15 Jan 2018

Jembatan Pasifik Sumedang Tempat Nongkrong Kekinian yang Instagrammable

"Nongkrong ah!" Ujar salah satu teman saya memecah keheningan ketika kami sedang mengedit salah satu video wedding di Sabtu sore kemarin.

Memang, jika sedang on laptop, apalagi dikejar deadline pekerjaan, suasana selalu sepi karena kesibukan masing-masing. Ada yang sedang edit foto, ada yang edit videonya, atau bahkan cuman ngabisin kuota lihat trending video di youtube.

Seperti Sabtu kemarin, dari jam 12 siang sampai pukul 4 sore, kami bertiga (Saya - Widi - Rudi) terdiam dalam kesibukan masing-masing. Padahal kami bertiga berada dalam satu tempat.

Akhirnya, karena suntuk, Rudi, mengajak kami untuk pergi keluar dari kesibukan masing-masing.

"Kemana?" Tanya saya pada Rudi yang sudah terlihat out of inspsiration. "Kemana saja, yang penting bisa refresh fikiran." Jawabnya singkat sambil berdiri dan menutup laptopnya.

Melihat gelagatnya, bahaya nih kalau sampai kerjaan nggak beres karena stuck, yo wis akhirnya kami memutuskan untuk pergi ngopi disalah satu warung kopi langganan kami.

Namun ternyata waktu itu warkop sedang penuh.

Apalagi banyak generasi jaman now yang sedang sibuk mainin smartphone-nya, sambil sesekali terdengar suara "An enemy has been slain", atau "Tripple kill!" dari smartphone mereka.

Yo wis fix! Nggak bakalan kondusif. Pemain game tersebut pasti ngerti apa yang saya bicarakan.

"Jadi, kemana?" Ujar saya saat kami kebingungan memilih destinasi nongkrong sore itu.

Untuk di Sumedang, sebenarnya tempat nongkrong banyak. Tapi ya gitu-gitu aja, semuanya sama. Kalau nggak di cafe atau Alun-alun Sumedang, ya di tempat yang ada wifi + colokan listrik. 

"Pasifik yuk?" Jawab Widi yang sedari tadi diam sambil menunjukan foto dari salah satu akun Instagram @inimahsumedang.
Nerslicious - Nugraha Fauzi
Penampakan Jembatan Pasifik Sumedang di Malam Hari. Taken by : @guntursoekarno

Yupz! Foto diatas adalah foto terbaru dari Jembatan Pasifik Sumedang yang sudah direnovasi. Menurut kabar yang beredar, anggaran yang dihabiskan untuk merenovasi jembatan tersebut sebesar 2,8 miliar rupiah.

Tidak berlebihan memang. Mengingat hasil yang didapatkan begitu wah. Megah di siang hari dan cantik mempesona di malam hari.

Tanpa fikir panjang, kami pun langsung menuju ke jembatan tersebut.

Dulu sih tempat ini tidak terawat dengan baik. Apalagi sungai yang mengalir dibawahnya begitu kumuh berawarna coklat dengan bau yang cukup menyengat.
Nerslicious - Nugraha Fauzi
Penampakan Jembatan Pasifik Sumedang sebelum renovasi. Foto by : @sumedangupdate
Dan sekarang, setelah di renovasi yang menghabiskan dana hampir sama dengan besaran biaya jalan-jalan keluar negeri ala Fredrich Yunadi, jembatan pasifik nampak indah dan menawan dengan kedua taman gantung di sisi kanan dan kiri.

Apalagi jika di malam hari.

Cahaya lampu berwarna warni, design taman gantung yang kekinian banget, ditambah suasana eksotis malam hari, sudah cukup untuk membuat otak untuk menginstruksikan tangan bergerak mengambil smartphone dan lantas selfie.
Nerslicious - Nugraha Fauzi
Nggak selfie nggak happy! Foto by : SumedangOnline.com
Seperti kata Pak Sujatmoko, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sumedang;

"Nanti yang kecil kecil, seperti jembatan akan ada sentuhan art-nya yang lebih baik. Kenapa? Karena tidak hanya berfungsi sebagai arus untuk lalu lintas, tapi juga orang untuk berswa foto dan nyaman, sebagai ikon Sumedang."

Wah mantap deh! Nggak perlu ke Bandung untuk mencari spot instagrammable.
Nerslicious - Nugraha Fauzi
Taman gantung Jembatan Pasifik Sumedang di siang hari. Taken by : Asep Ao
 
Jadilah sore itu kami menghabiskan waktu untuk stay di jembatan tersebut sambi ngopi dan ngobrol kesana kemari.

Namun satu hal yang disayangkan adalah masih banyaknya warga masyarakat yang kurang sadar lingkungan. Seperti membuang sampah langsung ke sungai dibawah jembatan, atau bahkan membuang puntung rokok dan gelas plastik bekas minuman di sekitar taman gantung jembatan.
Nerslicious - Nugraha Fauzi
Pesona taman gantung jembatan pasifik di malam hari. Taken by : @vidarjatnika

Padahal disana sudah tersedia tempat sampah yang lumayan besar untuk digunakan. Sehingga walaupun nggak terlalu banyak, tapi tetap saja mengganggu pemandangan.

But anyway, nongkrong disini yang kurang cuman satu : belum ada fasilitas wifi! Maklum, kids jaman now butuhnya kan Harta - Tahta - dan Kuota! Hehe

Tapi untuk sekedar melepas penat, memanjakan mata, atau bahkan kehabisan stock foto untuk update instagram, worth it lah untuk datang kesini. Biar disebut kekinian.

Oh iya, buat teman-teman yang lagi disekitaran Sumedang, jangan lupa mampir disini ya! Dari Alun-alun Sumedang paling hanya sekitar 10 menit ke arah selatan, tepatnya di Jl. Mayor Abdurahman, Kotakulon, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. #promosi


Yuk ah ke Sumedang!

7 Jan 2018

Eksotisme Air Terjun Bertingkat Tiga Curug Cigorobog di Sumedang

Nerslicious

Selama ini, ketika mendengar nama Sumedang, hal pertama yang terlintas di fikiran adalah tahu, makanan khas Sumedang yang sekarang sudah tersebar dimana - mana. Jangankan di luar kota, di luar Pulau Jawa pun Tahu Sumedang sudah banyak yang jualan.

Atau jika bukan tahu, yang disebutkan pasti tidak jauh dari PLTA Jatigede, Tol Cisumdawu, Cadas Pangeran, Ubi Cilembu, atau Kuda Renggong.

Padahal, selain hal-hal tersebut diatas, kabupaten yang berada di sebalah utara Kabupaten Bandung ini juga mempunyai potensi wisata alam yang eksotis dan mempesona.

Selain karena sebagian besar wilayah Kabupaten Sumedang dihiasi alam pegunungan dengan iklim tropis, juga karena secara geografis letak Kabupaten Sumedang berada di wilayah yang strategis, dengan jarak ke pusat kota Bandung yang menjadi ibu kota Propinsi relatif pendek yaitu sekitar 45 Km, serta berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten bandung.

Mulai dari wisata seni budaya, wisata situs / peninggalan sejarah, wisata alam dan budaya, kuliner, dan bahkan wisata industri yang akhir-akhir ini sudah dan sedang diadakan pembangunan PLTA Jatigede dan Tol Cisumdawu.

Salah satunya yang akhir-akhir ini sedang hits dan sering dikunjungi wisatawan lokal adalah Air Terjun ( Curug ) Cigorobog. Selain karena kesejukan udaranya, eksotisme Curug Cigorobog juga menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang berkunjung.

