Pengalaman Membangun Rumah Sakit dari Nol

- Februari 03, 2019
Wah, sudah lama nih saya nggak sharing disini ...

Afwan ya, jangankan di blog ataupun di medsos, di grup WhatsApp yang daily sharing saja saya sudah off dalam beberapa bulan.

Namun masya Allah, Allah hadirkan orang-orang yang selalu mendukung saya walaupun sudah lama off tapi masih setia menunggu dan menanyakan "Kapan nulis lagi?" ...

Sebuah pertanyaan yang bikin galau nggak karuan.

Hadirnya tulisan ini, selain untuk menyalurkan hasrat yang sudah beberapa lama terpendam, juga untuk menjawab pertanyaan tersebut diatas, insya Allah untuk sekarang dan seterusnya saya akan kembali menulis dan sharing seperti biasanya.

Lantas kemana aja selama ini?

Wah, kalau dicertain semuanya pasti panjang. Namun secara garis besar, dalam beberapa bulan belakangan ini saya sedang diamanahi untuk mengurus suatu hal yang amat sangat luar biasa yaitu amanah untuk menjadi salah satu Tim Penyusun Perencanaan dan Operasional sebuah rumah sakit baru yang sebentar lagi akan segera beroperasional, namanya Rumah Sakit Umum Berlian Kasih Sumedang.

RSU Berlian Kasih Sumedang
RSU Berlian Kasih sore hari

Tak pernah terbayangkan sebelumnya saya akan mendapat kesempatan luar biasa untuk ikut serta menjadi salah satu Tim Penyusun Rumah Sakit sebagai seorang perawat.

Jangankan membayangkan, bahkan memimpikannya saja pun tak pernah. Namun takdir berkata lain.

Tepatnya awal September 2018 lalu ketika saya dipanggil oleh Tim Manajemen Rumah Sakit Umum Berlian Kasih Sumedang dan dipercaya untuk menjadi seorang Tim Leader Perencanaan Operasional Rumah Sakit tersebut.

Tawaran yang sungguh diluar kemampuan saya, namun sekaligus tantangan baru yang amat sangat luar biasa.

Namun waktu itu, saya cukup tahu diri tentang kemampuan dan keterbatasan saya sebagai seorang perawat yang jarang sekali menyentuh dunia manejemen dengan latar belakang pendidikan saya yang hanya seorang D3 Keperawatan.

Tawaran itu saya tolak.

Dan lagi-lagi, takdir memberikan saya kesempatan lain...

Awal November 2018, saya kembali mendapatkan panggilan untuk datang lagi ke rumah sakit tersebut dengan tawaran yang tidak kalah luar biasa : menjadi bagian dari Tim Penyusun Operasional Rumah Sakit!

Dengan penuh pertimbangan, akhirnya tawaran tersebut saya terima. Sehingga terbentuklah satu tim yang bertugas untuk mengurus segala perizinan dan persyaratan Rumah Sakit Umum Berlian Kasih Sumedang sehingga bisa segera beroperasional yang terdiri dari 4 perawat dan 1 sarjana komputer dengan pengalaman analisis manajemen, mereka adalah ;

  1. Asep Anggi Priadi, S.Kom
  2. Ns. Raden Grace Selgasastranegara, S.Kep
  3. Nugraha Fauzi
  4. Fauzan Lalan Gumilar, A.Md.Kep
  5. Silvie Martiana, A.Md.Kep

Sebuah dunia baru, tantangan baru, tugas baru yang sama sekali baru kami alami dan harus kami jalani ditengah keterbatasan kemampuan kami.

Membangun Rumah Sakit Umum Berlian Kasih
Tim Penyusun RSUBK. (Dari kiri ke kanan : Grace, Anggi, dr. Dadan, Nugraha Fauzi dan Fauzan)

Mulai dari pengurusan perizinan yang masya Allah sangat luar biasa berbelit dan penuh intrik, persiapan dan pembuatan berkas-berkas yang sangat-sangat menguras tenaga, fikiran dan bahkan emosi dan harus sesuai dengan Petunjuk Teknis Izin Mendirikan, Izin Operasional dan Peningkatan Kelas Rumah Sakit Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemkes RI 2007 ...

