Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Move On

Sebuah Perjalanan Panjang Bernama Move On

Sepanjang 25 tahun hidup saya sampai detik dimana saya menulis artikel ini, hanya ada satu perempuan yang berhasil mengajak saya untuk pergi nonton ke bioskop.

Dia adalah Sarah ...

Perempuan pertama yang berhasil membuat seorang kutu buku seperti saya merasakan jatuh cinta dan sakit hati secara sekaligus dan teramat sangat.

Pertemuan dengannya seperti pertemuan dalam cerita-ceria ftv.

Saya yang saat itu berstatus sebagai mahasiswa peraih juara I pidato bahasa inggris keperawatan se Jabar-Banten 2012 dan termasuk kedalam salah satu dari 3 mahasiswa yang berhasil terbang ke Filipina untuk studi banding, menemukannya saat seleksi perwakilan kampus untuk perlombaan yang sama pada tahun 2014.

Tak disengaja memang.

Karena pada waktu itu, saya diminta untuk memberikan penilaian juga terhadap para mahasiswa yang mengikuti seleksi.

Dia berhasil membuat saya terpukau dengan pidatonya, yang mana harus saya akui, dia jauh lebih baik dari saya dalam beberapa hal.

Tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya. Apalagi dengan status saya sebagai mahasiswa senior dan pernah menjuarai lomba tersebut.

Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Tak beberapa lama kemudian, kami pun memutuskan untuk berpacaran.

Berpacaran dengannya bak cerita-cerita dalam dongeng kerajaan.

Apalagi, ketika dia berhasil menjadi suksesor saya dengan meraih juara terbaik I perlombaan yang sama pada tahun 2014 tersebut.

Sontak, kami berdua bak raja dan ratu kampus.
Catatan
Postingan ini adalah true story dan akan lumayan panjang dan lebay, sehingga jika teman-teman tidak kuat membacanya, silahkan lambaikan tangan pada kamera. Namun jika kurang puas, maaf, jangan hubungi saya. Terima kasih.
Dalam bahasa hiperbola, tak ada satu orang pun di kampus yang tidak membicarakan mengenai kami berdua.

Bangga memang. Namun justru dari situlah masalah mulai berdatangan.
Move On
Numpang eksis di University of Manila Filipina. [dok. pribadi]

"Neng kuliah dari senin - jum'at. Tapi kamis libur kang. Nonton film yuk?" Ujarnya dalam percakapan di Whatsapp.

"Kamis? Nonton film?" Saya kaget.

"Iya, yuk? Jangan kerja mulu. Jangan dianggurin mulu nengnya. Katanya mau ketemu? Ada film baru, kayaknya seru. Meet me after sunset." Jawab dia gombal.

"Yo wis, a usahakan bisa libur ya."

Sulit memang untuk menolak ajakannya. Setelah lebih dari satu tahun menjomblo, kini datang seorang wanita yang begitu pas di hati.

Saya mengenalnya sekitar 3 tahun yang lalu.

Saat itu saya sudah berstatus alumni, dan dia baru masuk sebagai mahasiswa baru. Kebetulan, dia juga salah satu pengurus angkatan mahasiswa baru tersebut.

Masih teringat bagaimana dulu saya pernah memarahinya perihal orderan alat kesehatan untuk mahasiswa baru yang mana terjadi kesalah fahaman. Namun saat itu, perasaan ini biasa saja. Tidak ada yang spesial.

3 tahun berlalu, saya kembali bertemu dengannya.

Tentu saja, telah banyak yang berubah. Kepompong yang dulu saya marahi, kini telah menjadi sebuah kupu-kupu yang amat sangat indah.

"Ini kang ..." Ujarnya seraya menyodorkan sebuah ballpoint.

Banyak sebenarnya yang menyodorkan ballpoint waktu itu. Ya, saat dimana saya mendapat telepon untuk menjadi dosen tamu entrepreneur di almamater saya.
nursepreneur nerslicious
Ternyata, jadi dosen itu tak semenyenangkan yang saya kira. [dok pribadi]

Hari itu, sabtu, dan saya lupa tanggalnya. Karena kebetulan saya lupa untuk membawa ballpoint. Jadinya saya meminta tolong kepada mahasiswa untuk meminjam ballpoint.

