).

Apakah novel coronavirus berdampak pada anak-anak?

Mengingat virus ini adalah virus baru, kami belum tahu pasti bagaimana virus ini dapat berdampak pada anak-anak atau ibu hamil. Yang kami ketahui, orang-orang dari segala usia dapat terinfeksi virus ini, tetapi sejauh ini hanya ada sedikit kasus novel coronavirus yang dilaporkan terjadi pada anak-anak.

Dalam situasi yang jarang terjadi, virus ini berakibat fatal, dan sejauh ini kasusnya hanya terjadi pada orang tua dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya.

Apa yang harus saya lakukan jika anak saya memiliki gejala novel coronavirus? 

Anda harus segera mencari perawatan medis, tetapi perlu diingat bahwa gejala novel coronavirus, seperti batuk atau demam, sangat mirip dengan gejala flu atau pilek biasa – yang lebih sering terjadi.

Tetap lanjutkan praktik menjaga kebersihan yang baik, seperti rutin cuci tangan, dan memastikan anak Anda mendapatkan vaksin flu yang sudah diperbarui – agar Anak Anda terlindungi dari virus dan bakteri lain yang menyebabkan penyakit.

Sama halnya dengan infeksi pernapasan lainnya seperti flu, segera cari perawatan medis jika Anda atau anak Anda mengalami gejala, dan cobalah untuk tidak pergi ke tempat-tempat umum (tempat kerja, sekolah, angkutan umum), untuk mencegah penyebaran ke orang lain.

Apa yang harus saya lakukan jika ada anggota keluarga yang menunjukkan gejala infeksi?

Anda harus segera mencari perawatan medis jika Anda atau anak Anda mengalami demam, batuk, atau kesulitan bernapas. Beri tahu tenaga kesehatan jika Anda telah bepergian ke suatu daerah yang ada infeksi novel coronavirus, atau jika Anda telah melakukan kontak dengan seseorang yang telah melakukan perjalanan dari salah satu daerah yang terjangkit dan memiliki gejala pernapasan.

Langkah pencegahan apa yang harus saya ambil jika keluarga saya hendak melakukan perjalanan?

Siapapun yang merencanakan perjalanan ke luar negeri harus mengecek anjuran perjalanan dari negara tujuan, apakah ada pembatasan masuk, persyaratan karantina ketika masuk, atau anjuran perjalanan lain yang relevan.

Selain mengambil tindakan pencegahan perjalanan standar, dan untuk menghindari Anda dikarantina atau ditolak masuk kembali ke negara asal Anda, pastikan Anda mengecek data terbaru terkait COVID-19 di situs Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional, yang memuat informasi seputar daftar negara dan langkah pencegahan.

Saat bepergian, orang tua harus mengikuti anjuran kebersihan diri untuk diri mereka dan anak-anak mereka: rutin cuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol minimal 60%, tutupi mulut dan hidung dengan bagian dalam siku atau tisu ketika batuk atau bersin, lalu segera buang tisu yang telah digunakan, dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk atau bersin. Selain itu, orang tua juga disarankan untuk selalu membawa cairan pembersih tangan, tisu sekali pakai, dan tisu disinfektan.

Rekomendasi tambahan termasuk: membersihkan tempat duduk, sandaran tangan, layar sentuh, dan lain-lain, dengan pembersih disinfektan satu kali ketika berada di dalam pesawat terbang atau kendaraan lain. Gunakan pembersih disinfektan juga untuk membersihkan permukaan kunci, gagang pintu, remot kontrol, dan lain-lain, ketika berada di hotel atau akomodasi lain tempat Anda dan anak-anak tinggal.

Apakah ibu hamil dapat meneruskan coronavirus ke anaknya yang masih berada di dalam kandungan?

Sampai saat ini, belum ada bukti yang cukup untuk menentukan apakah virus ini dapat ditularkan ibu ke bayinya selama di dalam kandungan, ataupun apa dampak lainnya yang bisa dialami bayi. Hal ini sedang dalam penelitian lebih lanjut. Ibu hamil harus menerapkan tindakan pencegahan yang tepat dan mendapatkan perawatan medis segera jika mengalami gejala yang mirip dengan gejala infeksi novel coronavirus, seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Apakah aman bagi ibu untuk menyusui jika mereka terinfeksi atau diduga terinfeksi?

Semua ibu yang berada di daerah yang terjangkit atau memiliki risiko tinggi infeksi harus segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala demam, batuk, atau sesak napas.

Mengingat menyusui memiliki banyak manfaat dan tidak ada pengaruh signifikan dari transmisi virus penyakit pernapasan melalui ASI, ibu dapat terus menyusui. 

Akan tetapi, tindakan pencegahan harus diambil karena ada risiko penularan dari ibu ke bayi melalui percikan napas dan kontak langsung, begitu juga secara tidak langsung melalui permukaan yang terkontaminasi. Gunakan masker saat menyusui, cuci tangan sebelum dan sesudah menyusui, dan bersihkan permukaan yang terkontaminasi. 

Jika ibu sakit, ibu tetap perlu didorong untuk mengeluarkan ASI dan memberikannya kepada anak melalui cangkir bersih dan/ atau sendok – sambil tetap melakukan tindakan pencegahan lainnya.

Haruskah saya meminta anak saya untuk tidak pergi ke sekolah dulu?

Jika anak Anda memiliki gejala infeksi, segera cari perawatan medis, dan ikuti instruksi dari petugas layanan kesehatan. Selain itu, sama halnya dengan infeksi pernapasan lainnya seperti flu, berikan waktu untuk anak Anda beristirahat di rumah selama ia memiliki gejala infeksi, dan hindari pergi ke tempat-tempat umum untuk mencegah penyebaran ke orang lain.

Jika anak Anda tidak menunjukkan gejala-gejala seperti demam atau batuk – dan kecuali jika ada himbauan atau peringatan resmi dari Dinas Kesehatan yang mempengaruhi sekolah anak Anda – langkah terbaik adalah tetap meminta anak Anda untuk pergi ke sekolah.

Daripada meminta anak Anda tidak sekolah, ajari mereka praktik-praktik menjaga kebersihan yang baik untuk diterapkan di sekolah dan di tempat lain, seperti rutin mencuci tangan, menutupi batuk atau bersin dengan bagian dalam siku atau tisu, lalu membuang tisu ke tempat sampah yang tertutup, tidak menyentuh mata, mulut atau hidung mereka jika mereka belum mencuci tangan dengan benar.

Di manakah saya bisa mendapatkan informasi perkembangan terkini dan materi edukasi tentang novel coronavirus?

Suka dengan artikel ini?

Jadilah bagian dari Nerslicious Learningpad agar tidak ketinggalan informasi ilmu dan kiat keperawatan terbaru dari kami. Plus, akses ke berbagai konten premium kami. Gratis!

Ayo Jadi Bagian dari Nerslicious!

Apakah anda seorang Perawat Pendidik? Mari bergabung sebagai mentor di Nerslicious Academy, dan bantu kami untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan keperawatan digital di Indonesia!

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay on top - Get the nursingdaily in your inbox