Sehingga sangat disayangkan jika berkunjung ke Sumedang tidak melipir dulu ke Curug Cigorobog ini.
Nerslicious
Numpang eksis di curug eksotis. [dok pribadi]

Letak dan Jalan Menuju Curug Cigorobo


Berbeda dengan curug-curug lainnya yang notabene butuh perjuangan ekstra untuk mencapainya, Curug Cigorobog relatif mudah dijangkau dengan kendaraan.

Letaknya tidak lebih dari 12 Km dari pusat Kota Sumedang dan termasuk ke dalam area Desa Wisata Citengah, tepatnya di Jalan Pagar Betis Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang.


Namun walaupun begitu, lokasi curug ini jauh dari hingar bingar keramaian, karena sedikit tersembunyi dalam rimbunnya pepohonan tepat sebelum perkebunan teh Margawindu.

Untuk yang dari arah Bandung dan sekitarnya ;

Patokan utamanya adalah Jatinangor Town Square atau Universitas Padjadjaran, selanjutnya tinggal mengikuti peta diatas hingga sampai di Alun-alun Sumedang - Sukagalih - Curug Cigorobog.

Untuk yang dari arah Cirebon dan Sekitarnya ;

Patokan utamanya adalah Bundaran Alam Sari Sumedang, selanjutnya tinggal mengikuti peta diatas hingga sampai di Alun-alun Sumedang - Sukagalih - Curug Cigorobog.

Oh ya, ngomong-ngomong, Sukagalih adalah tempat dimana saya lahir - bertumbuh dan berkembang hingga sampai saat ini nulis postingan ini. Jadi biar nanti saya yang jadi tour guide nya jika teman-teman ada rencana buat numpang eksis di curug eksotis Curug Cigorobog. Just contact me, okay?


Tiket Masuk Curug Cigorobog


Karcis atau tiket masuk Curug Cigorobog sangatlah murah meriah, waktu kemarin saya berkunjung kesana, per orang hanya di tarif Rp. 5000 saja.
Nerslicious
Karcis masuk murah meriah Curug Cigorobog Sumedang. [ dok. pribadi ]

Dulu sih sebelum hits seperti sekarang ini, tiket masuknya sukarela dan bahkan terkadang gratis. Namun sejak 21 April 2017 berdasarkan hasil musyawarah tentang PADes (Pendapatan Asli Desa) Desa Citengah, mulailah diberlakukan karcis masuk standar yang besarannya Rp. 5000 belum termasuk parkir kendaraan.

Menurut penuturan si mamang karcis yang maksa pengen di foto sih seperti itu.
Nerslicious
Didedikasikan buat si mamang parkir yang saya nggak tahu namanya. Hambuh mang! [ blur.dok. pribadi ]

Untuk parkir kendaraan sendiri, roda dua di tarif Rp. 2000, dan untuk roda empat Rp. 5000. Dan ini tidak ditarif per jam ya!
Nerslicious
Gerbang masuk utama Curug Cigorobog dan tempat parkir mobil. [ dok. pribadi ]
Nerslicious
Tempat parkir motor yang lumayan luas.


Kenapa Harus ke Air Terjun (Curug) Cigorobog?


Seperti yang sudah saya katakan diatas, curug yang berada tepat sebelum perkebunan teh Margawindu ( Puncak Bogor-nya Sumedang ) ini mempunyai keunikan tersendiri yang membuatnya mampu menyihir siapa saja yang berkunjung kesana.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, lokasi ini lumayan sering dijadikan lokasi untuk pre-wedding session.
Nerslicious
Pre-wedding session di Curug Cigorobog. [dok. pribadi]

Lantas apa saja sih keunikannya?

1. Curug Cigorobog mempunyai Tiga Tingkat Curug berbeda

Seperti halnya Curug Nangga di Banyuwangi atau Air Terjun Bidadari di Sukabumi, Curug Cigorobog juga merupakan curug bertingkat dengan tiga tingkatan yang masing-masing mempunyai ketinggian yang hampir sama yaitu sekitar 10-15 meteran.
Nerslicious
Tingkat pertama Curug Cigorobog. [dok.pribadi]

Nerslicious
Tingkat kedua Curug Cigorobog. [dok.pribadi]

Nerslicious
Tingkat ketiga Curug Cigorobog. [dok. pribadi]

Perpaduan dominasi hijaunya pohon dan rerumputan pegunungan disertai dengan deru air yang saling bersahutan dapat menciptakan aroma relaksasi tersendiri bagi siapapun yang berada di sekitarnya lho!

Nggak percaya? Yuk caw sini!

2. Lokasi ditengah keasrian dan rimbunnya alam pegunungan tropis Sumedang

Curug Cigorobog berada di tengah-tengah alam asri pegunungan Margawindu yang mempunyai ketinggian 930 mdpl. Sehingga Curug Cigorobog mempunyai kesejukan yang hampir sama dengan Perkebunan Teh Lembang yang berada di Bandung.
Nerslicious
Curug Cigorobog dikelilingi rerimbunan pohon dan rerumputan hijau. [dok. pribadi]

Apalagi ketika musim penghujan tiba, tingkat kedinginan air dan kesejukan hawa di sekitar curug dapat turun beberapa derajat.

Jika seperti itu, biasanya kabut tipis hadir diatas curug yang ikut meramaikan khazanah eksotisme pemandangan di sekitar curug.

3. Fasilitas pendukung yang lumayan lengkap

Untuk menunjang kebutuhan para pengunjung, kini pihak pengelola Curug Cigorobog telah membangun beberapa fasilitas pendukung bagi para wisatawan.
Nerslicious
Warung serba ada di lokasi Curug Cigorobog merangkap mushala dan toilet di belakangnya. [dok. pribadi]

Diantaranya warung makanan, masjid, toilet, dan juga beberapa bangunan kecil yang dibangun di pepohonan sebagai tempat istirahat sambil bercengkerama menikmati keindahan curug cigorobog.

Warung makanan juga menyediakan makanan yang lumayan lengkap untuk dinikmati sebagai teman nongkrong seperti kopi, mie rebus, jagung bakar dan bahkan nasi liwet dadakan khas Cibingbin Sumedang.
Nerslicious
Bangunan kecil tempat nongkrong di Curug. [dok. pribadi]


Tips dan Saran Mengunjungi Curug Cigorobog


Pengalaman kemarin ketika saya mengunjungi Curug Cigorobog, ada beberapa tips dan juga saran ketika mengunjungi tempat wisata tersebut, diantaranya ;

1. Persiapan fisik

Walaupun sudah dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua dan juga roda empat, namun lokasi tempat parkir dan curug lumayan jauh sekitar 100 meter dengan jalan belum diaspal masih jalan tanah merah.
Nerslicious
Jalan tanah merah menuju lokasi Curug dengan panjang sekitar 100 meter. [dok. pribadi]

Selain itu, jalan antar tingkatan curug juga lumayan curam dan ekstrim. Jangan sampai niat hendak cuci mata numpang eksis, malah mendapat hal-haln yang tidak diinginkan karena kurang hati-hati atau kondisi kesehatan yang kurang prima.

2. Disarankan memakai sandal gunung

Yupz, karena jalannya masih jalan setapak berupa tanah merah, disarankan untuk memakai sandal gunung. Apalagi jika sedang musim penghujan seperti sekarang ini, jalanan jadi becek berlumpur dan licin. Belum lagi jalan curam dan ekstrim antar tingkatan curug.

