21 Des 2017

FV Viking dan Eksotisme Pasir Putih Pangandaran

Nerslicious Traveling

"Kapal tersebut merupakan kapal pencuri ikan buronan 13 negara." Terang seorang tukang sewa perahu jukung trayek pantai timur pangandaran-pasir putih yang sedang mengendalikan laju perahu di belakang kami.

Pakaiannya mungkin compang camping, tapi semangatnya ketika menyampaikan hal tersebut begitu menggebu-gebu layaknya semangat pengantin pria membacakan bismillah tanda dimulainya ritual malam pertama.

Dengan satu kaki dinaikan ke badan perahu, tangan kanan memegang tiang penyangga dan tangan kiri berkacak pinggang, ia melanjutkan penjelasannya dengan penuh kebanggaan, "Berbulan-bulan buron, hanya Indonesia yang mampu meringkusnya lalu diledakkan atas perintah dari Menteri Susi."

Saya hanya mengangguk-angguk pelan. Bukan karena mendengar petuah si tukang sewa kapal tadi. Melainkan karena goyangan kapal yang mengiringi arus pantai. Namun dalam hati, saya kagum juga. Hebat ya Indonesia, buronan 13 negara, eh Indonesia malah bisa meringkusnya. Keren bossku!
Nerslicious Traveling
Maafkan perut sepek saya! Wkwkwkwk

Setidaknya, keren lah! Walaupun menurut BBC, kapal tersebut terdampar di pantai Pangandaran "diduga" karena kerusakan mesin. Tapi acung jempol buat Ibu Menteri Susi. Total, sejak Oktober 2014 - November 2017, 363 kapal illegal fishing telah beliau tenggelamkan.

Saya jadi membayangkan bagaimana jadinya kalau beliau menjadi Ketua KPK, pasti miskin koruptor Indonesia. Tangkap tangan - tenggelamkan!
Nerslicious Traveling
Bersenang-senanglah sebelum mantan bersenang-senang sama pacar barunya!

Selagi saya membayangkan mantan jika bisa di tenggelamkan kayak kapal illegal fishing, si tukang sewa perahu yang saya tidak tahu namanya melanjutkan kuliah umumnya lagi. "Spot snorkeling disini bagus-bagus lho. Kebetulan sekarang lagi ada promo." Mulai nih si tukang sewa perahu jukung mengeluarkan jurus-jurus mautnya buat merayu konsumen.

"Biasanya kalau mau snorkeling, on site itu bayar Rp. 40.000,-. Nah sekarang hanya Rp. 25.000,- saja. Jadi sewa kapal PP ditambah snorkeling hanya Rp. 50.000,-. Ini bukan apa-apa sih, biar kalian puas liburannya." Panjang lebar dia menjelaskan. Respon kami? Acuh tak acuh karena sibuk selfie - wefie dan live stream instagram!
Nerslicious Traveling
The world is a book and those who do not travel read only one page. – St. Augustine

Karena kuliah umumnya nggak ada yang menanggapi, nahkoda perahu lantas tancap gas ke tempat tujuan kami yaitu; pantai pasir putih yang letaknya berada disebelah utara dari pantai timur pangandaran.

Untuk menuju ke Pasir Putih, ada dua jalan yang bisa ditempuh;

  1. Bayar : menggunakan perahu jukung sewaan seharga Rp. 25.000/orang PP ( Harga weekend bisa 2 kali lipat) dengan fasilitas pelampung dan berjemur gratis. Perkiraan waktu tiba di tempat tujuan sekitar 10 menit + 5 menit kuliah umum dari nahkoda perahu, jadi totalnya sekitar 15 menit. Belum termasuk waktu tanya jawab.
  2. Gratis : berenang sambil snorkeling dengan fasilitas unlimited water source, gratis bergumul dengan ombak sepuasnya. Perkiraan waktu tiba di tempat tujuan : Tergantung takdir. Disclaimer : Dilarang menganjurkan jalan yang kedua ini pada anak usia dibawah 18 tahun, perempuan hamil dan kaum jones!

Sesuai namanya, pasirnya berwarna putih dengan batu-batuan karang yang tersebar di seantero pantai. Tapi ingat, jangan sekali-kali berani mengambil apapun termasuk pasir dan batu-batu karang dari pasir putih. Bisa kena denda!

"Oalah pak, masa batu karang satu saja nggak boleh toh?" Protes teman saya waktu kami dikasih penjelasan sama pengelola pantainya.

"Ini kan cagar alam dek, begini saja, kalau misalkan adek bawa 1 batu karang ditambah satu botol pasir, terus setiap hari ada 100 orang yang datang dan mengambil batu dan pasir sama seperti adek, bagaimana?" Tukas si Bapak pengelola yang bernama Dadang.

Ah benar juga apa kata si bapak, bisa-bisa gundul ini pantai kalau seperti itu. Hutan sih bisa reboisasi, kepala bisa pakai wig, lah pantai mau bagaimana? Satu hal yang saya pelajari, bahwa setiap perkara yang besar berawal dari hal-hal kecil dan sepele.

Misalnya si joni, padahal cuman liat Hanna Anisa, dari yang tadinya kecil mungil imut, eeh malah jadi besar berotot. Sepele kan? Cuman lihat doang!

