18 Des 2017

Kaleidioskop 2017 : Warna Warni Kehidupan

Nugraha Fauzi

Tak terasa, kini saya telah tiba di penghujung tahun 2017. Tahun yang amat sangat melelahkan, mengharu biru, membanggakan sekaligus spesial.

Begitu banyak yang telah terjadi di tahun ini. Putus cinta, susah move-on, resign dari pekerjaan, pencapaian buku, dan sederet hal-hal lainnya yang ikut mewarnai tahun 2017 ini.

Namun, apa yang membuatnya spesial? Ibarat kamu. Iya kamu! Kamu yang begitu sangat spesial di hati ini, yang pada akhirnya memilih pergi ke lain hati. Ah ...

Pun dengan tahun 2017.

Tahun 2017 spesial karena ia telah menghadirkan begitu banyak warna dalam kehidupan saya selama ini.

Tidak hanya warna-warna yang sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, tapi ia menghadirkan warna-warna baru. Warna-warna yang membuat saya sadar, terpuruk, bahagia, menangis, tertawa dan bangga.

Ibarat kamu. Iya kamu! Yang selalu menjadi kebanggaan, namun akhirnya memilih pergi merajut cinta dengannya.

Ah sudahlah.

Jadi, sampai mana tadi?

Sampai hati kau tinggalkan abang, dek ... hmmm STOP!

Jadi inilah Kaleidioskop saya selama tahun 2017 dimulai dari :

Januari


Bulan yang penuh pertimbangan. Di bulan ini semuanya berawal. Niat untuk resign sudah membulat karena telah difikirkan sedari Oktober 2016. Uang tabungan pun mulai dihitung-hitung lagi. Takut salah perhitungan. Kata-kata untuk alasan resign sudah saya persiapkan dengan matang.

Yang jadi masalah, si "kamu" tadi. Saya mencoba meyakinkannya, bahwa saya benar-benar sudah ingin untuk resign. Namun karena berbagai pertimbangan hati, saya luluh.

"It's a BIG deal, honey ..." Katanya dengan nada suara yang tidak mampu saya jawab lagi. Akhirnya, hanya terdiam dalam sepi.

"Udah malam, aku pulang dulu ya?" Hanya itu yang mampu keluar dari mulut ini. Jalan terbaik saat itu : PULANG.

Berbagai pertengkaran dalam bahtera rumah pacaran kami juga banyak terjadi di bulan ini. Saya yang mulai "tidak betah" karena ingin resign. Dan dia yang "keukeuh" (tetap) dengan pendiriannya agar saya tidak resign.

Akhirnya, berujung dengan percekcokan, males ketemuan, chatting dan sebagainya.

Februari


Masih dengan cerita yang sama. Namun lebih intens, percekcokannya. Belum lagi masalah dalam internal keluarga. Broken home - sorry, it's my privacy -.

Maret


Saya mulai malas untuk berangkat kerja. 1 bulan full di bulan Maret, saya tidak masuk kerja. Banyak alasan yang saya rilis agar tetap bisa bolos kerja. Sakit-lah, ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan-lah, pokoknya banyak.

Di bulan ini, jujur, saya sangat banyak merepotkan rekan kerja saya. Bahkan mereka sampai datang ke kost-an menanyakan kabar dan alasan kenapa tidak masuk kerja.

Oh maret, forgive me!

Si "kamu" apa kabar di bulan Maret? Still : cekcok!

April


Bulan dimana akhirnya saya resign. Siang itu, sekitar pukul 10.00 saya diminta untuk menemui Kepala Bidang di ruangannya.

Singkat cerita, beliau masih berbaik hati menawarkan 2 pilihan kepada saya. Resign, atau tetap kerja dengan membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi perbuatan bolos kerja saya.

Secarik kertas HVS kosong beliau sodorkan kepada saya.

"Pilihan ada ditangan kamu sekarang, tulislah apa yang menurutmu baik untukmu dan keluargamu..." Beliau berkata seraya menyodorkan sebuah ballpoint.

Tanpa ragu, akhirnya saya memutuskan untuk membuat surat pernyataan mengundurkan diri dengan alasan : Tidak dapat saya sebutkan.

Lucunya, si "kamu" juga mengajukan surat resign sebagai pacar saya di bulan ini!

Nugraha Fauzi


Ah, inikah akhirnya? Niat hati ingin lebih meluangkan waktu bersamanya, eh si "kamu" malah resign.

Akhirnya, "saya terima resign-nya dengan segenap kenangan yang telah kita buat bersama".

Bagaimana saksi? Sah?