... sampai dengan pengurusan fisik bangunan yang harus sesuai standar dari Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana Rumah Sakit terbitan Departemen Kesehatan RI, KMK No. 334 tentang Klasifikasi Rumah Sakit dan segala macam peraturan yang harus dipenuhi.

Dengan segala keterbatasan kemampuan dan pengalaman, semua itu alhamdulillah bisa kami penuhi walaupun banyak yang masih harus kami revisi dan perbaiki.

Banyak dan sangat banyak sekali suka duka yang kami alami, mulai dari berbelitnya pengurusan perizinan, konflik kepentingan, perselisihan internal tim karena perbedaan pendapat, berurusan dengan ormas, wartawan dan LSM, sampai pengadaan barang dan pembongkaran fisik bangunan yang tidak sesuai sehingga seringkali kami harus berdebat dengan pengawas lapangan dan mandor fisik bangunan.

Dan sekali lagi, semua itu alhamdulillah bisa kami lewati dan kerjakan. Sehingga 12 Dokumen Perizinan dan Persyaratan Rumah Sakit bisa kami penuhi yang meliputi ;

  1. Izin mendirikan rumah sakit
  2. Profil rumah sakit yang meliputi visi dan misi, lingkup kegiatan, rencana strategi dan struktur organisasi
  3. Isian instrumen self-assessment sesuai klasifikasi rumah sakit yang meliputi pelayanan, sumber daya manusia, bangunan dan prasarana serta peralatan kesehatan
  4. Gambar desain / blue print dan foto bangunan serta sarana an prasarana pendukung
  5. Izin penggunaan bangunan (IPB) dan sertifikay laik fungsi
  6. Dokumen pengelolaan lingkungan berkelanjutan
  7. Daftar sumber daya manusia
  8. Daftar peralatan medis dan non medis
  9. Daftar sediaan farmasi dan alat kesehatan
  10. Berita acara hasil uji fungsi peralatan kesehatan
  11. Dokumen administrasi dan manajemen yang meliputi;
    • Badan hukum atau kepemilikan
    • Peraturan internal Rumah Sakit (Hospital Bylaws)
    • Komite Medik
    • Komite Keperawatan
    • Satuan Pemeriksaan Interna;
    • Surat izin praktik tenaga kesehatan
    • Standar prosedur operasional kredensial staf medis dan keperawatan
    • Surat penugasan klinis staf medis
    • Surat keterangan/sertifikathasil uji/kalibrasi alat kesehatan
  12. Surat rekomendasi dari pejabat berwenang sesuai dengan klasifikasi rumah sakit

Walaupun hanya 12 poin, namun dalam pelaksanaannya sangat-sangatlah banyak hal yang perlu dilakukan dan dipersiapkan, sangat sangat menguras waktu dan tenaga.

Untungnya, kami mempunyai beberapa support system yang selalu mendukung kami diantaranya;

Hadirnya seorang konsultan rumah sakit yang masya Allah luar biasa amazing, dr. Dadan Hadiwardhana, Sp.An.

Beliau adalah seorang dokter anestesi sekaligus konsulen rumah sakit terkenal di Cirebon. Beberapa rumah sakit yang berada dalam bimbingannya adalah RS Permata Group, RS Pertamedika, RS Pelabuhan dan rumah sakit lainnya yang saya kurang tahu pastinya.

Namun yang jelas, banyak ilmu-ilmu baru yang amat sangat mahal yang kami dapatkan darinya yang mungkin takkan pernah kami dapatkan jika tidak bertemu dengan beliau.

Hadirnya sesosok guru dan sahabat yang rela ikut berfikir dan pusing tanpa pamrih, Ns. Hikmat Pramajati, S.Kep., MAN, atau yang biasa saya sebut Pak Imet.

