Tekanan Darah Normal Menurut WHO, AHA, dan JNC 8 serta Tekanan Darah Berdasarkan Usia

Terakhir di Update; 21 Juni 2019
+ Tekanan darah berdasarkan usia
+ Pembaruan minor artikel dan referensi
Tekanan darah merupakan salah satu tanda-tanda vital yang selalu diukur oleh dokter atau perawat untuk mengkaji derajat kesehatan seseorang secara umum.

Apapun penyakitnya, bagaimanapun kondisinya, tekanan darah harus selalu dipantau secara berkala. Karena tekanan darah dapat menjadi indikasi akan terjadinya sesuatu yang buruk terhadap kesehatan. Baik itu tekanan darah tinggi, ataupun rendah, keduanya sama-sama berbahaya.

Tekanan Darah Normal Menurut WHO, AHA, dan JNC 8

Tekanan darah tinggi, atau disebut juga dengan hipertensi, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan stroke.

Pun dengan tekanan darah rendah, atau hipotensi, yang dapat mengakibatkan terjadinya anemia, depresi, dan berbagai masalah serius lainnya.

Selengkapnya, bisa baca beberapa artikel berikut ini : Infografis : Data dan Fakta Penyakit Hipertensi di Indonesia

Karenanya, sangat penting bagi kita untuk dapat menjaga tekanan darah dalam keadaan normal, agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang terjadi akibat ketidaknormalan tekanan darah.

Baca juga : 10 Makanan untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi dengan Cepat

Pertanyaannya ; Berapakah tekanan darah yang normal?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu mengenai apasih yang dimaksud dengan tekanan darah dan bagaimana tekanan darah dapat mempengaruhi tubuh.

Yuk kita bahas.

Pengertian Tekanan Darah

pengertian tekanan darah
Tekanan darah/pixabay

Apa itu tekanan darah? Tekanan darah adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan besaran tekanan yang dialami oleh darah dalam pembuluh darah arteri ketika dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh.

Karena seperti kita ketahui bersama, fungsi jantung salah satunya adalah memompa darah yang telah di beri oksigen dalam paru-paru menuju ke seluruh tubuh.

Prosesnya kurang lebih seperti ini;

Darah yang sudah di alirkan ke seluruh tubuh masuk lagi ke Jantung melalui pembuluh darah vena (vena cava). Darah ini seringkali disebut sebagai darah kotor.

Nah darah kotor ini, masuk ke Jantung tepatnya ke bagian yang disebut atrium kanan.

Dari atrium kanan, si darah ini masuk ke ventrikel kanan Jantung yang berada di bawahnya, lalu dipompakan untuk masuk ke Paru-paru melalui pembuluh darah yang disebut arteri pulmonal.

Nah setelah masuk ke Paru-paru, darah kotor tadi diberi oksigen dari oksigen yang kita hirup. Darah yang sudah diberi oksigen ini disebutnya darah bersih.

Darah bersih ini, kemudian masuk lagi ke jantung melalui pembuluh darah yang disebut vena pulmonal, tepatnya ke atrium kiri, lalu masuk lagi ke ventrikel kiri jantung sebelum akhirnya dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta.

Lebih jelasnya Anda bisa melihat gambar dibawah ini.

proses tekanan darah dan aliran darah

Nah, tekanan darah sangat berperan dalam hal ini. Semakin kecil tekanan darah, semakin sedikit darah yang dipompakan.

Makannya tidak heran kalau Anda mengalami tekanan darah rendah, maka akan merasakan lemas dan lemah. Ya karena tekanan yang beredar sedikit.

Pun sebaliknya, jika tekanan terlalu besar, maka jumlah darah yang dipompa tidak terkendali, akibatnya tekanan dalam pembuluh darah meningkat dan bisa merusak pembuluh darah itu sendiri.

Cara Membaca Tekanan Darah


tekanan darah sistolik dan diastolik

Tekanan darah dijabarkan dengan 2 angka atas dan bawah dengan menggunakan satuan mmHg. Semisal 120/80 mmHg.

Angka pertama (angka atas) menunjukan tekanan darah sistolik, yaitu tekanan dalam pembuluh darah saat jantung berkontraksi.

Angka kedua (angka bawah) menunjukan tekanan darah diastolik, yaitu tekanan dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat setelah dan sebelum kontraksi selanjutnya.