"Ini kang ..."

Sebuah suara yang tak asing dan pernah saya dengar. Pun ketika saya melihat raut wajahnya.

Sekilat kenangan hadir dalam fikiran. Namun walau begitu, saya belum menyadari bahwa yang meminjamkan ballpoint kepada saya adalah wanita yang sama yang saya marahi 3 tahun yang lalu.

Saya menyadarinya setelah selesai mengajar dan memesan segelas kopi hitam panas di kantin kampus.

Sungguh. Adalah sebuah kejutan tak terduga ketika dia datang dan duduk tepat disamping saya.

"Kang, aku kan sebentar lagi lulus. Menurut akang bagusnya kerja dulu apa langsung kuliah?" Tanyanya tanpa basa basi dan tanpa canggung sedikitpun.

Saat itulah saya menyadari bahwa dialah yang saya marahi 3 tahun lalu. Namun, saya lupa siapa namanya.

Waktu serasa berputar melambat saat itu. Entah kenapa. Ada sebuah perasaan yang tiba-tiba hadir, menelisik dalam sunyi, dan hadir begitu indah dalam hati.

Ingin rasanya hati berkata, namun mulut begitu kelu. Hingga akhirnya saya hanya mampu terdiam.
move on nerslicious
... and there's no too perfect to get heart break. [pexels]

"Ya sudah. I'm done with you. I'm so done with you. We're done!" Ujarnya dalam tangis.

Saya hanya bisa terdiam. Tak mampu lagi berkata-kata.

Saya telah berusaha mempertahankannya. Segala cara telah saya lakukan. Namun apa daya. Semuanya sia-sia.

Perih memang. Mendapati kenyataan bahwa orang yang paling saya sayangi adalah orang pertama yang akan pergi.

Hampir 3 tahun bersama seakan menjadi sebuah kesia-siaan yang tak seharusnya terjadi.

3 tahun seakan tak cukup untuk saling memberi, saling percaya dan saling mengerti satu sama lain.

Saya takkan menyalahkannya. Saya juga takkan menyalahkan diri saya sendiri. Karena memang tak ada yang perlu disalahkan.

Ini adalah bagian dari sebuah hukum dunia. Dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan.Saya mencoba tegar. Mencoba meraih kembali kepingan-kepingan hati yang telah berserakan.

Namun ternyata hal tersebut begitu sulit.

Beberapa kali saya mengemis belas kasihannya. Satupun tak ada yang digubrisnya. Keterlaluan memang. Ya saya keterlaluan.

Menyakiti diri sendiri, memupuk harapan, yang sudah saya ketahui hal tersebut hanya akan berujung perih.

Apalagi ketika suatu hari, dengan senyum yang pernah saya miliki beberapa minggu kebelakang, dia memamerkan lelaki barunya melalui salah satu media sosial.

Hancur? Ya! Sangat hancur.Kembali diri ini mengemis cinta. Namun semuanya berakhir sia-sia.
nugraha fauzi nerslicious
... dan saat perasaan itu hadir kembali menghiasi hati. [pexels]

"Malah bengong. Kang ih, gimana?"

Saya tergugup. Entah berapa detik saya melamun didepannya. Dia masih duduk disamping saya. Dan masih juga cantik.

Ah perasaan macam mana pula ini ...

"Oh iya, maafkan. Gimana tadi gimana?" Saya mencoba menghadirkan kembali kesadaran saya yang sempat terdistraksi kedalam alam fikiran saya sendiri.

"Ihh, kan gini ... aku kan ...."

Hening ... begitu hening, semuanya melambat. Saya bahkan bisa mendengar dengan sangat jelas suara degup jantung saya sendiri.

Lub ... itulah suara detak jantung pertama yang begitu sangat jelas terdengar.

Begitu terasa bagaimana denyutan pertama tersebut membuat darah kotor dari seluruh tubuh masuk kedalam jantung melalui vena cava superior lalu masuk kedalam atrium kanan ...