Beliaulah aktor dibalik bagaimana saya bisa menyelesaikan berbagai persoalan manajemen dan pemberkasan administrasi rumah sakit.

Dari beliau juga masukan, saran dan kritik membangun kami dapatkan yang amat sangat membantu kelancaran pekerjaan kami.

Hadirnya tim yang luar biasa keren dan tanpa pamrih mau memajukan rumah sakit ditengah segala kekurangan dan keterbatasan.

Tim yang solid, mampu kerja dibawah tekanan dan periang ditengah "kegilaan" pekerjaan. Itulah tim kami ; Tim Barita.

  1. Ada seorang Anggi yang selalu rela merogoh kocek lebih untuk akomodasi kami dan selalu menjadi jangkar disetiap permasalahan pelik yang kami hadapi.
  2. Ada seorang Grace Selga yang selalu menjadi penghibur ditengah tekanan pekerjaan dan menumpuknya tugas yang kami hadapi.
  3. Ada seorang Fauzan yang selalu membersamai setiap keputusan dan langkah yang kami ambil, terutama keputusan-keputusan saya yang selalu frontal.
  4. Ada seorang Silvie yang selalu kritis dalam setiap keputusan yang kami ambil.

Tak terasa, 3 bulan begitu cepat berlalu dan operasional rumah sakit kini telah ada di depan mata, hanya tinggal pengurusan revisi dokumen dan visitasi. Mohon doa dari semuanya semoga semuanya berjalan dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Aaamiinn ...

Tim Barita ketika jam 10 malam baru beres meeting dan perut caling-calling namun masih cling-cling ^-^

Dan itulah kenapa beberapa bulan ke belakang saya off hampir disemua tempat dimana biasa saya sharing menulis. ^-^

Namun walaupun begitu, alhamdulillah saya mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang mudah-mudahan kedepannya bisa saya share disini secara lebih lebih lengkap mengenai manajemen rumah sakit dan hal-hal yang berkaitan dengan pendirian rumah sakit.

Doakan saja mudah-mudahan.

Last but not least ...

Percayalah ....

  1. Apapun yang kamu lakukan sekarang, hasilnya mungkin akan kamu dapatkan beberapa tahun kemudian.
  2. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses!
  3. Bermimpilah setinggi langit! Karena sekalipun gagal, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang.

Artinya apa ...

Saya tipikal orang yang selalu senang membaca, dari dulu sampai sekarang saya selalu suka membaca.

Sebagian besar orang mungkin menganggap kebetulan jika seorang perawat lulusan D3 Keperawatan di umur yang baru menginjak 26 tahun bisa diserahi amanah untuk menjadi tim penyusun perencanaan operasional rumah sakit ...

Namun, apa yang tidak mereka ketahui adalah jauh sebelum itu, jauh ketika dulu saya sedang di bangku perkuliahan, saya selalu senang membaca berbagai regulasi tentang dunia kesehatan dan perumah sakitan.

Bahkan, jauh sebelum wisuda, salah satu mimpi saya adalah ingin membangun sebuah rumah sakit yang sahamnya milik perawat semua.

Mungkin akan terdengar sangat idealis dan obsesif, namun itulah kenyataanya. Sehingga, apa yang ingin saya katakan melalui tulisan ini adalah 3 hal diatas :

  1. Apapun yang kamu lakukan sekarang, hasilnya mungkin akan kamu dapatkan beberapa tahun kemudian.
  2. Hasil tidak akan pernah mengkhianati proses!
  3. Bermimpilah setinggi langit! Karena sekalipun gagal, kamu akan jatuh diantara bintang-bintang.
Cause all you get today comes from what you did yesterday.

Thanks for reading and let's be brave to dream BIG!

PS : saya akan kembali menulis dan aktif sharing lagi di medsos dan WhatsApp group ^-^
PPS : untuk perawat yang belum gabung grup WhatsApp Jago Nursing bisa japri saya di 081222841100 (gratis)
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search