Adapun satuan mmHg sendiri mengacu pada singkatan dari Milimeter Merkuri (Hydragyrum / Hg)

Tekanan Darah Normal/Ideal


Menurut WHO, tekanan darah yang normal berkisar antara 120/80 mmHg sampai 130/85 mmHg. Namun agar lebih kredibel dan lengkap dan terperinci, disini saya akan membahas tiga lembaga yang selalu mempublikasikan jurnal mengenai hipertensi, yaitu WHO, AHA, dan juga JNC 8.

Lho kenapa harus ketiga lembaga tersebut?

Karena ketiganya merupakan lembaga kelas dunia yang bergerak dalam bidang kesehatan. WHO? Ya sudah tidak perlu diragukan lagi. Ya kan?

Lalu AHA, atau American Heart Association juga merupakan asosiasi kesehatan jantung ternama dari negeri Paman Sam.

JNC bagaimana? Ini adalah produk dari NHLBI Amerika, atau The National Heart, Lung, and Blood Institute yang telah mempublikasikan hasil penelitian terkait hipertensi sejak tahun 1976.

Sangat kredibel bukan? Pastinya. Yuk kita bahas satu persatu.


1. Tekanan Darah Normal Menurut WHO


World Health Organization atau WHO, mengklasifikasikan tekanan darah dalam 6 klasifikasi, yaitu Tekanan darah optimal, tekanan darah normal, pra hipertensi, hipertensi ringan, sedang dan berat.

Selengkapnya mengenai klasifikasi tersebut bisa dilihat pada tabel dibawah ini :
Kategori
Tekanan Sistolik (mmHg) Tekanan Diastolik (mmHg)
Tekanan Darah Optimal
120
80
Tekanan Darah Normal
120 - 130
80 - 85
Pra Hipertensi 
130 - 140
85 - 90
Hipertensi Ringan
140 - 160
90 - 100
Hipertensi Sedang
160 - 180
100 - 110
Hipertensi Berat
> 180
> 110
Jadi, menurut WHO, tekanan darah yang normal berkisar antara 120/80 mmHg - 130/85 mmHg. Adapun tekanan darah yang optimal menurut WHO adalah 120/80 mmHg.

2. Tekanan Darah Normal Menurut AHA


Berbeda dari WHO, American Heart Association (AHA), membagi tekanan darah menjadi 5 bagian yang terdiri dari tekanan darah normal, elevasi, hipertensi tingkat 1, 2 dan tingkat 3.

Berikut pemaparan dari masing-masing bagian tersebut:
Kategori
Tekanan Sistolik (mmHg)
Tekanan Diastolik (mmHg)
Tekanan Darah Normal
< 120
dan
< 80
Tekanan Darah Elevasi
120 - 129
dan
< 80
Hipertensi Tingkat I 
130 - 139
atau
80 - 89
Hipertensi Tingkat II
140 atau lebih
atau
90 atau lebih
Hipertensi Tingkat III
> 180
dan/atau
> 120
Jadi, menurut AHA  - American Heart Association - , tekanan darah yang normal adalah kurang dari 120/80 mmHg.

Sedikit tambahan, tekanan darah yang kurang dari 110/70 mmHg, termasuk kedalam tekanan darah rendah atau hipotensi.

Tekanan darah normal menurut AHA

3. Tekanan Darah Normal Menurut JNC 8

Kategori
Tekanan Sistolik (mmHg)
Tekanan Diastolik (mmHg)
Tekanan Darah Normal
< 120
dan
< 80
Pra Hipertensi
120 - 139
atau
80 - 90
Hipertensi Tingkat I 
140 - 159
atau
90 - 99
Hipertensi Tingkat II
> 160
atau
> 100
Sedangkan menurut JNC 8 - Joint National Comittee 8 -, tekanan darah yang normal adalah kurang dari 120/80 mmHg. Angka ini sama dengan angka yang diungkapkan oleh AHA.

Nah itulah kiranya beberapa referensi yang bisa dijadikan rujukan dan patokan dalam mengukur tekanan darah.

Mana yang sebaiknya dijadikan patokan dari ketiga referensi tersebut?

Semuanya sama. Namun ada baiknya jangan membuat kesimpulan sendiri. Selalu kontrol tekanan darah secara berkala dan konsultasikan dengan dokter atau perawat mengenai hasil pengukuran tersebut.