... sebelum akhirnya katup trikuspid membuka dan membuat seluruh darah yang berada di atrium kanan masuk kedalam ventrikel kanan.
anatomi fisiologi jantung manusia
... kenapa aku selalu berdebar memikirkanmu?

Saya tak bisa menangkap apa yang dia ucapkan. Begitu lambat, namun sangat manis dan membuat saya tak mampu mengalihkan pandangan darinya.

Waktu masih terasa begitu lambat, dan saya tahu, perjalanan ini masih panjang ...

Dub ... suara kedua denyut jantung kembali terdengar jelas walau tidak sekeras dari suara jantung pertama.

Namun sangat terasa bagaimana darah dari ventrikel kanan mulai masuk kedalam arteri pulmonalis sebelum akhirnya masuk kedalam  paru-paru untuk di oksigenasi.

Bahagia rasanya ...

.. memandangnya, melihat bagaimana hitam kedua matanya begitu serasi dengan indah senyumannya dihiasi lesung pipit merah muda diantara keduanya.

Darah segar mengalir, mempengaruhi kerja otot-otot dan sistem syaraf dalam tubuh yang sedang dipenuhi oleh oksitosin.

Adrenalin membuatnya menjadi lebih cepat sehingga darah yang telah mendapatkan oksigen dengan cepat masuk kembali kedalam jantung melalui vena pulmonalis ...

Hormon vasopresin mulai menunjukan reaksinya ...

... Saya mulai berkeringat tak karuan. Bahkan beberapa tetesannya mulai mengalir dari kening menuju ke pipi.

Saya menginginkan semuanya dapat cepat berlalu, namun darah masih terus masuk melalui vena pulmonalis menuju ke atrium kiri sebelum akhirnya katup mitral terbuka dan darah dapat masuk ke ventrikel kiri.

Tangannya mulai bergerak. Saya tahu. Dia akan menepuk saya dan membuyarkan semuanya. Namun saya masih menikmatinya, please ... biarkan saya merasakan perasaan ini sampai selesai.

Lub ... suara jantung pertama kembali terdengar jelas.

Tangannya masih bergerak dan sudah semakin dekat. Saya tak tahu apa yang harus dilakukan. Waktu masih saja berjalan lambat dan tubuh ini masih belum bereaksi ...

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang juga.

Katup aortik mulai terbuka. Ini memungkan darah dari ventrikel kiri untuk masuk kedalam aorta sebelum akhirnya dialirkan ke seluruh tubuh.

Dub ... suara yang kedua. Dan keringat masih terus bercucuran walau tidak sehebat yang pertama.

Sedari tadi otak bereaksi cepat dengan melepaskan dopamin yang secara psikis mempengaruhi tingkat emosinal saya dalam bereaksi dan merespon sesuatu.

Belum lagi hormon oksitosin yang dikenal sebagai hormon cinta begitu meledak-ledak setelah dopamin bereaksi.

Ia mengaktifasi sistem otak untuk menginisiasi pelepasan adrenalin

Bahkan dalam waktu sepersekian detik tersebut, saya bisa mengingat ungkapan seorang seksolog terkenal Kat Van Kirk, Ph.D :
Setelah hormon dopamin dan oksitosin dilepaskan, efeknya akan seperti kecanduan obat. Semakin banyak waktu yang And habiskan bersama orang yang membuat Anda jatuh cinta, Anda akan semakin ketagihan.
Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat, hanya sepersekian detik. Namun saya merasakannya seperti berjam-jam lamanya sebelum akhirnya satu tepukan di tangan kanan menyadarkan saya.

"Kang ... akang ih!"
nerslicious.com move on
Jika cinta memanggilmu, ikutlah dengannya walau jalan yang kan kau tempuh terjal dan berliku. [pexels]

Saya tersadar, tak seharusnya saya seperti ini. Mengemis cinta pada orang yang tidak lagi menginginkanmu tak ubahnya mengharap senja dikala fajar.

Saya harus bangkit. Masih banyak yang harus dilakukan. Masih banyak yang lebih baik darinya. Bahkan mungkin, saya bisa jatuh cinta seribu kali lebih hebat daripada kepadanya.

