Kredit Mobil? Baca dulu Aturan Main Berikut Ini agar Tidak Rugi!

Too many people, spend money they haven't earned to buy things they don't want, to impress people they don't like.
- Will Smith -
Mau kredit mobil namun masih ragu karena bingung untung ruginya? Stop dulu segala kegiatan anda dan saya jamin setelah membaca artikel ini segala kebingungan anda akan sirna!

Aturan main, dimanapun pasti ada. Yang membedakan hanyalah yang tahu dan tidak tahu tentang aturan main tersebut.

Pun dengan kredit mobil.

Dan untuk itulah artikel ini dibuat. Agar anda tahu aturan main dibalik kredit kendaraan bermotor, khususnya mobil.

Untung Rugi Kredit Mobil : Aset vs Likuiditas


Kredit Mobil? Baca dulu Aturan Main Berikut Ini agar Tidak Rugi!

Sebelumnya, mungkin salah satu keraguan anda adalah berkaitan dengan untung ruginya membeli mobil dengan cara kredit.

Betul?

Dari sisi manajemen keuangan, kredit mobil itu bisa boleh bisa tidak. Artinya, bisa untung, tapi juga bisa rugi.

Tergantung dari situasi dan kondisi.

Ironisnya, dalam beberapa kondisi, mengambil mobil secara kredit justru dapat menyebabkan keadaan keuangan seseorang menjadi lebih berantakan.

Walaupun, dalam beberapa situasi, tidak sedikit pula yang dengan hadirnya mobil justru keuangan menjadi semakin baik.

Biasanya, akar permasalahannya ada dua :
  1. Pemasukan yang tidak stabil
  2. Tidak menghitung biaya operasional pasca membeli mobil dan jumlah cicilan yang harus dibayarkan

Akibatnya, mau gaya malah tersiksa. Mau untung malah buntung!

Tipe-tipe seperti ini, seringkali terjadi pada mereka yang menempatkan mobil sebagai likuiditas.

Atau dalam bahasa saya : hanya untuk gaya-gayaan saja.

Coba anda bayangkan ilustrasi berikut ini:
  • Harga mobil : Rp. 100.000.000,-
  • Tenor : 3 tahun (36 bulan)
  • Bunga per tahun : 20%
Kalkulasi Cicilan Perbulan :
  • Uang muka (DP) : Harga mobil x 30% = Rp. 30.000.000,-
  • Pokok Utang (PU) : Harga mobil - DP = Rp. 70.000.000,-
  • Cicilan per bulan : (PU x (bunga x tenor dalam tahun) + PU : 36 bulan
    • = (Rp. 70.000.000 x (10% x 3) + Rp. 70.000.000 : 36
    • = Rp. 24.000.000 + Rp. 70.000.000 : 36
    • = Rp. 2.611.111/bulan
Belum ditambah : DP + cicilan pertama + asuransi + administrasi. Maka :

Rp. 30.000.000 + Rp. 2.611.111 + Rp. 10.000.000 + Rp. 500.000 = Rp. 43.111.111,-

Jika kita total jumlah keseluruhan uang yang harus dikeluarkan setelah lunas, maka akan didapatkan angka sebesar Rp. 134.499.996,-

Itu adalah jumlah total yang harus anda keluarkan selama 3 tahun!

Padahal, ditahun ketiga - ketika mobil lunas - harga mobil tersebut sudah di bawah Rp.100.000.000 (depresiasi terbesar dari mobil baru mencapai 30% dari harga beli)

Jelas, dalam sudut pandang perencanaan keuangan hal tersebut - kredit mobil - tidak disarankan karena jumlah total uang yang dikeluarkan jauh lebih besar dari nilai riil mobil itu sendiri pada akhir periode kredit.

Kondisi ini, biasanya diperparah dengan adanya biaya operasional setelah mengambil kredit.

Biaya bahan bakar, biaya perawatan, biaya tol, parkir, perpanjangan izin dan pajak kendarana, serta hal-hal lainnya yang mendukung kelancaran penggunaan mobil tersebut.

Pertanyaannya, sudahkah anda memperhitungkannya?

Mau tidak mau, hitung-hitungan tersebut harus mencakup selama kurang lebih 3 tahun. Atau selama mobil tersebut masih dalam periode kredit.

Yang artinya, pengeluaran kita akan menjadi double! Ya untuk membayar cicilan, ya untuk biaya operasional mobilnya.

Sudah siap?

Lantas, bagaimana caranya agar kredit mobil tidak rugi?


Kredit Mobil Sebagai Aset!

Seperti sudah saya katakan diawal bahwa, tidak sedikit dari sekian banyak yang kredit mobil, justru keuangannya semakin baik.