Tekanan Darah Normal Berdasarkan Usia


Nah selain referensi diatas, tekanan darah juga digolongkan berdasarkan usia.

Menurut HighBloodPressureInfo.org, tekanan darah ideal adalah 120/80 mmHg. Namun meskipun begitu, tekanan darah cenderung meningkat seiring dengan meningkatnya usia.

Hal ini dikarenakan terjadinya proses yang dinamakan degenerasi sel, yang secara sederhana dapat dikatakan sebagai pelemahan atau kemunduran fungsi dari sel dikarenakan proses penuaan.

Sehingga, tekanan darah dapat berbeda anak-anak dan remaja, atau antara orang dewasa dengan lansia. Yuk bahas satu-persatu.

1. Tekanan Darah Normal pada Anak


Tekanan darah normal pada anak dibagi dalam tiga kategori berbeda. Yaitu kategori pertama (usia 3-5 tahun), kategori kedua ( usia 6-9 tahun) dan kategori ketiga (usia 10-12 tahun)

Tekanan darah anak usia 3-5 tahun


Untuk anak dalam rentang usia 3-5 tahun, American Heart Association dan American Academy of Pediatrics menyebutkan batas sistolik berkisar antara 104-116 dan batas diastolik antara 63-74.

Jadi, untuk anak usia 3-5 tahun batas terendah tekanan darah adalah 104/63 mmHg, dan batas tertinggi adalah 116/74 mmHg.

Tekanan darah anak usia 6-9 tahun


Pada usia ini, masih menurut kedua sumber diatas, batas sistolik berkisar antara 108-121 dengan batas diastolik antara 71-81.

Sehingga, batas tekanan darah terendah untuk anak usia 6-9 tahun adalah 108/71 mmHg dan batas tertingginya adalah 121/81 mmHg.

Tekanan darah anak usia 10-12 tahun


Sedangkan untuk anak usia 10-12 tahun, kisarannya berada pada angka 114-127 untuk angka sistolik, dan 77-83 untuk angka diastolik.

Sehingga, batas bawah tekanan darah anak usia ini adalah 114/77 mmHg dengan batas tertinggi 127/83 mmHg.

2. Tekanan Darah Normal pada Remaja dan Dewasa


Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tubuh, tekanan darah juga mengalami peningkatan. Idealnya, untuk rentang usia remaja - dewasa, tekanan darah ideal adalah 120/80. Idealnya seperti itu.

Namun, angka tersebut dapat lebih rendah ataupun lebih tinggi tergantung dari kondisi kesehatan dan berbagai faktor penyebab ketidaknormalan tekanan darah.

Untuk remaja usia 14-19 tahun, batas minimal tekanan darah adalah 105/73 mmHg, dengan tekanan darah ideal 117/77 mmHg dan batas maksimal 120/81 mmHg.

Angka ini bertambah seiring dengan bertambahnya usia.

Nah,sebagai referensi, berikut rentang darah minimal, normal dan maksimal untuk usia remaja dan dewasa berdasarkan American Heart Association.

Tekanan darah

3. Tekanan Darah Normal pada Lansia


Seseorang dikatakan lansia (lanjut usia) jika sudah berusia lebih dari 60 tahun. Dalam usia ini, tekanan darah rata-rata berkisar antara 130/80 mmHg sampai 134/87 mmHg.

Lebih dari itu, menurut The Merck Manual of Geriatrics, bisa dikatakan hipertensi, yaitu 140/90 atau lebih.

Selain itu, data menunjukan, bahwa 2/3 lansia di negara berkembang cenderung mengalami hipertensi sistolik, yaitu keadaan tekanan darah tinggi dimana terjadi peningkatan hanya pada tekanan sistolik saja, yaitu angka atas atau angka yang disebut pertama dalam tekanan darah.

4. Tekanan Darah Normal Ibu Hamil


Ketika hamil, tekanan darah cenderung untuk berubah-ubah. Ini dikarenakan karena proses adaptasi tubuh untuk mengakomodasi perkembangan dan pertumbuhan janin.

Namun tidak menutup kemungkinan dalam masa 9 bulan tersebut, ibu hamil juga dapat mempunyai tekanan darah yang ideal.

Menurut AHA (American Heart Association), ketika hamil, hipertensi dapat terjadi. Nah hipertensi ini dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu hipertensi kronis dan hipertensi kehamilan.