Selain eksotisme pasir dengan hamparan batuan karang, di pasir putih pangandaran juga masih terdapat banyak kera yang berkeliaran di sekitar pantai. Awalnya kami juga agak ketakutan melihat begitu banyaknya kawanan kera yang ada disana. Apalagi ketika salah satu tas makanan kami direbut paksa mereka. Apa daya, yo wis di ikhlaskan saja. Huft!
Nerslicious Traveling
Kera Pasir Putih Pangandaran yang lagi sensi, mens kali yak?

Hal kedua yang saya pelajari dari kejadian tersebut adalah bahwa yang saling rebutan kekuasaan, tidak ubahnya seperti kawanan kera lepas yang sedang kelaparan! Tidak peduli apakah itu sanak saudara, teman atau kerabat, sekiranya bisa memuluskan jalan menuju tahta tujuan, korbankan saja!

Apa hubungannya? Entahlah, mungkin efek jengah dari maraknya pemberitaan hoax dan teknik manuver politik di negeri ini. Apalagi ini menjelang pilpres. Ah sudahlah!

Kembali lagi ke kawanan kera yang ada di pasir putih.

Jadi kata pemandu wisata kami, kalau misalkan pengunjung membawa makanan kesana, sebisa mungkin jangan di tenteng atau dimasukan ke kantung kresek. Lebih baik dititip sama penjaga yang ada di lokasi atau meminjam tas yang disediakan dilokasi dekat dengan tempat penyewaan snorkeling glass. Gratis!

Telat sih situ ngasih tahunya!

Tapi walaupun banyak kera, foto-foto atau berenang disana sangatlah aman dan nyaman. Nggak ada kera yang ikut berenang atau minta live streaming instagram.

Seorang perawat yang hobi nulis, merawat, dan jalan-jalan. Penggemar berat sunset, sunrise, dan samudra awan di atas gunung. Penikmat kopi, coldplay, dan juga blackforest brownies. Selengkapnya Tentang Saya

24 komentar

wihh.. namax sama kayak namaq nih... fauzi


bang saya mau tanya.
nama fauzi itu biasanya kece g sih bang orangx??
jawab dari hati yg tedalam bang..

wkwkwk

Yaa!! Dulu sempat kesana sih sob ... Bahkan bajuku pernah dicuri sama kera2 pantai pangandaran..

Namun yang lebih unik kalau menurutku sejarah Goa2 dipangandaran peninggalan belanda..Seram tapi bikin penasaran..😄😄

Ahhhh aku blm pernah kesituuu, udah dong jgn bawa2 mantan muluk, hhh

saya belum pernah kesana
kapal karamnya bagus untuk foto foto
sekalian kalo preweding

kece banget pasti. Kalo nggak percaya, liat aja saya dan muka bang hujan bulan juni, pasti kece! hehehe

Ah mending makanan yang dicuri ya bang daripada baju? Wkwkwkwk
Sayang ga sempet ngobrol sama pengelola goa, keasyikan selfie hahaha

Jadi, kapan mas adi prewed disana? Jasa prewed di saya murah lho mas (promosi) wkwkwk

wah menarik banget itu bangkai kapalnya, jadi pengen ikut explore.

Yok sini mas sini, nggak hanya kapalnya lho, cagar alamnya juga keren2 mas!

setuju happy always jangan kasih cela mantan happy eh haha...seru dan terjangkau ya tempat wisata ini

Sudah ngopi kah hari ini mba? Hehe
Waduh sadis, jangan kasih mantan cela happy wkwkwkwk
Yok sini yok mba hehe

itu bisa jadi lokasi shooting di kapal yang terguling, bikin video ala-ala

Yok bikin yok, Judulnya : Tergulingnya Kapal Mantan hahaha

duhh jadi pengen jalan2 ke pangandaran deh abis liat postingan ini ;)

keren nih tempatnya.. tapi agak was was juga kalau banyak kera.. takut si kera agresif gimana gitu,, hahahah

Serem amat keranya, main rebut paksa hahahaha :p. Kapalnya aku penasaran.. Pgn liat dr dekat.. Hebat lah memang mentri susi ;) ..

Ajak-ajak saya mas, biar ntar saya jadi pawangnya hehe

Kera pelakor kak wkwkwkwk main rebut seenaknya
Dari jauh emang kayaknya eksotis, tapi pas ada di deket kapalnya - apalagi saya naik ke dek nya - ada nuansa serem-serem yang bikin nggak betah lama-lama wkwkwkwk

Wah rumahku jarak satu jam dari pangandaran, tp udh lama gak kesini. Bangkai Kapalnya itu masih disitu aja ya gak dbuang atau gmn gitu, tp cuco jg buat spot foto.

Di tahun ini juga ke Pangandaran, masih ada postingannya di blog.
Kalau dari rumahku dua jam.an lah, berbeda dengan Teh Siti Mudrikah..he

Tapi tergantung kecepatan kendaraannya untuk sampai disana sih, kalau pribadi kecepatan standar aja, yang penting selamat sampai tujuan.

Meskipun sering ke Pangandaran, nggak ada bosennya, terlebih sama keluarga, bisa botram, maen bareng dan lainnya..

Dengan adanya bangkai kapal viking ini, jadi ada background foto tersendiri yang beda ya, Mas..


EmoticonEmoticon