Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin

peran perawat

Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin - Dopamin merupakan obat vasopresor dan agens inotropik yang biasanya digunakan pada kasus-kasus emergensi seperti syok dengan CRF, infark miokardial atau gagal ginjal.

Dikarenakan kerasnya obat, ketatnya dosis dan banyaknya efek samping yang mungkin terjadi karena penggunaannya, sebagai seorang perawat yang berinteraksi secara langsung 24/hari dengan pasien dalam keadaan apapun, perawat haruslah mengetahui peran dan fungsinya secara jelas dan benar sesuai peran dan fungsinya sebagai salah satu tenaga kesehatan profesional.

Salah satunya yaitu peran dan fungsi perawat dalam pemberian obat-obatan. Sehingga, fungsi kolaboratif bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Berikut adalah Peran Perawat dalam Pemberian Dopamin dalam pemberian asuhan keperawatan;

Pengkajian


  1. Kaji tekanan darah, nadi, RR, EKG dan parameter hemodinamika setiap 5 – 15 menit selama dan setelah pemberian. KONSUL dokter jika ada  perubahan TTV yang signifikan.
  2. Pantau haluaran dengan sering selama pemberian. KONSUL dokter jika haluaran urin berkurang.
  3. Palpasi nadi perifer dan kaji tampilan ekstremitas secara rutin selama pemberian. KONSUL dokter jika kualitas nadi memburuk dan bila ekstremitas menjadi dingin dan lembab.
  4. Bila terjadi hipotensi, kecepatan pemberian HARUS ditingkatkan. Bila hipotensi menetap, KONSUL dokter untuk pemberian vasokonstriktor yang lebih kuat (Norepinefrin)
  5. Toksisitas dan Overdosis : Bila terjadi hipertensi berat, kecepatan infus HARUS dilambatkan atau dihentikan sementara sampai tekanan darah berkurang. KONSUL dokter untuk pemberian fentolamin jika hipertensi tidak turun.

Diagnosis Keperawatan Potensial


  1. Penurunan curah jantung (indikasi)
  2. Gangguan perfusi jaringan (indikasi)

Implementasi


  1. Hipovolemia HARUS dikoreksi sebelum pemberian Dopamin
  2. Berikan melalui vena besar, dan kaji tempat penyuntikan dengan sering untuk mencegah terjadinya Ekstravasasi.
  3. Jika terjadi Ekstravasasi, filtrasi dengan 10-15 ml NaCl 0,9% yang mengandung 5-10 mg fentolamin.
  4. Infus Kontinu : Encerkan 200-400 mg dalam 250-500 ml NaCl 0,9%, D5W, D5/RL, D5/NaCl 0,45%, D5/NaCl 0,9% atau RL untuk infus IV.
  5. Konsentrasi Infus : Biasanya digunakan 800 mcg/ml atau 0,8 mg/ml (200 mg / 250 ml) dan 1,6 mg/ml (400 mg / 250 ml).
  6. Kecepatan : Berikan dengan kecepatan 0,5 -5 mcg/kg/menit, dan tingkatkan 1 – 4 mcg/kg/menit dengan interval 10 – 30 menit sampai dosis yang diinginkan tercapai (Infusion Pump)
  7. Titrasi Kecepatan pemberian sesuai respons TTV pasien (TD, frekuensi jantung, aliran urin, perfusi perifer, aktivitas ektopik dan curah jantung)
Advertisement

9 comments

avatar

Saya dengar tentang dopamim ini dari tipi dan baru tau setelah baca penjelasannya di atas

eh BTW template blog kita sama mas Fauzi hehe
dari arlina juga ya

avatar

salam kenal kembali mas, saya suka hal-hal yang berbau kesehatan karena ibu saya juga perawat-bidan dan adik saya dokter. Izin nyimak blognya yaaa

avatar

Ribet ya jadi orang kesehatan?hehe

Iya mas, saya suka design-nya + easy to customize juga. Ya walaupun belum saya kustom, tapi design bawaannya sudah joss. #lagibelajarkodingblog

avatar

Oalah, ibuk-nya perawat juga toh? Sampaikan salam sejawat saya sama beliau mbak ^-^

Silahkan mbak, semoga bisa bermanfaat ^-^

avatar

Halo, salam kenal ya mas.
Wah, aku dapat bacaan bergizi tentang dunia kesehatan. TFS ya.

avatar

Uulasanya mudah di pahami untuk kaum awam tentang dopamim

avatar

Ttp semangat mas fauzi, kita kita yang orang biasa butuh orang kesehatan jg haha

saya juga baru belajar
adem templatenya kayak di kulkas

avatar

Semoga kedepannya berani buat nulis tips kesehatan, resolusi 2018, hehe


EmoticonEmoticon