Saya kemarin tidak ingat untuk bawa, jadinya sandal dilepas karena pakai sandal slop yang super licin jika dipakai di medan seperti ini. So, buat teman-teman, be prepared!
Nerslicious
Jalan antar tingkatan curug yang licin dan lumayan curam. [dok. pribadi]

3. Bawa makanan berat ataupun ringan

Sekedar untuk berjaga-jaga, karena ketersediaan makanan di warung tidak selalu stabil.

Seperti pengalaman saya kemarin, setelah puas berenang dan numpang eksis, perut langsung minta diisi. Ketika sampai di warung, si mbak-mbak warung malah bilang ;

"Jagung bakar kosong kang." Ujarnya. "Nasi liwet? Telusur saya. Kirain ada eh nyatanya juga kosong. Yaudah, seduh mie instan saja!

Nah itulah kiranya berbagai hal yang harus diperhatikan dan disiapkan sebelum mengunjungi lokasi wisata ini.

Semoga dapat membantu dan tidak mengurangi niat teman-teman untuk berkunjung ya!


Kesimpulan


Overall, curug cigorobog merupakan salah satu destinasi wisata yang worth it untuk dikunjungi. Selain karena pemandangan dan eksotisme-nya, juga karena curug ini dekat dengan tempat tinggal saya, sekitar 8 Km dari rumah tempat saya tinggal, dapat tour guide gratis ketika melancong? Kapan lagi!

Akhir kata, karena sebelumnya saya tidak dapat jagung bakar maupun nasi liwet di curug, yo wis akhirnya saya mampir ke salah satu lokasi kuliner yang ada disekitar lokasi yaitu : Cobek Ikan Saung Cibingbin.
Nerslicious
Wisata kuliner di sekitar jalan menuju Curug Cigorobog. [dok. pribadi]

Cobek Ikan khas Saung Cibingbin Sumedang

Berenang sudah, numpang eksis sudah, santap siang juga sudah. Tinggal pulang, copas foto-foto ke handphone, langsung post deh di Instagram!

Yuk ah, ke Sumedang!

4 Jan 2018

Tiba di Jakarta - Belajar Membuat Novel #1

Nerslicious

Jadi ini adalah salah satu dari perwujudan resolusi untuk lebih mendalami dunia literasi di tahun 2018.  Menulis novel.

Ya. Jadi ceritanya, sedari kuliah saya sudah punya keinginan untuk mempunyai novel sendiri. Tujuannya sih sederhana. Ingin lebih mengedukasi masyarakat tentang perawat melalui novel.

Kenapa?

Jujur, saya penikmat film-film bertema medis atau kedokteran seperti Doctor X, Team Medical Dragon : Iryu, Doctor Strangers, termasuk film korea yang begitu hits beberapa bulan ke belakanga : Descendants of The Sun.

Selain itu, saya juga penggemar berat Habiburrahman El Shirazy, Asma Nadia dan juga Andrea Hirata. Novel-novel mereka begitu membekas bagi saya. Habiburrahman dengan setting timur tengahnya, Asma Nadia dengan nuansa islami kentalnya, dan juga kecerdasan Andrea Hirata dalam menyusun diksi ilmiahnya membuat saya mengagumi karya-karya fenomenal mereka.

Pertanyaannya, bagaimana jika saya membuat novel gabungan ketiganya ditambah dengan setting profesi perawat?

Itu sih target yang muluk-muluk ya. Namun setidaknya, itulah impian saya. Membuat sebuah novel dengan mengangkat profesi perawat, bersetting seperti Habiburrahman dengan nuansa islami ala Asma Nadia ditambah kecerdasan diksi dari Andrea Hirata. Mungkinkah?

Jika tidak dicoba, siapa tahu. Ya kan?

Setelah browsing sana-sini, bertanya kesana kemari, setidaknya untuk proses awal penulisan novel ada dua tahap. Yakni tahap pra penulisan dan penyusunan kerangka novel.

Untuk tahap Pra Penulisan, disini kita harus mempunyai ide cerita dan tema cerita. Dan seperti yang saya katakan diawal, ide dan tema ceritanya yaitu tentang cinta dengan mengangkat profesi perawat, bersetting seperti Habiburrahman dengan nuansa islami ala Asma Nadia ditambah kecerdasan diksi dari Andrea Hirata. #Kebablasan

Untuk tahap Penyusunan Kerangka Novel, disini ada beberapa hal yang harus dipersiapkan atau dipelajari, diantaranya ;
  1. Karakter / Penokohan : Disini kita harus menciptakan karakter yang unik yang bisa membuat pembaca penasaran. Disebutkan juga untuk menulis secara detail mulai dari nama, jenis kelamin, ciri fisik, kepribadian, kebiasaan, hobi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan karakter tokoh dalam novel.
  2. Sudut Pandang : Bisa orang pertama, orang kedua ataupun ketiga. Disini saya menggunakan orang ketiga atau serba tahu. 
  3. Alur /Plot Cerita : Ada 3 plot dasar dalam sebuah cerita, yaitu Plot Maju, Plot Mundur, dan Plot Gabungan keduanya.
  4. Konflik dan Ending : Hidup tanpa konflik bagai sayur tanpa garam. Bisa berupa percikan kecil yang membesar lalu memuncak, atau konflik yang besar dengan penyelesaian. Namun yang pasti, hindari konflik yang dipaksakan dan buatlah senatural mungkin. Katanya.

Nah setelah menyusun kerangka novel, langkah selanjutnya adalah Proses Menulis Novel. Sebuah langkah yang pada akhirnya akan menentukan apakah akan berhenti sampai tahap ini atau lanjut ke tahap selanjutnya.

Biarlah waktu yang menjawabnya. Karena setelah novel beres ditulis, masih ada 4 tahap lagi yang meliputi tahap Drafting, Editing dan Proofreading. Masih panjang!

It easier said than done, right? Masih banyak yang harus saya pelajari. Targetnya 2019 rampung. Semoga bisa tercapai.

Dan setelah satu tahun yang lalu - tepatnya Desember 2017 - saya menyelesaikan tahap Pra Penulisan, kemarin coba-coba nulis bagian pertama. And here I go! Mohon masukan dan kritikannya ya. Masih jauh dari harapan, namun ini lah langkah pertama saya.  


Tiba di Jakarta

 
Derasnya hujan disertai dengan sambaran petir yang memekakan telinga pagi itu terus saja turun, lalu lalang orang, mobil pengantar yang datang dan pergi, belum lagi yang menjemput sanak saudara atau penumpang, serta awan hitam menghiasi kedatangan Pram pagi itu di Jakarta.

Sebuah kota metropolitan yang telah Ia tinggalkan 5 tahun lalu. Sebuah kota kenangan dimana 5 tahun lalu Ia memutuskan untuk pergi dan mengubur semua kenangan bersama Sarah, kekasihnya, yang memutuskan untuk meninggalkannya.

Masih terngiang jelas apa yang dikatakan Sarah 5 tahun yang lalu. Disebuah kedai kopi, dalam derasnya hujan dan sambaran petir seperti sekarang ini.

"Pram, aku harus pergi. Maaf, aku sudah lelah. Lebih baik kita putus."

Pram sama sekali tidak menyangka bahwa wanita yang telah bersamanya selama 3 tahun itu akan mengatakan hal tersebut tepat di hari ulang tahunnya yang ke 21 tahun. Dalam bingungnya, Ia hendak tertawa. Namun ketika melihat mata kekasih yang begitu sangat Ia sayangi, Pram sadar, bahwa apa yang dikatakannya adalah sebuah ketulusan. Bukan sebuah candaan kejutan dihari ulang tahun.