Lho, kok bisa?

Hal ini dikarenakan, mereka menempatkan mobil sebagai aset. Bukan likuidasi.

Artinya, mobil tersebut tidak hanya untuk gaya-gayaan saja. Tidak untuk memenuhi hasrat hedonisme, namun mobil tersebut digunkana untuk bekerja dan menghasilkan pemasukan untuk Anda.

Kasus seperti ini banyak sekali ditemui pada mereka yang menggantungkan hidup dengan menjadi seorang sopir taksi online, seperti grab, go-car dan lain sebagainya.

Mari saya berikan kalkulasi sederhana yang membuktikan bahwa kredit mobil sebagai aset itu setidaknya "menguntungkan".
  • Harga mobil : Rp. 200.000.000,-
  • Tenor : 3 tahun (36 bulan)
  • Suku bunga per tahun : 8%
  • Uang muka : Rp. 40.000.000,-
  • Cicilan per bulan : Rp. 5.511.200,-
  • Total cicilan (36 bulan) : Rp. 198.403.200,-
  • Total uang yang dikeluarkan (DP+cicilan) : Rp. 238.403.200,-
  • Penghasilan mobil bulanan (bersih) : Rp. 6.000.000,-
  • Selisih penghasilan dan cicilan bulanan : Rp. 488.800,-
Artinya, dalam setiap bulannya si pemilik mobil mendapatkan keuntungan Rp. 488.800,-

Hal tersebut bisa dari menjadi sopir taksi online, atau menyewakan mobil (rental).

Informasi detail mengenai pendapatan sopir taksi dan rental mobil sudah dibahas oleh Arbi Sumandoyo (Reporter Tirto) dalam artikel tirto yang berjudul Untung Rugi Menjadi Sopir taksi Online.

Namun sebagai insight dari artikel tersebut, berikut data & fakta sopir taksi online vs rental mobil di Jakarta berdasarkan reportase Tirto:
  1. Rata-rata tarif taksi online di Jakarta Rp3.500/KM
  2. Rata-rata pendapatan kotor sopir taksi online di Jakarta Rp500 ribu untuk 12 jam kerja /setiap hari
  3. Rata-rata pendapatan bersih sopir taksi online di Jakarta sekitar Rp6 juta perbulannya setelah dipotong cicilan mobil perbulan
  4. Rata-rata biaya sewa mobil unttuk jasa taksi online di Jakarta Rp180 ribu/hari belum termasuk bensin yang harus terisi penuh saat dikembalikan
  5. Rata-rata pendapatan kotor sopir taksi online yang menyewa mobil Rp500 ribu/hari
  6. Rata-rata pendapatan bersih sopir taksi online yang menyewa mobil Rp120 ribu/hari

Nah bagaimana?

Selalu ada risiko dari setiap keputusan yang diambil. Termasuk ketika anda memutuskan untuk mengambil kredit mobil.

Namun saran saya, jika mobil masih belum menjadi kebutuhan dan hanya sebatas keinginan, lebih baik ditunda terlebih dahulu untuk mengambil kredit karena percayalah hidup tenang tanpa hutang itu adalah sebuah keniscayaan.

Kecuali memang sudah menjadi kebutuhan, atau hendak dijadikan aset, sah-sah saja.

Saya doakan, semoga yang belum dimampukan membeli mobil segera Allah mampukan untuk membeli secara CASH! Dan yang sudah terlanjur mengambil kredit, semoga dilancarkan dan segera dilunaskan. Aamiin! 

Last but not least, jangan hanya di aamiinkan saja. Lebih baik bagikan. Karena sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk manusia lainnya.

Dan saya tahu, Anda adalah orang yang suka memberi manfaat untuk orang lain. Salam sukses!

3 Komentar untuk "Kredit Mobil? Baca dulu Aturan Main Berikut Ini agar Tidak Rugi!"

  1. Totally agree, mobil sebaiknya sebagai aset yang mana bisa menghasilkan juga. Yah, meskipun seandainya mobil ga menghasilkan, paling ga beneran menunjang pekerjaan, bukan untuk gaya-gayaan aja. jangan sepelekan depresiasi, karena nilainya ga kecil

    BalasHapus
    Balasan

    1. Sepakat. Beli kalo mampu, nabung kalo mau.

      Karena ya, di jaman yang bisa dibilang "serba hedon", plus dengan menjamurnya pinjaman Fintech, untuk dapet pinjaman hanya modal KTP doang gampang sekali.

      Akibatnya, karena terjebak, hutang dimana2 ... Dan ya, depresiasi itu memang dan memang gak kecil, harus di waspadai

      Hapus