Pemeriksaan Laboratorium untuk Infeksi

Pemeriksaan Laboratorium untuk Infeksi

Pemeriksaan Laboratorium untuk Infeksi

Pemeriksaan Laboratorium Lengkap

Pemeriksaan laboratorium untuk infeksi tergantung dari tingkat infeksi yang terjadi. Jika pasien dicurigai memiliki infeksi ringan, pemeriksaan lab yang dilakukan cukup dengan melakukan pemeriksaan darah lengkap saja (CBC).

Namun jika pasien dicurigai memiliki infeksi yang cukup parah sehingga terjadi sepsis, maka ada beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan:

  1. Pemeriksaan Kultur harus diambil ditempat dimana infeksi diduga terjadi untuk menentukan mikroorganisme spesifik yang menyebabkan infeksi tersebut, sehingga antibiotik yang tepat dapat diresepkan.
  2. Contohnya, Pemeriksaan Kultur Darah (2 set kultur harus dilakukan karena jika keduanya mengungkapkan mikroorganisme yang sama,maka kemungkinan besar itu adalah akar permasalahannya. Namun jika hanya 1 set saja yang positif, maka kemungkinan itu adalah sepesimen yang terkontaminasi), kultur urine, kultur tinja, kultur sputum, kultur luka, kultur cairan serebrospinal (CSF) atau kultur dari jalur invasif  jika memang disana dicurigai sebagai tempat dimana infeksi berasal.
  3. Pemeriksaan darah lengkap (CBC) juga mungkin dilakukan untuk menentukan sumber infeksi. Dengan CBC, indikator infeksi seperti peningkatan WBC dapat dilihat dengan jelas.
  4. Pemeriksaan diagnostik tambahan juga mungkin diperlukan seperti Ro-Thorax, CT atau MRI.

Kesimpulan : Pemeriksaan laboratorium untuk infeksi meliputi : CBC dan kultur dari tempat yang dicurigai sebagai asal infeksi(darah, urine, sputum, kuka, CSF atau invasif).

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

2 komentar

Thanks infonya mas sangat bermanfaat, jadi tambah tahu

Balas

ro thorax, kalau nama ini sering mendengarnya. Karena sering mengantar saudara berobat.

Balas

Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA. Terima kasih.

Advertiser