SAH! Hari itu (saya lupa tanggalnya), saya resmi menyandang status JOMBLO dan juga pengangguran.

Mei


Berusaha untuk move on dari si "kamu"

Juni


Masih berusaha untuk move on dari si "kamu"

Juli


Belum bisa move on dari si "kamu"

Agustus


Masih belum bisa move on dari si "kamu"

September


Sore itu, tanggal 3 September 2017, saya menerima telepon dari sebuah nomor yang tidak saya kenal.

"Iya, wa'alaikumsalam. Ini siapa ya?" Jawab saya

"Zi, ini bapak, Ahmad Purnama. Tim masih ada? Ada proyek buku lagi. Kalau mau, besok ketemu di kampus." Terang orang di telepon yang ternyata Dosen saya sewaktu kuliah di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

"Oh iya, siap pak!" Jawab saya. Singkat padat dan jelas. Klik. Saya tutup telepon tersebut. Itulah awal saya akhirnya move on dari si "kamu" dan fokus menggarap buku bersama Creative@21 team.

Setidaknya, fikiran saya ter-distraksi dari kenangan masa lalu bersamanya.

Oktober


Satu bulan lamanya, akhirnya buku Nursing Pocket Book II berhasil kami selesaikan. Sebanyak 432 eksemplar kami kirimkan ke almamater kami untuk digunakan oleh adik tingkat kami.

Nugraha Fauzi
Nursing Pocket Book II dan Panduan Pemeriksaan Fisik Creative@21 Team

Selain itu, di bulan ini juga kami berusaha untuk menjalin kerjasama dengan beberapa institusi pendidikan keperawatan yang ada di sekitar kota kami, salah satunya Universitas Sebelas April Sumedang dan juga Universitas Jenderal Achmad Yani.

Nugraha Fauzi
Saya berama Bapak Burdahyat,SKM, M.Kep - Dosen STIKES Universitas Sebelas April Sumedang

Di bulan ini juga, salah satu wishlist di tahun 2019 saya tercapai : Menjadi Dosen! Ya, prematur memang, di usia belum genap 25 tahun, saya untuk pertama kalinya merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi dosen dihadapan 120-an mahasiswa!

Nugraha Fauzi
Jeruk makan jeruk! D3 ngajar D3. Yo wis lah ...
Rasanya? Undescribable! But that was soooo incredibly amazing! It was like "Oh my God, really??? I couldn't believe it actually happens!

November


Di bulan ini, sebelumnya saya hendak fokus merevisi buku. Namun, atas saran dari orang tua dan juga sahabat, akhirnya niat tersebut saya tunda dan memutuskan untuk ikut liburan sekaligus pre-wedding session salah satu saudara saya.

Ada beberapa tujuan yang direncanakan. Namun akhirnya, kami memilih untuk ke Pantai Pangandaran sebagai tempat liburan dan juga pre-wedding session.

Akhirnya, dari tanggal 6 - 9 November, kami (Saya, Dicky dan Olisa, Widyan dan juga Yudi) berangkat dan berlibur di Pangandaran. Sebuah pengalaman dimana saya akhirnya menemukan : "Ini lho yang harusnya saya lakukan untuk move on : LIBURAN!"

Disana, saya bisa tertawa lepas, tanpa beban, tanpa banyak fikiran. Ah, dunia terlalu indah, sayang jika hanya dipakai untuk murung berdiam diri. Nikmatilah selagi ada kesempatan!

Nugraha Fauzi
Kapal FV Viking di Pantai Putih Pangandaran

Nugraha Fauzi
Tertawalah sebelum mantan tertawa bersama kekasih barunya!

Sepulang liburan, kami kembali mendapat pesanan kedua dari almamater kami sebanyak 150 ekspemplar, dan total sebanyak 120 eksemplar ke Universitas Sebelas April Sumedang serta 50 eksemplar ke Universitas Jenderal Achmad Yani.

Baca juga ini : Eksotisme Pasir Putih Pangandaran

Sebuah pencapaian yang menurut saya pribadi begitu sangat luar biasa. Tanpa ISBN, tanpa CV atau PT, kami berhasil menghasilkan penjualan sebanyak 752 eksemplar hanya dalam kurun waktu 2 bulan kurang dengan marketing seadanya.

Si "kamu" apa kabar? Entahlah, dia sudah bahagia mungkin!

Hati apa kabar? Alhamdulillah, fraktur hepatikum sudah mulai membaik. Tinggal menata kembali kepingan-kepingan yang berserakan.