Ia menggigit bibirnya sendiri menahan tangis. Darah mengalir membasahi dagu bulatnya.

"Baiklah."

Hanya itu yang mampu dikatakannya. Ia merasa tidak perlu lagi menanyakan apapun. Petir dan hujan masih saja bersahutan. Ia masih mencoba menahan tangisnya.

"Tak seharusnya Aku cengeng begini, apalagi di hadapan gadis secantik dirimu, mari kuantar kau pulang." Ujarnya sambil tersenyum. Seolah tidak terjadi apa-apa diantara mereka dua. Tanpa menunggu jawaban, Pram langsung pergi menuju parkiran mobil sambil menyeka air matanya.

"Ah ... aku tak tahu bagaimana kabarnya sekarang." Ia berkata sendiri sambil menghembuskan nafas yang terasa begitu berat.

Hujan masih saja mengguyur Jakarta pagi itu. Pram melihat jam tangannya. 07.15 WIB. Tapi jemputannya masih belum kelihatan. Ia mengambil handphone disaku kardigan merah yang Ia kenakan. Namun belum sempat Ia menarik keluar handphone nya, teriakan suara minta tolong dari arah belakang membuat insting menolongnya berespon cepat.

Pram menghampiri arah datangnya suara tersebut. Seorang lelaki paruh baya terlihat terlentang di lantai bandara sambil memegangi dadanya. Pram bertindak cepat.

"Pak bangun pak!" Ujarnya sambil menepuk-nepuk bahu orang tersebut. Tidak ada respon sama sekali. Kemudian, dengan tangan kanan terkepal, Ia menggoyang-goyang bagian tengah lelaki tersebut.

Tetap tidak ada respon.

"Siapa anda? Apa yang anda lakukan terhadap suami saya?" Seorang wanita paruh baya yang ternyata adalah istri dari lelaki yang sedang Ia tolong mendorong Pram hingga Ia tersungkur ke lantai bandara.

Pram kembali mendekati lelaki yang sedang tidak sadar tersebut. Ia mengatakan bahwa Ia adalah seorang perawat. Si Wanita maklum dan membiarkan orang yang baru saja Ia dorong menolong suaminya.

"Lebih baik Ibu mencari satpam." Ujar Pram sambil memposisikan dua jari tangan kanannya di leher kanan pasien. Nadinya tidak teraba.

"Bismillahirrahmnirrahim ..." Pram berkata pelan dan mengambil posisi untuk bersiap melakukan resusitasi jantung paru.

Beberapa saat kemudian petugas medis bandara datang dengan membawa perlengkapan P3K dan juga tandu. Mereka menanyakan siapa Pram dan apa yang telah dilakukannya. Pram menjelaskan semuanya, termasuk kondisi lelaki paruh baya yang telah ditolongnya. Ia juga menjelaskan bahwa Ia adalah seorang Perawat Teregistrasi sambil menunjukan kartu ID sertifikasi ATCLS (Advanced trauma and Cardiac Life Support) yang didapatkannya satu tahun yang lalu.

Namun tetap saja pihak keamanan bandara ingin menahannya sampai kondisi pasien dapat diketahui dengan jelas.

"Maaf pak, kami hanya menjalankan prosedur. Silahkan ikut kami." Ujar lelaki berbadan kekar dengan seragam satpam dihadapannya. Ia terpaksa mengikuti kemauan mereka.

Sementara itu, jauh di sebelah timur Jakarta, tepatnya di Kota Sumedang, sebuah akad suci sedang berlangsung.  Sebuah akad yang akan membuka lembaran-lembaran baru kehidupan.  Sebuah akad yang menandai tanda dimulainya babak baru sebuah kehidupan.

Sang pengantin pria tampak begitu gagah dengan balutan jas hitam berdasinya. Pun dengan sang pengantin wanita yang begitu anggun dengan gaun putihnya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Anggun Nugraha binti Agus Wiraharja dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."

"Sah?"

"Saaahhh! Ujar kedua saksi diikuti dengan ucapan hamdalah dari kedua keluarga yang menyaksikan akad suci tersebut.

Pagi itu, sebuah janji suci terucap dari dua orang insan berlainan jenis dalam balutan hubungan suci bernama pernikahan. Sebuah janji sehidup semati, saling melengkapi dan percaya satu sama lain dalam membina bahtera rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Burung-burung berterbangan kesana kemari, tiupan angin juga membuat pohon-pohon disekitaran KUA melambai-lambai kian kemari. Gelak tawa dan senyum bahagia terdengar saling bersahutan di halaman depan KUA. Seolah semesta tahu bahwa dua orang insan sedang berbahagia di hari itu.

Sementara itu, Pram masih duduk di kursi kantor satpam bandara Soekarno-Hatta. Kartu identitasnya, termasuk KTP, Kartu ID ATCLS dan tentu saja pasport sedang diteliti oleh petugas keamanan.

"Jadi, anda seorang perawat?" Tanya salah seorang petugas kemanan didepannya. Wajahnya sama sekali tidak menunjukan keramahan.

Belum sempat Pram menjawab, tiba-tiba seorang wanita berjas putih khas dokter masuk ke kantor tersebut. Mata Pram dan gadis itu bertemu. Pram mengernyitkan kening. Sebuah wajah yang tidak asing baginya. Pram mencoba mengingat-ingat siapa kiranya gadis dihadapannya. Namun tetap saja Ia tidak mengingatnya.

Akhirnya Pram hanya tersenyum.

"5 tahun kau menghilang, kini malah ditahan petugas bandara, dan kau tidak menyapaku sama sekali? Kau keterlaluan Pram!" Ujar gadis berjas putih sambil menyodorkan sebuah kertas besar berisi garis dan kotak-kotak kecil kepada Pram.

"Itu hasil EKG pasien yang barusan kau tolong. Ia selamat dan sekarang sedang dibawa ke Rumah Sakit. Oh iya, istri pasien juga menitipkan kertas ini untukmu." Gadis berjas putih kembali menyodorkan secarik kertas kepada Pram.

Tanpa membalas ocehan di Gadis, Pram melihat kertas besar berisi garis dan kotakyang disodorkan kepadanya.

"Upsloping depresi ST segmen lebih dari 1 mm, pasien memegang dada ketika ditemukan, pucat berkeringat dengan bising usus meningkat bisa dipastikan pasien dalam keadaan hipoglikemia. " Ujar Pram perlahan. Pram masih memperhatikan kertas hasil pemeriksaan EKG lelaki yang tadi ditolongnya. Kembali jemarinya mengikuti gelombang garis yang ada di hadapannya.

"Iskemia Jantung."

"Ya, iskemia jantung! Wah-wah 5 tahun di Filipina ternyata ilmu mu boleh juga Pram!" Si gadis kembali menyebut nama Pram.

"Anda ...." Pram kembali mengernyitkan kening, mencoba mengingat-ingat wajah gadis dihadapannya.

"Indah? Anda Indah Estetika?" Pram baru ingat bahwa gadis dihadapannya adalah Indah, teman satu SMA waktu di Sumedang 7 tahun yang lalu.

"Walah sekarang sudah jadi dokter toh?" Pram menjabat tangan gadis dihadapannya, si gadis tersenyum lalu mengajak Pram untuk minum kopi di kantin bandara, sekalian reuni, katanya.