"A, bisa bantuin bikin KTI? Sarah nggak ada temen soalnya"

Tak seperti biasanya, setelah hampir 1 bulan menghilang dia kembali hadir. Ingin rasanya saya menolaknya. Namun hati tak mampu berbohong ...

... Saya masih merindukannya.

Tentunya, dengan secercah harapan bahwa mungkin saja kali ini saya dan dia bisa kembali bersama.

"Ya, datang saja kerumah." Jawab saya singkat.

Hari hari selanjutnya begitu sangat berwarna. Saya kembali bisa merasakan hadirnya dalam hati, melihat senyum dan merasakan kemanjaannya.

Saya menemukan kembali artinya hidup setelah sempat remuk dan bahkan hilang. Harapan kembali menggelora.

Saya bahkan sudah menyiapkan kejutan khusus untuknya saat wisuda nanti.

Namun ternyata semuanya hanyalah semu belaka. Tepat setelah KTI selesai, dia menerbitkan sebuah foto bersama lelaki dalam salah satu akun media sosialnya.

Ingin rasanya saya mencabik-cabik diri saya sendiri. Untuk yang kedua kalinya harapan saya pupus. Bahkan mungkin hancur tak bersisa.

Entah apa yang harus saya lakukan.

Hari itu juga, saya lari dari rumah. Tentunya dengan membawa sekotak kecil kejutan untuk wisudanya.

Saya tak tahu harus kemana, yang jelas saya ingin pergi sejauh-jauhnya. sampai akhirnya, kaki tak mampu lagi melangkah dan hanya terduduk diam diiringi debur ombak yang saling bersahutan kian kemari.

Kembali saya menerawang masalalu. Membangkitkan kenangan-kenangan manis nan indah saat bersamanya.

Lama mungkin, sampai tak terasa air mata telah membanjiri hati dan fikiran saya.

Saya terdiam cukup lama. Kosong, hampa dan tanpa daya. Sebelum akhirnya kotak kecil yang masih tergenggam erat ditangan kanan melesat terbang kearah deburan ombak ...

... lalu hanyut dan menghilang ditelan arus balik ombak kelautan lepas.
nerslicious.com
... and I love you the way you are and the way I'm. [pexels]

"Oh iya maaf maaf ..." Saya mencoba menghadapi realitas yang ada didepan saya. Mengumpulkan segenap kesadaran untuk menjawab pertanyaannya ...

... "lebih baik kuliah dulu. Karena percuma nanti pun setelah kerja di rumah sakit, bakalan ada tuntutan buat melanjutkan ke S1. Tapi tergantung sih, maunya seperti apa."

Fiuuuhhh ... akhirnya keluar juga. Lega rasanya setelah tadi merasakan sensasi yang begitu dahsyat direlung hati.

"Akang jangan cepet-cepet bicaranya, aku nggak bisa nangkep ..." Ujarnya sambil tertawa.

Ah begitu manis ... Kembali waktu melambat dan semuanya menjadi hening ...

Namun saya berhasil menguasai diri sebelum terdistraksi lebih jauh. Kembali saya mengulang jawaban yang tadi dengan kontrol suara dan nafas yang nyaris sempurna.

"Oh gitu ya, iya sih aku juga pengennya kuliah dulu. Tapi kasian orang tua, keluar biaya mulu." Lanjutnya menanggapi jawaban saya sambil tersenyum menutup mulut dengan tangan kanannya.

"Eu ..." Saya ingin bertanya padanya, namun belum sempat kata pertama keluar, dia sudah berkata lagi.

"Yaudah atuh kang, maaf ganggu waktunya dan makasih ya sarannya. Ntar aku ngobrol dulu sama mama." Sambil berkata, dia bangkit dari kursinya dan meninggalkan saya yang masih terduduk bisu.

"Aku ke kelas dulu ya kang, Assalamu'alaikum ..." Ujarnya dengan senyuman yang seakan tak pernah lepas dari mulutnya.

"Wa'alaikum salam ..." saya menjawabnya dengan sedikit tergagap ...