Hipertensi kronis terjadi ketika tekanan darah melambung tinggi sebelum kehamilan terjadi. Dokter juga mungkin akan memberikan diagnosa hipertensi kronis ketika ibu hamil mengalami hipertensi dalam 20 minggu pertama kehamilan.

Sedangkan,

Hipertensi kehamilan terjadi setelah 20 minggu kehamilan. Kondisi ini, menurut sebuah jurnal tahun 2016 yang diterbitkan oleh NCBI, tergantung pada usia saat hamil, obesitas atau kegemukan dan riwayat penyakit masa lalu.

Selain hipertensi, saat hamil juga memungkinkan untuk mengalami tekanan darah rendah atau hipotensi.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sistem sirkulasi tubuh yang harus bekerja ekstra demi mengakomodasi tubuh ibu hamil dan juga janin dalam kandungan.

Menurut AHA, keadaan hipotensi ini biasanya terjadi pada 24 minggu pertama kehamilan, yang biasanya dipicu oleh;

  1. Dehidrasi
  2. Diabetes
  3. Gula darah rendah
  4. Masalah jantung
  5. Masalah kelenjar tiroid
  6. Reaksi alergi
  7. Kehilangan darah
  8. Infeksi dan
  9. Malnutrisi, biasanya karena kekurangan asam folat, vitamin B dan vitamin D


Bagaimana menangani tekanan darah yang tidak normal saat hamil?


Karena hipertensi saat hamil dapat membahayakan ibu dan juga janin dalam kandungan, karenanya tekanan darah harus di monitor secara ketat.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara mengecek tekanan darah secara teratur, bisa seminggu sekali atau sebulan sekali tergantung kondisi.

Atau, konsultasi dengan dokter kandungan Anda.

Konsultasi ini bisa dilakukan bersamaan ketika Anda melakukan kontrol kandungan, yang biasanya dokter akan melakukan tes USG kehamilan untuk memastikan bahwa buah hati Anda tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pengobatan hipertensi juga mungkin diberikan oleh dokter, tergantung pada tipe dan tingkat keparahan hipertensi yang dialami.

Nah untuk hipotensi sendiri biasanya tidak membutuhkan penanganan yang begitu berarti. Dokter mungkin hanya akan memberikan saran agar berhati-hati agar tidak jatuh ketika akan berdiri karena keadaan hipotensi dapat menyebabkan kelemahan.

Selain itu, dokter juga mungkin akan menyarankan untuk;

  • Minum lebih banyak air putih
  • Menggunakan compression socks atau stocking elastis
  • Mengkonsumsi lebih banyak garam terkontrol
  • Mengurangi aktifitas berdiri
  • Memperbanyak istirahat

Nah itulah seputar tekanan darah. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan. Jika ada yang ingin di sampaikan atau ditanyakan, silahkan gunakan kolom komentar dibawah.

Thanks for reading!


Sumber gambar : pixabay

10 Komentar untuk "Tekanan Darah Normal Menurut WHO, AHA, dan JNC 8 serta Tekanan Darah Berdasarkan Usia"

  1. Jadi pantas saja apapun keluhan saat kita berobat ke dokter atau tim medis lainnya selalu diawali dengan tensi dulu ya ... menurut aku sih setelah membaca artikel di atas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu alasannya sudah dijabarkan diatas hehe

      Hapus
  2. Tekanan darah saya normal, masih berkisar 120/80 mmHg sampai 130/85. Saya sering konsultasi dengan bidan, karena pacar saya seorang bidan. Gratis jadinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah pacar plus2, perawat hati plus perawat kesehatan haha

      Hapus
  3. Kalau di Indonesia, pakai acuan yang mana? Kirain hanya satu acuan saja, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu semuanya acuan yang lazim dipakai di Indonesia, yang mana yang dipakai tergantung masing-masing orang, dokter, perawat atau instansi masing-masing ...

      Hapus
  4. kalau masalah tekanan darah terkadang saya kurang mengerti mas, mana yang bagus atau normal.

    Baca info diatas saya mulai mengerti.

    Sebagai blogger tekanan darah terkadang tidak stabil, apalagi jumlah klik iklan tidak menentu dan hutang diwarung sudah menunggu untuk dibayar.

    BalasHapus
  5. kalo sha justru td nya rendah terus nih mas..

    BalasHapus
    Balasan
    1. gpp mbak sha, karena literally tiap orang pasti beda-beda ...

      Hapus