"Eh, jadi saya sudah bebas ini pak?"Ujar Pram kepada petugas bandara.

"Sudah Pram, saya yang tanggung jawab. Iya kan Pak?" Ujar si gadis yang bernama Indah pada petugas keamanan bandara.

Tanpa menunggu jawaban petugas keamanan, Indah meraih tangan Pram dan membawanya keluar ruangan. Tujuan mereka adalah kantin bandara. Tujuh tahun berpisah, kini dua sahabat lama kembali dipertemukan.

***

Jadi bagaimana? Siapa Sarah Anggun Nugraha? Mantan pacarnya si Pram atau siapa? Lantas, apa pula hubungan Pram dengan Indah? Saksikan kelanjutan cerita mereka hanya di bioskop-bioskop kesayangan anda! Hahaha

Biar kayak di film-film.

Judulnya saya belum tahu. Belum kepikiran juga. Tadinya mau "Livor Mortis", tapi ternyata sudah ada yang buat mbak Deasylawati P. Jadinya ya nyari lagi judul yang pas.

Menurut saya pribadi, ini terlalu mainstream ceritanya. Saya juga kurang begitu suka. Tapi apa daya, yang terlintas dipikiran tentang cinta mulu!

Yo wis rapopo, ini versi beta. Belum fix. Ditunggu komentar dan masukannya ya!

1 Jan 2018

5 Tips Menjaga Kesehatan Mata Bagi Pengguna Komputer

Nerslicious - Tips Kesehatan

Mata, sebuah indera manusia yang amat sangat berharga dan merupakan indera yang sangat berperan penting dalam kehidupan umat manusia.

Melalui mata, peradaban manusia semakin berkembang. Melalui mata pula, berbagai ilmu pengetahuan terlahir dan berbagai teknologi tercipta.

Masih melalui mata, cinta dan kasih sayang bertemu hingga melahirkan jutaan umat yang membentuk peradaban selama berabad-abad lamanya.

Dan tidak dapat dipungkiri, bahwa mata adalah sumber utama visualisasi manusia. Melalui mata, segala bentuk keindahan dunia diproses, menembus kornea, diteruskan melalui pupil hingga akhirnya sampai ke otak dan diperspsikan sehingga kita bisa mengetahui apa yang kita lihat.

"80% ingatan dan memori manusia berasal dari visualisasi mata, sisanya berasal dari indera lainnya." Begitu yang dilansir oleh All Women Stalk.

"Saat sedang bekerja di depan komputer, anda harus menggunakan prinsip 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata anda. Setiap 20 menit anda di depan layar komputer,anda harus melihat objek dengan jarak 20 menter selama 20 detik." Masih menurut All Women Stalk.

Nerslicious Tips Kesehatan
Dikejar deadline dan sibuk stalking IG mantan. Designed by Freepik

Benar memang. Seringkali, karena mungkin dikerjar deadline, target yang belum tercapai, jadwal posting, tidak bisa tidur, atau bahkan penasaran dengan instagram mantan, kita terlalu terpaku terhadap layar smartphone dan komputer. Sehingga mata mengalami fase kelelahan atau kejenuhan.

Fase tersebut terjadi karena paparan cahaya terang yang terlalu lama atau memaksakan melihat dalam cahaya redup, sehingga menyebabkan kerusakan pada retina mata dan degenerasi makula.

Jika hal tersebut terjadi, kita dapat kehilangan penglihatan sentral yang mana hal tersebut membuat hilangnya kemampuan untuk melihat benda yang ada di depan kita.

Seperti yang dilansir dari "HelloSehat", sinar smartphone ataupun laptop dewasa kini menggunakan sinar yang disebut high-energy visible light (HEV light), yang dalam definisi rumitnya dikatakan sebagai sinar dengan panjang gelombang yang pendek, sekitar 415 sampai 455 nm dan kandungan tingkat energi yang tinggi.

Dalam bahasa saya, atau sederhananya, sinar tersebut merupakan sebuah sinar alami yang terkandung dalam matahari.

Pertanyaannya, bukankah sinar matahari itu bagus untuk kesehatan?


Ya. Pada siang hari, sinar matahari bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi dan mood. Sinar matahari juga berperan dalam pengaturan ritme tidur manusia yang disebut circadian rhythm.

Namun beda halnya jika sinar tersebut numpang eksis di malam hari melalui perangkat digital. Bukan manfaat yang didapat, malah efek negatif yang akan muncul.

Ada cukup banyak penelitian yang mengungkapkan efek yang terjadi pada mata jika terlalu sering terpapar HEV light tersebut. Namun singkatnya seperti ini;

Nerslicious Tips Kesehatan
Ritme sirkadian. www.non-24pro.com

Ketika menjelang sore hari dan sinar matahari mulai meredup, sistem visual manusia mengirimkan sinyal ke inti suprachiasmatic (SCN), yaitu sebuah bagian di hipotalamus yang bertugas mengontrol ritme sirkadian.  Kemudian si SCN ini mengirimkan sinyal ke kelenjar pineal untuk meningkatkan produksi hormon melatonin dimana hormon ini berfungsi untuk meningkatkan penurunan aktivitas dan membuat kita merasa semakin mengantuk.

Lantas apa yang terjadi jika pada sore hari kita masih terpapar sinar HEV light yang numpang eksis di perangkat digital?


Tentunya si SCN ini tidak akan mendapatkan sinyal dari sistem visual (mata) yang mana jika si SCN tidak mendapatkan sinyal, hormon melatonin tidak akan bertambah. Jika tidak bertambah, maka reaksi tubuh dan ritme sirkadian akan terganggu.

Ini mungkin jawaban dari pertanyaan : Kenapa banyak generasi milenial mengalami insomnia? Ya karena terganggunya ritme sirkadian sebagai efek dari sinar HEV light yang numpang eksis di perangkat digital.

Ada sebuah penelitian yang berkaitan dengan hal ini.

Jadi dalam penelitian tersebut, semua peserta penelitian ditempatkan di ruang bawah tanah untuk beberapa bulan. Tanpa sinar matahari, tanpa jam. Pokoknya semua hal yang berkaitan dengan ritme sirkadian di netralisir. Sehingga para peserta tersebut mulai kehilangan isyarat cahaya alami dari matahari.

Hal tersebut menyebabkan mereka kehilangan pola ritme sirkadian secara bertahap dan mulai bergeser dari pola aktivitas 24 jam menjadi 25 jam.

Ketika semuanya dikembalikan ke dunia normal, dengan cahaya matahari, jam, pola tersebut ternyata tidak berubah. Sehingga jam tubuh mereka beroperasi pada pola 25 jam, bukan 24 jam seperti halnya manusia pada umumnya.

Inti dari penelitian ini adalah bahwa ;
  1. Ritme sirkadian Anda terikat dengan isyarat sinar matahari.
  2. Mengacaukan pola-pola ini dapat menyebabkan sulit tidur.
  3. Tanpa sinyal cahaya, orang cenderung untuk beroperasi pada jadwal 25 jam.
  4. Ritme sirkadian juga berdampak pada suhu tubuh, sensitivitas nyeri, kewaspadaan mental, kekuatan fisik, dan indra.

Jika seperti itu, lantas apa yang harus dilakukan untuk menjaga dan merawat kesehatan mata di jaman milenial seperti ini?


Untuk menjaga mata agar tetap sehat ditengah maraknya penggunaan smartphone dan laptop, berikut adalah 5 tips untuk menjaga kesehatan mata secara alami khususnya bagi pengguna komputer dan smartphone menurut Nerslicious.com.

