Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin

- Desember 13, 2017
peran perawat

Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin - Dopamin merupakan obat vasopresor dan agens inotropik yang biasanya digunakan pada kasus-kasus emergensi seperti syok dengan CRF, infark miokardial atau gagal ginjal.

Dikarenakan kerasnya obat, ketatnya dosis dan banyaknya efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaannya, sebagai seorang perawat yang berinteraksi secara langsung 24/hari dengan pasien dalam keadaan apapun, perawat haruslah mengetahui peran dan fungsinya secara jelas dan benar sesuai peran dan fungsinya sebagai salah satu tenaga kesehatan profesional.

Salah satunya yaitu peran dan fungsi perawat dalam pemberian obat-obatan. Sehingga, fungsi kolaboratif bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Berikut adalah Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin dalam pemberian asuhan keperawatan;

Pengkajian


  1. Kaji tekanan darah, nadi, RR, EKG dan parameter hemodinamika setiap 5 – 15 menit selama dan setelah pemberian. KONSUL dokter jika ada  perubahan TTV yang signifikan.
  2. Pantau haluaran dengan sering selama pemberian. KONSUL dokter jika haluaran urin berkurang.
  3. Palpasi nadi perifer dan kaji tampilan ekstremitas secara rutin selama pemberian. KONSUL dokter jika kualitas nadi memburuk dan bila ekstremitas menjadi dingin dan lembab.
  4. Bila terjadi hipotensi, kecepatan pemberian HARUS ditingkatkan. Bila hipotensi menetap, KONSUL dokter untuk pemberian vasokonstriktor yang lebih kuat (Norepinefrin)
  5. Toksisitas dan Overdosis : Bila terjadi hipertensi berat, kecepatan infus HARUS dilambatkan atau dihentikan sementara sampai tekanan darah berkurang. KONSUL dokter untuk pemberian fentolamin jika hipertensi tidak turun.

Diagnosis Keperawatan Potensial


  1. Penurunan curah jantung (indikasi)
  2. Gangguan perfusi jaringan (indikasi)

Implementasi


  1. Hipovolemia HARUS dikoreksi sebelum pemberian Dopamin
  2. Berikan melalui vena besar, dan kaji tempat penyuntikan dengan sering untuk mencegah terjadinya Ekstravasasi.
  3. Jika terjadi Ekstravasasi, filtrasi dengan 10-15 ml NaCl 0,9% yang mengandung 5-10 mg fentolamin.
  4. Infus Kontinu : Encerkan 200-400 mg dalam 250-500 ml NaCl 0,9%, D5W, D5/RL, D5/NaCl 0,45%, D5/NaCl 0,9% atau RL untuk infus IV.
  5. Konsentrasi Infus : Biasanya digunakan 800 mcg/ml atau 0,8 mg/ml (200 mg / 250 ml) dan 1,6 mg/ml (400 mg / 250 ml).
  6. Kecepatan : Berikan dengan kecepatan 0,5 -5 mcg/kg/menit, dan tingkatkan 1 – 4 mcg/kg/menit dengan interval 10 – 30 menit sampai dosis yang diinginkan tercapai (Infusion Pump)
  7. Titrasi Kecepatan pemberian sesuai respons TTV pasien (TD, frekuensi jantung, aliran urin, perfusi perifer, aktivitas ektopik dan curah jantung)
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search