Saya melihatnya berjalan menjauh menuju ruangan kelas. Entah kenapa kali ini waktu seakan begitu cepat berlalu. Bahkan untuk sekedar menanyakan namanya pun saya belum sempat!

Setelah dia pergi, saya mencoba mengingat-ingat namanya. Namun tak kunjung berhasil. Saya menyeruput kopi hitam panas yang tadi saya pesan hingga tinggal setengahnya lagi.

Berharap bahwa kafein bisa membantu saya mengingat awal mula kenalan dengannya 3 tahun silam. Namun walau bagaimanapun saya mengingat-ingatnya, tetap saja tak membuahkan hasil.

Nihil ...

... akhirnya karena penasaran, saya bertanya kepada teman saya yang sedari tadi menemani saya ngopi di kantin. Sebut saja namanya Tendi.

"Ten, siapa namanya yang barusan, tau nggak?"

Dia tertawa cukup nyaring mendengar pertanyaan saya sambil berkata kenapa tadi nggak ditanyakan langsung.

Saya hanya tersenyum. Sebagai seorang sahabat yang selama di bangku kuliah selalu bersama, dia pasti sudah faham kenapa saya menanyakan nama perempuan yang tadi.

Sambil terus menggoda saya untuk move on dan memacari perempuan yang barusan pergi, dia menjawab ;

"Namanya ..........."

***

Bersambung ....

35 komentar

wah pandai sekali mengakhiri sebuah cerita bersambung pada saat seru-serunya

waduw bersambung lagi....positif thingking saja kalau ga jadi berarti bukan jodoh terbaik, akan datang wanita yang lebih baik.penghibur hati he.. move on

Widih, ternyata raja kampus yaa? Tiga tahun yg silam, itu melamun kok bisa bnyk gitu yaa sebelun kembali sadar lg, eh gmn tadi? Haha

hebat kisahnya. dan pengakhiran yang bikin penasaran. mantaps

rasanya kayak baca novel, di akhir bikin penasaran nih haha

Yaa, kok tbc sih, lanjut nih penasaran di ujung tanduk wkwk.

Dia bernama sarah ... Telah membuat akang terpesona tidak hanya karena kecantikannya, tapi juga kecerdasannya hehe

Tenangkan hatimu kang karena Sarah sedang menjemput impiannya hehe

oh ya kalau melamun jangan kelamaan ya dan
hayo spirited spirit again tuh memory of campus king temukan ratu kampusnya hehe

Raja dan ratu kampus pasti jd sorotan karena pasangan fenomenal tuh. Pintar dan menawan.. Behh lengkapnya 😀

Penjelasan jatuh cinta dg bahasa sainsnya menarik banget. Berasa kuliah dg dosen yg berjiwa muda hehe

Next episodenya ditunggu banget nih

widihhh prestasinya patut diacungi jempol.....

sepertinya sosok idaman wanita bgtz tuch mas..... tapi kok pakai acara sambung tulisannya. :) pasti mau bikin kami pnasaran..... :)

Keren kisahnya mas Fauzi
harus belajar nih saya dari suhunya

aku mau komen University of manila
itu masih masuk Makati apa Manila City ya, hehehe
hadu mas iya nanggung padahal aku senarapan sama terusannya
ditunggu

Gokil nih cerita nya, kalo saya gambarkan ya, ini kalau di buat jadi sebuah film pasti banyak slow motion nya..
Semoga di cerita selanjutnya sukses menjadikan wanita yg selanjutnya sbg pasangan hidup..

Orang yang mencintai pasti akan menanggung resiko kebencian, ketika ditinggalkan akan beresiko untuk merindukannya kembali, cinta bisa berubah kapann saja bung... seperti cinta neng lal akepada saya, tapi saya selalu mikir bahwa nama saya masih ada dalam pikirannya,
Manusia tidak bisa mengendalikan hatinya dengan baik, kadang tiba - tiba bisa jatuh cinta kepada orang yang katanya biasa2 saja,
Mungkin gak sih yah orang yang dulu pernah ngejar2 kita, masih memikirkan kita saat ini ??? padahal orang yang dia kejar malah menghindar dan mengacuhkannya, karena merasa berbeda status sosialnya.. hahaha
Saya follow yah blognya.. :D nice post

kisah yang sangat memilukan hehee tapi saya fokus sama jalan2 gratisnya ke manila haha