1. Makan buah dan sayuran


Beberapa makanan untuk menjaga kesehatan mata diantaranya ada Alpukat yang sarat akan lutein dan mempunyai peranan penting dalam pencegahan degenerasi makula dan katarak. Selain itu blueberry juga mengandung beta-karoten, vitamin C, zat besi,kalium dan kaya akan silikon yang dapat meningkatkan sirkulasi ke mata.

Nerslicious Tips Kesehatan
Buah dan sayur untuk kesehatan mata

Brokoli dan wortel juga bagus untuk dikonsumsi mengingat keduanya dapat membantu mencegah rabuh jauh, masalah penglihatan seperti mata kering dan kebutaan malam.

Selain itu, untuk vegetarian dianjurkan untuk mengkonsumsi bayam yang kaya akan beta karoten,vitamin B6, C, dan K, asam folat, kalsium,zat besi dan juga lutein.

2. Minum air secara optimal


Munculnya lingkaran hitam dan mata sembab seringkali dialami oleh manusia, terutama kaum hawa. Hal tersebut terjadi sebagai akibat dari terjadinya penumpukan lemak dan racun. Seringkali untuk menghilangkan hal tersebut, kaum hawa banyak yang menggunakan krim mata yang dapat membuat menyamarkan mata sembab dan lelah.

Nerslicious Tips Kesehatan
Kebutuhan air manusia. http://www.h4hinitiative.com/indonesia

Namun ternyata,dengan hanya minum air secara optimal,hal tersebut bisa dihilangkan. Karena, air akan meningkatkan proses sirkulasi tubuh termasuk kebagian otak dan mata, sehingga selain dapat membantu menghilangkan mata sembab dan lingkaran hitam, juga dapat memperbaiki sirkulasi aliran darah ke mata dan membuang racun dari tubuh.

Pada umumnya, pria akan memiliki kebutuhan air lebih banyak dibandingkan dengan wanita. Kebutuhan air anak-anak juga akan lebih sedikit ketimbang orang dewasa. Orang dewasa membutuhkan setidaknya 2 -3 liter air perharinya. Sedangkan lansia cukup mengkonsumis sebanyak 1 - 1,5 liter perharinya.

3. Gunakan metode palming


Cara ini terbukti efektif untuk melancarkan sirkulasi pada mata. Caranya, gosokan telapak tangan satu sama lain sampai terasa hangat, pejamkan kedua mata untuk beberapa saat dan letakan kedua telapak tangan pada kedua mata. Latihan tersebut akan membuat syaraf-syaraf disekitar mata berdilatasi (melebar) karena adanya rangsang hangat dari kedua telapak tangan.

Hal lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan kompres hangat - jangan terlalu panas - pada kedua mata. Fungsinya sama saja, merangsang proses dilatasi syaraf dan pembuluh darah mata sehingga melancarkan sirkulasi.

Nerslicious Tips Kesehatan
Metode irisan mentimun. Google image.

Irisan mentimun juga dapat menghasilkan efek yang sama dengan rangsang hangat. Mentimun memiliki sifat astrigen yang mana berguna untuk melancarkan peredaran darah pada bagian lapisan permukaan kulit.

4. Melihat objek 20-20-20


Saat sedang bekerja di depan komputer, gunakan prinsip 20-20-20 untuk menjaga kesehatan mata. Setiap 20 menit di depan layar komputer, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek selain layar komputer - disarankan objek tersebut berwarna hijau - selama 20 detik.

Nerslicious Tips Kesehatan
Aturan 20-20-20. Medicalxpress.com

Hal ini membantu agar pupil mata tetap aktif ber-konstriksi dan berdilatasi sehingga mata tidak akan jenuh dan penglihatan tetap segar.

5. Latihan blink and close


Pertama-tama, kedipkan mata untuk beberapa kali. Bisa menggunakan hitungan senam (1 - 8). Lalu tutupkan mata. Masih dengan mata tertutup, gerakan kedua bola mata searah jarum jam dan berlawanan arah jarum jam.

Dalam fase menutup mata tersebut, iringi dengan mengambil nafas dalam perlahan, lalu keluarkan seiring dengan membuka kedua mata. Lakukan hal tersebut setidaknya 2 menit sebelum berangkat bekerja atau memandangi layar laptop.

Latihan ini berguna untuk pemanasan mata sebelum bekerja dengan paparan cahaya HEV light. Sehingga mata akan lebih siap dna optimal untuk diajak beraktivitas.

Ke lima tips menjaga kesehatan mata diatas hendaknya dilakukan secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tentu begitu banyak tips menjaga dan merawat kesehatan mata bertebaran diluaran sana, dari mulai saran pribadi berdasar pengalaman, saran dokter sampai kepada hasil-hasil penelitian terkini dan termutakhir.

Namun yang pasti, semuanya mengerucut pada satu hal. Yaitu gaya hidup. Semuanya kembali lagi kepada diri kita masing-masing.

Nerslicious Tips Kesehatan
Stop stalking and turn off the phone. Medicalxpress.com

Sebagai manusia, blogger dan juga internet user, mata merupakan suatu hal yang amat sangat berharga. Pun dengan indera dan organ-organ lainnya. Mari kita sama-sama menjaga kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik di masa kini dan mendatang.

Lebih baik mencegah daripada mengobati kan?

***

Referensi :
  • Cromie, William J, Human Biological Clock Set Back an Hour (Harvard Univ Gazette, July 15, 1999)
  • Czeisler CA, Duffy JF, Shanahan TL, et al, Stability, precision, and near-24-hour period of the human circadian pacemaker (Science. 1999 Jun 25;284(5423):2177-81)
  • Wright KP Jr, Hughes RJ, Kronauer RE, et al, Intrinsic near-24-h pacemaker period determines limits of circadian entrainment to a weak synchronizer in humans (Proc Natl Acad Sci USA Nov 20, 2001; 98(24): 14027)
  • Micic G, de Bruyn A, Lovato N et al, The endogenous circadian temperature period length (tau) in delayed sleep phase disorder compared to good sleepers (J Sleep Res. 2013 Dec;22(6):617-24)

Sumber Gambar :

26 Des 2017

Tentang Kopi Kapal Api, Rinjani dan Resolusi 2018

Nerslicious

"Rinjani yuk?" Subuh itu dihiasi dengan ajakan sahabat saya - yang entah sudah makan obat apa - tiba-tiba ngajakin naik gunung. Rinjani pula! Saya lihat jam di handphone, 03:15.

Wait, what???? Jam segini telepon Whatsapp cuman mau bilang gitu doang?

Terus terang, karena subuh itu mata dan telinga saya belum kompak akibat terlalu lelah mimpi debat sama Abu Janda, jawaban saya untuk ajakan tersebut hanya ;

"Hmmmmm". Lantas kembali dibuai mimpi.

Hari itu, Minggu 24 Desember 2017, saya bangun setengah enam pagi.

Seperti yang dilakukan generasi milenial lainnya, hal pertama yang dilakukan ketika bangun tidur itu adalah : nyari handphone! Secara karena subuh tadi digangguin makhluk salah minum obat, handphone saya ternyata ada di bawah bantal.

Mungkin karena terus berdering, jadinya saya simpan deh tuh handphone dibawah bantal. Tapi entahlah, saya nggak begitu ingat.

Biasanya, pagi-pagi begini, si Beb bakalan ngirim good morning message via Whatsapp. Biasanya. Tapi, ya kan tahu sendiri, per tanggal 1 April 2017, beliau telah resign.

