Rahasia : Inilah Alasan Kenapa Kamu Tidak Diterima Bekerja di Rumah Sakit!

advertise here
Tips Melamar Pekerjaan Perawat

Diakui atau tidak, saat ini, rumah sakit berlabel Rumah Sakit Umum Pusat atau Rumah Sakit Milik Kemenkes selalu menjadi primadona dikalangan tenaga kesehatan, pun dengan perawat.

Selain karena gengsi, iming-iming gaji diatas rata-rata juga menjadi pertimbangan yang pertama untuk bisa masuk ke rumah sakit berlabel tersebut.

Sehingga tidak heran jika sekalinya rumah sakit tersebut membuka lowongan pekerjaan, ribuan orang selalu menyempatkan waktu untuk mengirim lamaran dan mengikuti seleksi.

Uniknya, yang melamar bukan hanya fresh graduate saja, mereka yang sedang off duty dan juga sedang bekerja di rumah sakit lain pun ikut-ikutan mendaftar.

Alasannya simple sebenarnya : berharap kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik lagi.

Selama ini, saya selalu penasaran. Bagaimana cara mereka menyeleksi calon karyawannya? Dengan jumlah kandidat mencapai ribuan, ada banyak sekali berkas yang harus mereka periksa.

Jika menggunakan sistem online, mungkin mudah saja. Hanya tinggal membuat algoritma penyaringan, dan komputer akan melakukan tugasnya sendiri.

Namun di Indonesia, sistem rekrutmen online masih sangat jarang dilakukan. Kebanyakan, walaupun menggunakan sistem online berupa upload berkas lamaran, namun itu tidak serta merta "memudahkan" penyaringan.

Tetap saja, berkas yang di upload harus disaring secara manual. Dan itu adalah sebuah pekerjaan yang memakan banyak waktu serta rentan akan human error.

Saya mengalaminya sendiri.

Tahun 2017 lalu, saya pergi ke salah satu fakultas keperawatan untuk menawarkan kerjasama penyaluran tenaga keperawatan untuk homecare yang saya kelola di Bandung.

Hasilnya cukup mengejutkan, ada lebih dari 50 lamaran yang masuk dalam waktu kurang dari satu minggu. Dan semuanya, harus saya periksan satu-persatu. Mulai dari kelengkapan berkas, memeriksa IPK dan potensi minat dan bakat mereka melalui transkip nilai.

Butuh waktu lebih dari 3 hari sebelum akhirnya kami memutuskan untuk membawa 10 orang dari 50 pelamar tersebut ketahap wawancara.

Itu pengalaman saya, dan kebetulan, beberapa minggu ini saya berkesempatan untuk berbincang dan ngopi dengan salah satu kepala bidang keperawatan di sebuah rumah sakit di salah satu kota di Jawa Barat mengenai proses dan seleksi perawat.

Tentunya, saya juga ingin tahu karena sebelumnya saya sangat kewalahan menangani proses tersebut. Ya walaupun hanya 50 kandidat, tetapi tanggungjawab moralnya sangat berat.

Tulisan ini saya tulis berdasarkan percakapan ringan dengan beliau dan telah mendapat izin dari yang bersangkutan. Atas permintaan beliau sendiri, nama dan rumah sakit saya rahasiakan.

Menurutnya, proses rekrutmen dan seleksi itu tidak hanya sulit dari mata pelamar. Namun juga sulit dimata para penyeleksi.

Dengan semakin variatif-nya keahlian yang dimiliki pelamar, ditambah banyaknya pelamar yang mengirimkan berkas lamaran, semua itu menjadi tantangan tersendiri untuk tim penyeleksi memutuskan siapa yang lulus dan siapa yang tidak lulus.

"Kami mencari nilai pembeda. Buatlah berkas lamaranmu menarik dan menonjol dari berkas-berkas yang lain." - Ujarnya

Tahap Seleksi Administrasi


Kesimpulan yang saya ambil dari perbincangan dengan beliau, setidaknya ada 3 poin penting agar berkas lamaranmu menarik perhatian mereka ;

1. Buatlah surat pengantar lamaran mudah dibaca dan tidak asal tulis


Walaupun zaman sudah memasuki era digital paperless, namun ada beberapa rumah sakit yang lebih senang pelamar-nya menggunakan surat pengantar lamaran yang ditulis dengan ballpoint ketimbang yang di print-out.

Kenapa?

Karena mungkin saja, instansi yang teman-teman lamar, menyewa seorang grafolog untuk membaca karakter pelamar kerja melalui tulisan tangan.

Meskipun tidak selalu, namun lebih baik mengantisipasi daripada harus menyesal kemudian, benar?