Aweeeee
Perawat banget yaaa gombalnya. hahahahha

Ceritanya mengandung ilmu biologi yang telah kulupa.
Sistem peredaran darah pendek apa panjang apa gimana ya hahahhaa

Relatable banget ini mah
First, aku dan mantan ku pun pernah juara english speech
second, aku pun belum terlalu bisa move on sampai sekarang. HAHAHAHHA

Btw Aku lagi S2 kesmas
Salam blogger dan salam kenal kang fauzii

Setuju tuh sama mba Anggun. Keren pisan ini mah. Seorang perawat yang membahas tentang cinta dengan bahasa ilmiah begitu, wow..., sesuatu banget.

Aduh, lagi asyik-asyiknya malah bersambung.

kisah cinta memang asam manis kata orang sih

Cieeee cieeee bacanya serasa mengingatkan saya jaman dulu sebelum menikah. Dan suami saya adalah orang pertama yg bisa bkin saya langsung jatuh cinta tanpa pacaran dan kini setelah menikah dia membuat saya merasakan berkali2 namanya jatuh cinta padanya *jadi curcol ��

Ah kurang romantis, sapaannya paka kang, AA dong biar kelihatan gimana gitu. Sewaktu saya dulu punya pacar orang kuliahan, wuih romantis, kemana-mana lengket. Aa dan neng, itulah sapaannya.
Ah membaca artikel ini jadi mengingatkan masa lalu.

Bisa menjadi lima film :D

Nih cocok nih dijadiin movie
Super bukan saya loh cowok yang bersama foto dia

weee ? kaya sinetro aja ya,,,, giliran sampai pada adegan aktion yang mendebarkan eladalah....muncul tulisan mersambung....baca kisanya akhirnya putus g bisa tuntas dong...

Jadi selama 25 tahun yang berhasil ngajak nonton ke bioskop cuma Sarah? Wah, kok bisa, padahal kalau tiketnya dibeliin namanya nolak rejeki wkwkwk :D

Ceritanya mengandung kadar baper yang sangat tinggi, bisa menimbulkan efek dag-dig-dug-dag-dig-duk yang luar biasa bagi pembaca. Ini cerita yang sangat "berbahaya". 😂

OH sarah kenapa engkau mengecewakan mas ini haha.

Kenapaa pula saya baca ini malam-malam? Jadi baper 😂

Saya juga suka berdebar, kalau minum kopi asli yang kental ...ah, rasanya jadi deg-degan. Ternyata jantung ini sudah enggak kuat lagi sama yang namanya kopi hihihi..:)

Move on, Mas...perempuan enggak cuma satu. Lebih baik dicintai daripada mencintai #eh salah. Paling baik ya saling mencintai ..:)

awal nonton aja udah ngajakin nonto film romance

Ayooo move on,, perempuan masih banyakk.. Jangan bersedih kang.. Aduh saya jadi ikutan manggil kang wkwkkw.. Intinya mah jangan pernah mencintai terlalu berlebihan ya kang.. Mencintai full ketika sudah menikah aja ya akang.. Semoga diberikan yang terbaik untuk hubungannya yaa

cie... juri jatuh cinta sama peserta pidato, ehm.. love at the first sight kayaknya ya.

kesialan tersendiri udah enak2 baca sampai akhir taunya ceritanya bersambung, ya sudahla.. di tunggul lho ya cerita selanjutnya.

Ini teh bisa jadi novel, ternyata pak dosen bisa punya cerita romantis juga ya, sampai istilah keperawatannya keluar juga

Sengaja, keseringan nonton sinetron ini wkwkwkw

Suudzan saja ya mas, ahh semoga bisa jadi yang terakhir ya, amiinnn

Gara gara cinta sih jadi gitu haha
Terus ya biar taste nya kerasa bang wkwkwkwk

Ini artikel kebanyakan nonton sinetron, jadi endingnya kyk gitu, biar dramatis2 gmna gitu bang wkwkww