Tapi seperti kata mbak Ella Fitria ; "Udah dong, jangan bahas mantan muluk!", jadi ya yo wis kita skip prahara tersebut. Move on move on!

Seperti biasa, setelah menghadap ke Yang Maha Kuasa, di hari Minggu pagi saya biasanya pergi jogging. Namun entah kenapa, kok pagi ini rasanya saya males sekali untuk jogging.

Jadinya, ya as always, ngopi! Si hitam yang mengajarkan bahwa yang pahit-pun tetap bisa dinikmati : Kopi Kapal Api.
Nerslicious
Si hitam yang mengajarkan bahwa yang pahit-pun tetap bisa dinikmati. - Unsplash

Atau jika kata mbak Gita Siwi ; "Percaya atau tidak itu terserah anda!! Bagi kami secangkir kopi dapat membuat hidup lebih menyenangkan."

Ah, kopi ya?

Bicara mengenai kopi, saya bisa dibilang salah satu penikmat kopi aliran Peneguk Kopi Instan versi Majalah Otten Coffee. Entah kenapa, mungkin karena sifatnya yang cepat, enak, murah dan praktis. Tinggal seduh, segelas kopi panas nan harum siap diseruput untuk mengawali segudang aktivitas.

Rasanya ada yang kurang jika bekerja sebelum meneguk segelas kopi. Seperti kata Bob Dylan dalam lagunya yang berjudul One More Cup of Coffee ;

One more cup of coffee for the road
One more cup of coffee 'fore I go
To the valley below

Pernah  suatu waktu ketika saya masih berada di bangku kuliah, ada seorang dosen yang jika belum ngopi, beliau tidak bisa masuk kelas. Alasannya sederhana : Kurang semangat jika belum ngopi!

Atau jika kurang familiar dengan Bob Dylan, Warkop DKI juga pernah membuat lagu mengenai kopi yang begitu akrab dengan kebiasaan orang Indonesia ;

Ngobrol di Warung Kopi
Nyentil sana dan sini
Sekedar suara rakyat kecil
Bukannya mau usil

Seperti pagi itu, ketika orang-orang memulai segala aktivitasnya, para petani yang mulai keluar rumah dan menuju sawahnya, pun dengan Bapak saya yang seorang guru SD ikut-ikutan keluar rumah.

Dengan segelas kopi ditangan kiri buatan ibunda dan smartphone ditangan kanan serta ibu jari yang tiada henti menyentuh layar, ia duduk di balkon rumah sambil sesekali menyapa mereka yang lewat depan rumah kami, ada yang hendak pergi ke sawah, ke kolam ikan, warung, atau sekedar menghirup segarnya udara di pagi hari dengan jalan-jalan di jalan gang depan rumah kami.

Sebuah pemandangan yang tidak akan didapatkan di perkotaan. Begitu natural, jauh dari hiruk pikuk dan bising kendaraan. Hanya kokok ayam dan suara sapu lidi yang digunakan untuk menyapu halaman rumah yang memonopoli suara di pagi yang cerah itu.

"Ru, batur mah geus meuli mobil deui duh." (Ru, orang lain mah sudah beli mobil lagi). Sebuah suara yang sudah akrab ditelinga saya menjadi selingan obrolan alam pagi itu.

"Heueuh duh, loba duitna nya batur." (Iya ya, banyak uangnya orang lain mah). Jawab Bapak saya yang dipanggil "Ru (Guru)", sambil menyeruput kopi hitam panasnya.

Itu jika ada tetangga yang beli mobil. Biasanya diucapkan dengan keras sambil tertawa dan ngeloyor. Hanya sentilan tanpa gosip berkepanjangan.

Beda lagi jika ada tetangga yang berantem. Biasanya diucapkan dengan pelan, serius, dan berakhir dengan gosip yang tak berkesudahan. Ya namanya juga manusia, kalau kata orang sunda : lamun teu ngomongkeun batur sapoe teh ngadadak jeding biwir.

Kaum ibu biasanya.

Saya, yang masih belum mandi, hanya tersenyum mendengar hal tersebut dan memilih untuk diam di dalam rumah, ditemani laptop dan segelas kopi kapal api yang juga buatan ibunda tercinta.

Memang, entah dari sejak kapan Ibu saya selalu otomatis membuatkan segelas kopi untuk saya jika dan hanya jika saya tidak pergi jogging di pagi hari. Seoalah itu sudah menjadi sebuah kebiasaan Beliau : membuatkan kopi untuk saya dan juga Bapak.

Padahal, dari sejak pukul 4 pagi, Ibu telah bangun untuk membereskan seisi rumah, mencuci, dan memasak untuk sarapan keluarga. Tapi masih saja menyempatkan diri untuk menambah rutinitas pagi dengan membuatkan 2 gelas kopi.

Berkali-kali saya sudah meminta Ibu untuk tidak melakukan hal tersebut, namun jawabannya sangat simpel ; "biar sekalian sama Bapak." ujarnya.

Yo wis lah, ditemani dengan segelas kopi, jadilah pagi itu saya menulis beberapa resolusi untuk tahun 2018.

Kepulan uap tipis masih saja keluar dari mulut gelas kopi yang belum saya cicipi barang satu seruputpun. Padahal, untaian kata di Microsoft Word sudah menunjukan angka 300. Stuck. Entah apalagi yang harus saya tuangkan dalam resolusi tahun depan.

Begini nih jadinya kalau planning satu tahun dirusak. Semuanya jadi berantakan. Harusnya, 2017 sudah banyak ceklis yang saya tunaikan. Namun apa daya, gagal move on! Akhirnya, untuk tahun 2018 saya stuck. Entah harus me-reset planning tahun 2017 atau mencari perubahan suasana.

Saya jadi teringat kejadian beberapa tahun kebelakang sewaktu masih menjadi mahasiswa. Jika teringat kejadian tersebut, rasanya kok saya kuliah "suka-suka gue" ya? Hehe

Waktu itu, saya sedang praktik di Rumah Sakit Jiwa Cisarua Cimahi. Saya masih ingat, tugas akhir praktik disana, kelompok saya kebagian untuk mempresentasikan sebuah makalah tentang Keperawatan Jiwa dalam sebuah seminar.

Pesertanya tentu saja, kami - dari Akper Pemkab Sumedang -, teman-teman kami yang kebetulan satu praktikan dari Akper Faletehan, dan juga para dosen serta perawat jiwa Rumah Sakit tersebut.

Sebenarnya, H-3 makalah kami sudah jadi. Tanpa sepengetahuan saya tentunya.

Maklum, saya orangnya slengean ( sifat atau karakter seseorang yang antara cuek, easy going, happy happy, gokil, kayak gak ngerasa susah hidupnya, supel cenderung gampang berbaur, termasuk ngasal, urakan, suka sembarangan, relatif kalau mikir tuh belakangan aja.)

"Kuk, makalah udah jadi?" Tanya saya pada salah seorang teman satu kelompok waktu itu. Namanya sih Siska. Tapi saya manggilnya Kuk. Entahlah, jangan tanya kenapa.

"Udah dong Upik, kemana aja sih!" Jawabnya ketus.

Hmmmm, yo wis deh. Orang slengean mah bebas. Benerkan?