Ada beberapa tips yang bisa teman-teman lakukan;
  1. Tulislah serapi mungkin dan usahakan agar mudah dibaca
  2. Tulis kelebihan yang teman-teman rasa kelebihan tersebut tidak akan dimiliki oleh pelamar lain. Semisal, pengalaman kerja dan prestasi berkaitan dengan profesi teman-teman.
  3. Jangan menuliskan kepribadian yang tidak sesuai dengan diri teman-teman. Semisal : Saya pekerja keras, percaya diri, dan komunikatif. Tapi ketika wawancara, teman-teman justru minder dan tidak komunikatif.

2. Buatlah CV yang menarik, mudah dibaca dan jelas


Curriculum Vitae adalah rangkuman dari sepak terjang kehidupan dan ke-profesian teman-teman. Buatlah CV yang menarik, beda dengan yang lain (terutama dalam hal design), mudah dibaca dan juga jelas.

CV seharunya berisi :
  1. Data Diri
  2. Riwayat Hidup
  3. Pendidikan dan Pelatihan
  4. Kelebihan dan Skill
  5. Riwayat Pekerjaan dan Prestasi

Ingat, CV juga harus dapat dipertanggung-jawabkan validitas dan kredensial nya. Semisal, jika teman-teman mencantumkan Pelatihan BTCLS, maka dalam lampiran berkas lamaran harus ada sertifikat pelatihan BTCLS.

Ini contoh CV yang saya buat sendiri :

CV Perawat

Atau jika teman-teman mencantumkan pengalaman kerja di rumah sakit A, maka dalam berkas lamaran harus dilampirkan SK dari rumah sakit A tersebut.

3. Kelengkapan berkas


Hal yang harus teman-teman baca secara teliti adalah berkas-berkas yang dibutuhkan. Kumpulkan semuanya, dan pastikan tidak ada yang terlewat.

Juga pastikan bahwa berkas-berkas tersebut sesuai dengan apa yang diminta oleh pihak instansi.

Semisal, jika mereka meminta fotokopi ijazah yang dilegalisir, maka masukanlah fotokopi ijazah yang dilegalisir.

Atau, jika mereka meminta pas foto ukuran 4x6 berlatar biru untuk tahun kelahiran genap dan berlatar merah untuk tahun kelahiran ganjil, maka penuhilah permintaan tersebut.

Karena menurut narasumber saya saat ini, hampir 35% dari surat lamaran yang masuk, tidak memenuhi seleksi administrasi yang disyaratkan.

So, hati-hatilah. Jangan korbankan kesempatan 100% teman-teman, hanya karena tidak lolos seleksi administrasi dikarenakan berkas-berkas yang tidak sesuai dengan apa yang disyaratkan.

Berikut adalah daftar rincian berkas standar yang harus teman-teman ketahui ketika hendak melamar pekerjaan :
  1. Surat lamaran
  2. Curriculum Vitae
  3. Fotokopi Ijazah /sertifikat dilegalisir
  4. Fotokopi Transkip Nilai dilegalisir
  5. Fotokopi SK Akreditasi Perguruan Tinggi dilegalisir
  6. Fotokopi KTP
  7. Pas Foto. Biasanya 4x6. Formal.
  8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian
  9. Surat Keterangan Sehat dari Dokter
  10. Kartu Kuning (AK-1)
  11. Serifikat lainnya semisal pengalaman kerja dan prestasi

Tahap Test


Jika teman-teman lulus seleksi administrasi, hal yang selanjutnya adalah rangkaian test yang biasanya berupa ;
  1. Tes Kesehatan dan Psikologi
  2. Tes Potensi Akademik
  3. Tes Pengetahuan Umum
  4. Tes Keperawatan

Jumlah dan jenis tes biasanya tergantung dari kebijakan instansi sendiri. Seperti halnya dulu ketika saya melamar ke salah satu Rumah Sakit berlabel Milik Kemenkes, tes pengetahuan umum yang saya dapatkan berupa soal-soal PKN (Kewarganegaraan).

Tidak ada tips yang bisa saya dan beliau kasih dalam tahap ini. Semuanya tergantung kepada kemampuan teman-teman.

Namun, walaupun begitu ada beberapa hal yang harus teman-teman persiapkan ;
  1. Ketahui apa yang akan teman-teman hadapi. Semisal, jika dalam jadwal tertera Tes Potensi Akademik, maka berlatihlah dan ketahui tips-tips dalam mengisi soal-soal TPA.
  2. Untuk tes pengetahuan umum, bocoran dari saya adalah : Tahun 2016 lalu, tes pengetahuan umum yang saya dapatkan di rumah sakit berlabel milik kemenkes adalah berupa soal-soal PKN.
  3. Tes Keperawatan, biasanya berupa keperawatan dasar yang meliputi patient safety, perhitungan obat, dan infusan.