Desember


Bulan peneguhan hati. Setelah 4 bulan hibernasi, begitu banyak yang saya abaikan dan korbankan. Di bulan ini, saya sedang fokus di blog, sosmed, revisi buku, persiapan membuat Commanditaire Vennootschap  (CV) untuk Creative@21 team, dan menyusun planning untuk tahun 2018.

Akankah saya kembali ke rumah sakit?

Saya sendiri belum tahu. Namun, hal tersebut telah saya masukan sebagai rencana cadangan. Karena untuk tahun 2018, saya berencana untuk kembali berurusan dengan buku dan tugas : Kuliah. Mudah-mudahan ada jalannya. Amiin

Oh ya, di bulan ini juga, akhirnya salah satu saudara saya yang pre-wedding session nya saya temani, Dicky, melangsungkan pernikahannya pada tanggal 11 Desember 2017 kemarin. Barakallah, semoga menjadi keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan juga Warahmah. Amiinn

Nugraha Fauzi
Barakallah, Samawa for both of you!

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah : Saya kapan?

Insya allah tahun depan. Entah, terserah bagaimana kalian menyimpulkan kata "depan" tersebut. namun yang pasti, jika suatu hari nanti saya menemukannya (baca : jodoh), kapanpun saya siap!

Siap bertemu dengannya maksudnya. Tentunya dengan hati yang telah tertata rapih dan siap ditempati hanya dan hanya olehnya.

Itulah bagaimana 2017 telah membuat banyak warna dalam kehidupan saya. Apapun itu, saya sangat bersyukur atas apa yang telah saya hadapi, alami, dan Tuhan berikan kepada saya selama setahun ini. Semoga bisa menjadi pelajaran dan hikmah agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya.

Terima kasih 2017!

***

Sumber Gambar : [Meme resign : Fajar] [Gambar lainnya : Dokumentasi pribadi penulis]

Seorang perawat yang hobi nulis, merawat, dan jalan-jalan. Penggemar berat sunset, sunrise, dan samudra awan di atas gunung. Penikmat kopi, coldplay, dan juga blackforest brownies. Selengkapnya Tentang Saya

13 komentar

move-nya lama. tapi syukur sekarang udah bisa. eh, itu tebar pesona di mahasiswa ya? hehe...

Tertawalah sebelum mantan tertawa dengan kekasih barunya..

Pencapaiannya banyak.. kalo saya 2017 ini bisa keluar dari zona nyaman pekerjaan saya
bisa memulai blogging dengan blog baru setelah move on dgn bnyak blog terdahulu..

banyak yg belum terlunasi di 2017 dan insyaAllah bisa terlaksana di 2018.

Semoga cepet nyusul ke pelaminan nya bang (jd tamu dan numpang foto) upstt.. enggak lah. Semoga cepet ketemu jodohnya di 2018. Aamiin

Semoga tahun 2018 lebih berwarna lagi hidupnya :)

Yaa!! Apapun itu intinya tahun 2017 tetap banyak membawa sejuta kenangan, meski pun yang baik dan buruk..Tinggal bagaimana kita menghadapi tahun yang baru dan tentunya dengan pacar baru..eeehh!! Salah..😂😂😂 maksudku kehidupan yang baru nanti..😄😄😄

Sekali dayung, dua tiga pulau terlewati, ndak apa-apa kan? Wkwkwkwk

Itu yang namanya memanfaatkan kesempatan semaksimal mungkin mas hehe

Bersenang-senanglah sebelum mantan bersenang-senang dengan kekasih barunya. Dan yang paling penting, menikahlah sebelum mantan menikah dengan kekasih barunya mas! Hehe

Amiinn amiin, semoga tahun depan lebih baik lagi^-^

Akan selalu ada warna baru yang hadir, dan warna lama yang memudar...

Amiinn mas alid ^-^

Pacar baru - nikah - baru muncul kehidupan yang baru ya mas? Doanya saja wkwkwkwk
Aminnnn ^-^

ternyata 4 bulan buat kamu move on :p

Jadi itu teh waktu yang bentar apa lama? Hehe

semoga disegerakan ya, biar gak kapan2 lagi, btw keren udah jadi dosen

Ammiinnn allahumma amiinnn, biar lebaran tahun depan udah gandeng tangan ya mbak? #Tangansiapajadeh
Dosen tamu itu, karena kebetulan kurikulumnya dibuat untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi entrepreneur setelah lulus - dan kebetulan juga saya setelah lulus langsung terjun ke dunia entrepreneur hingga sekarang -, jadinya ya gitu, sebuah kebetulan yang di alhamdulillahkan ^-^

Tetap semangat dan sukses selalu...!!


EmoticonEmoticon