Tahap Wawancara


Selanjutnya adalah tahap wawancara. Biasanya tahap ini adalah tahap terkahir dari rangkaian penyeleksian. Dan faktanya, hampir 50% dari peserta yang masuk kedalam tahap ini akan dinyatakan Tidak Lulus!

Berarti, dalam Tahap Wawancara, hanya 50% dari keseluruhan peserta yang masuk kedalam tahap ini yang akan dinyatakan lulus.

Walaupun tidak semuanya mempunyai angka persentasi yang sama, namun hal yang perlu teman-teman ketahui adalah : Kesempatan untuk dinyatakan LULUS dalam tahap ini tergantung dari kepribadian dan pengetahuan teman-teman.

Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan ketika wawancara :

1. Apa yang teman-teman katakan


Beberapa kesalahan yang sering terjadi ketika tahap wawancara adalah banyaknya perawat yang mengatakan hal-hal yang negatif terkait posisi atau atasan ditempat kerja mereka sebelumnya.

Ini cukup riskan, terutama untuk teman-teman yang mempunyai pengalaman kerja di beberapa rumah sakit. Biasanya pertanyaan yang keluar adalah : Kenapa anda keluar dari rumah sakit A?

Untuk meningkatkan kesempatan teman-teman agar lulus dalam tahap wawancara ini, sebaiknya apa yang keluar dari teman-teman adalah alasan kenapa teman-teman ingin bekerja di instansi tersebut.

Jawablah setiap pertanyaan sebaik dan se-profesional mungkin. Pastikan komentar dan jawaban teman-teman tidak mengandung unsur negatif ketika berbicara mengenai rumah sakit atau atasan sebelumnya.

2. Curriculum Vitae yang harus teman-teman pertanggungjawabkan


Kebanyakan penyeleksi, lebih tertarik dengan berinteraksi secara langsung ketimbang uraian kata-kata dalam surat lamaran maupun CV.

Karenanya, apa yang teman-teman tulis dalam surat lamaran dan CV, harus dapat teman-teman pertanggungjawabkan secara langsung dihadapan penyeleksi.

Semisal, jika teman-teman menulis : Saya seorang pekerja keras, menyukai interaksi, jujur dan bertanggungjawab, percaya diri dan bisa bekerja secara individu maupun tim.

Maka, karakter pekerja keras, penyuka interaksi, jujur dan percaya diri tersebut harus teman-teman buktikan ketika berinteraksi dengan penyeleksi secara langsung.

Atau, jika teman-teman menulis mempunyai pengalaman kerja sebagai perawat homecare, maka ketika teman-teman ditanya mengenai homecare, ya teman-teman harus bisa menjawabnya sebaik dan se-profesional mungkin.

Kebanyakan kandidat yang dinyatakan tidak lulus dalam tahap ini karena kandidat tidak dapat mempertanggungjawabkan CV yang mereka tulis sendiri.

3. Apa yang teman-teman pakai


Pakai pakaian yang casual dan sopan. Pakaian formal lebih baik lagi. Jam tangan boleh digunakan. Tapi gelang-gelang - apalagi laki-laki - saya sarankan untuk tidak dipakai ketika proses wawancara berlangsung.

Rambut juga mencerminkan kerapihan dan kepribadian teman-teman. Sehingga, cukurlah rambut serapi mungkin ketika mengikuti proses wawancara.

Untuk perempuan, kurang lebih sama. Dengan tambahan jangan memakai make-up dan perhiasan yang berlebihan.

Cantik saja tidak cukup untuk dapat menggoda kami.  Ujar narasumber saya sambil tertawa

Nah itulah 3 tips yang dapat teman-teman ikuti ketika mengikuti proses wawancara kerja. Hal tersebut mungkin tidak akan 100% menjamin teman-teman untuk lulus. Namun setidaknya hal tersebut meningkatkan kesempatan teman-teman.

Saya sudah menerapkan seluruh tips yang ada disini, kenapa saya tidak lulus juga?

Ada alasan-alasan yang sebenarnya bersifat subjektif ketika proses rekrutmen dilaksanakan. Beberapa diantaranya adalah :

1. Dari pengalaman kerja sebelumnya


Ketika teman-teman resign, seharusnya teman-teman mendapatkan SK dari direktur rumah sakit berkaitan dengan keputusan resign yang teman-teman ambil.

Biasanya, untuk validasi, panitia penyeleksi akan menghubungi instansi tempat teman-teman sebelumnya bekerja untuk memastikan validitas SK pengalaman kerja tersebut. 

Darisana juga biasanya penyeleksi akan mendapatkan informasi mengenai bagaimana teman-teman dulu bekerja disana, prestasi dan skill teman-teman.

Jadi, bekerjalah sebaik mungkin dimanapun teman-teman berada sekarang. Karena testimoni dari hal tersebut akan sangat berguna nantinya bagi teman-teman.

2. Kami hanya tidak ... yah ... menyukaimu


Kepribadian adalah alasan besar lain dari seorang penyeleksi untuk memutuskan teman-teman lulus atau tidak lulus seleksi. 

Ada 3 alasan utama yang mendasari hal ini ;
  1. Komunikasi yang buruk
  2. Tanggapan yang tidak tepat dan kurangnya motivasi
  3. Bahasa tubuh yang tidak baik

Alasan-alasan lainnya kenapa teman-teman tidak diterima kerja ;
  1. Kurangnya pengalaman
  2. Ketidakjujuran (bisanya berkaitan dengan CV)
  3. Mempunyai riwayat penyakit kronis, ketergantungan obat
  4. Kurangnya kebersihan diri
  5. Gagal lulus tes kompetensi dasar

Lantas apa yang mereka cari?


Tim penyeleksi pada hakikatnya mencari orang-orang yang : apakah kandidat tersebut akan mampu beradaptasi dengan budaya instansi yang ada, apakah kandidat memiliki riwayat pekerjaan yang stabil, bagaimana dia termotivasi untuk bekerja di instansi ini, apa tujuan jangka panjangnya, apa minat dan keinginannya untuk pengembangan karir.

Lebih lanjut ... 

Kelengkapan berkas hanya 20% dari keseluruhan tahap. Sisanya, tergantung dari kemampuan dan kepribadian kandidat saat tes dan wawancara. - Ujarnya

Saran untuk Fresh Graduate


Praktik klinis lapangan ketika diperkuliahan adalah ajang personal branding yang baik untuk calon perawat. Bekerjalah sebaik mungkin. Tunjukan minat dan bakat yang teman-teman punya. Tunjukan passion dan keinginan untuk bekerja disana. Karena dalam beberapa kesempatan, mereka (rumah sakit) akan selalu memantau potensi-potensi terbaik yang mungkin akan mereka tarik untuk bekerja di rumah sakit mereka.

So, jika teman-teman saat ini sering membolos ketika jadwal dinas, bekerja seenaknya, perbaikilah. Karena akan selalu ada yang memperhatikan tindak tanduk tersebut.

Itulah kiranya yang dapat saya sampaikan. Share artikel ini kepada teman-teman yang lain jika dirasa bermanfaat. Saya Nugraha Fauzi, thanks for reading and stay awesome!

8 comments

avatar

wua, sekarang emang susah kerja di rs. Dan kebanyakan sih, harus ada orang dalem :P mau gak mau hal kaya gitu tetep ada sampe sekarang

avatar

faktor muka kayaknya berpengaruh juga gan.. jahaha :D
Pengen juga kerja di rumah sakit,, kayaknya keren,,,
Sayamah justru lebih sering ditolak - tolak kerja,, dan akhirnya jadi blogger ajalah jhahah :D

avatar

Nah ini juga kayaknya kang
banyakan cakep2 yg di rumah sakit

avatar

Kalo saya si dijamin ditolak bang kalo daftar jadi kerja di rumah sakit, hehe

avatar

rumah sakit sekarang mah payah. Kebanyakan harus ada duit baru diobati. Uda ga ada hati nurani nya dokter sekarang.
Agen Bola Online

avatar

Kalau saya biar diterima juga ogah mas.. hahaha RS itu tempat yang paling tidak nyaman, walau sudah diusahakan sama yang buat senyaman mungkin.

Banyak kesedihan disana.. hikss..

Maaf jadi curcol

avatar

Gak kebayang harus nyeleksi satu per satu para kandidat yang jumlahnya mencapai 50 lebih. Perlu ketelitian. BTW mohon dukungan komennya di artikel saya judulnya QLAPA, GUDANGNYA PRODUK HANDMADE LOKAL UNIK DAN KREATIF. Makasih dan sukses selalu...

avatar

Sepertinya memang nggak semudah itu untuk bisa kerja di RS ya, Mas. Saya waktu itu ditawarin untuk kerja di RS tapi nggak tau kurang minat gitu..he

Komentar Anda adalah tanggapan pribadi, kami berhak menghapus komentar yang mengandung kata-kata pelecehan, intimidasi, dan SARA. Terima kasih.

Click to comment