Boro udah santai, eh petaka datang di H-1 seminar. Kalau nggak salah sekitar pukul 8 malam, dosen pembimbing kami, Ibu Reny Nuryanti, meminta kami untuk mengganti kasus. Saya nggak tahu persis kenapa diganti. Tapi yang jelas, dari obrolan teman-teman saya dapat menyimpulkan dua hal :

  1. Kasus yang sudah ada, terlalu biasa. Nggak menantang dan bakalan monoton.
  2. Kasus yang baru yang ditawarkan beliau kalau bisa diolah, bisa jadi masterpiece buat kelompok kami. Materinya ada dari bu Reny. Tinggal mengolah saja.

Hmmmm, yo wis deh. Malam itu diputuskan, ganti kasus. Sibuk deh tuh semua orang buat bikin kasus baru. 

Yang lagi kangen-kangenan sama pacar di panggil buat bantuin, yang lagi PDKT lagi sama mantan juga sama. Apalagi yang hanya guling-guling di kasur. Pokoknya malam itu kontrakan kami siaga 3 bencana.

Lah saya ngapain? Ngopi di balkon rumah sambil chattingan sama si "kamu". Iya si "kamu" yang resign bulan April lalu.

Kalau di fikir-fikir, kelakuan saya waktu itu bikin jijik orang. Orang lain pada sibuk, eh ini malah santai kek dipantai tanpa beban. Orang slengean mah bebas, ya kan? 

Saya tipe orang yang cuek bebek, selagi nggak ada yang minta bantuan, berarti mereka memang nggak perlu bantuan. Toh peringkat 3 besar di kelas, ada di kelompok saya. Lah saya yang kuliah slengean, mau bantuin apa coba?

Eh tapi tenang, gini-gini juga saya seorang Supersub.  Jam 9 malam sih masih pada kuat ya. Perawat kan kerjaannya bergadang. 

Yang gawat tuh dari jam 11 malam kesana. Mata udah pada 5 watt, otak udah stuck, nguap lagi nguap lagi. Satu persatu udah mulai tumbang. Saya, yang masih di balkon, akhirnya dipanggil juga. Sebut saja Meli. Dia orang yang paling sering berantem dengan saya. Secara dia penguasa peringkat kelas!

"A, bantuin ih. Mel pusing." Singkat pada dan jelas. Dia minta bantuan.

"Yuk." Jawab saya singkat. Jam dinding malam itu menunjukan pukul 00.02. 

Disnilah petaka dimulai. Materi sih oke, secara copas doang dari dosen pembimbing. Yang jadi masalah :

  1. Design presentasi. Saya termasuk orang yang perfeksionis. Saya nggak bisa kerja setengah-setengah. Apalagi mengerjakan "sisa" pekerjaan orang lain. Ini saya rombak. 
  2. Contoh kasus yang tidak relevan dengan kenyataan di lapangan. Akhirnya saya rombak.
  3. Penyampaian materi presentasi yang copas. Terus terang, saya tidak suka dengan slide presentasi yang banyak kalimatnya. Saya rombak juga.

Malam itu, terjadi perdebatan yang jika saya tidak tegas, bakalan ancur. Meli, tetap mau seperti kerangka yang sudah dia buat. Saya, nggak mau diatur-atur. Akhirnya dia nyerah. Sekarang, semuanya tergantung saya.

"Bakalan semaleman nih..." Fikir saya. 

Yo wis, tanpa banyak ba-bi-bu, saya minta dibelikan kopi kapal api satu sachet, camilan, dan juga rokok. 3 hal yang tidak bisa saya lepaskan ketika mengerjakan sesuatu. Apapun itu.

Kenapa harus kopi, camilan dan rokok? Karena;
  1. Kopi, menurut penelitian A Smith, Whitney H, Thomas M dan Brockman pada tahun 1999 yang berjudul : Effects of cafeine and noise on mood, performance and cardiovascular functioning, menunjukan bahwa kopi - pada beberapa kasus - dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walaupun tidak signifikan.
  2. Camilan, dikutip dari Live Strong, mengkonsumsi makanan mengandung protein sehat di malam hari bisa membantu tubuh membantuk otot saat tidur. Sementara camilan berkarbohidrat kompleks, akan membantu tubuh mengontrol gula darah di keeseokan harinya bahkan nafsu makan jadi lebih terkontrol. Apalagi, ditambah kopi, yang menurut penelitian Wildman pada tahun 2007 yang berjudul ; Handbook of Nutraceuticals and functional foods menunjukan bahwa kafein mampu menurunkan resiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjada sensitivitas tubuh terhadap insulin.
  3. Rokok, sebenarnya tidak ada alasan ilmiah yang dapat menjadi dasar kenapa saya merokok. Ya walaupun dalam kopi terdapat kafein yang dapat mencegah penyakit serangan jantung, namun rokok tetaplah rokok dengan sejuta bahaya yang berada dalam kandungannya. Saya sih, ya nikmat saja. Kopi tanpa rokok itu ibarat sayur tanpa garam, atau yang lebih ekstrem : ibarat saya tanpa si "kamu".

Jadilah malam tersebut, saya bergadang semaleman nggak tidur sama sekali. Pas beres, jam dinding menunjukan pukul 05.30. Camilan habis, kopi 3 gelas pun habis, rokok sisa 4 batang. Ah, gaya hidup ala-ala hacker di televisi.

Beres juga. Pagi itu, saya nggak tahu apa-apa lagi, karena begitu beres, saya langsung menuju kamar dan tidur.

Saya terbangun ketika teman-teman pada berisik diruang tamu. Setengah sadar, saya menuju ke ruang tamu.

"Ai akang kamana, orang lain seminar lah ini malah tidur, ampun." Sebuah suara datang dari belakang saya. Pas saya tengok, ternyata dosen pembimbing. Damn!

"Eh, ibu ...anu bu ..." Belum sempat nyari alasan, Bu Reny malah nepuk pundak saya sambil bilang;

"Keren kang." Katanya. Singkat padat dan jelas. 

Saya yang masih setengah sadar hanya bisa mengangguk-anggukan kepala. Dalam hati saya berkata, "Ah, berarti aman nih. Bisa tidur lagi." Yo wis, nggak perlu balik badan lagi, langsung aja ngeloyor ke kamar dan tidur lagi.

Ah andai saja waktu bisa diputar ulang.

"Cie yang lagi kasmaran ..." Sebuah suara mengagetkan saya yang lagi senyam-senyum sendiri mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu tersebut.

"Hush, anak kecil mbok kok udah tahu kasmaran, sana sana sana!" Jawab saya ketus pada keponakan saya yang baru menginjak kelas 3 SD. Bete kan kalau lagi seneng-senang ngelamun terus ada yang ganggu. 

Kopi buatan ibunda masih ada setengah gelas, ah kurang camilan ternyata. Yo wis, caw beli!
Nerslicious
Kopi dan camilan memang satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan - Arenga Indonesia

Itulah kopi, dan bagaimana kopi menemani disetiap lembaran-lembaran kehidupan diberbagai lapisan masyarakat. Khususnya Kopi Kapal Api yang selalu mempunyai cerita-cerita tersendiri di berbagai kalangan.

Bagi saya, #KapalApiPunyaCerita karena ia selalu menemani saya dalam suka dan duka.

Bagi Bapak saya, #KapalApiPunyaCerita karena ia selalu menemani dikala libur tiba sambil membaca koran dan menikmati pisang goreng buatan Ibu.

Bagi Ibu saya, #KapalApiPunyaCerita karena ia adalah media untuk menyalurkan kasih sayang kepada keluarganya, tanda cinta dan perhatian disela-sela kesibukannya mengurus bahtera rumah tangga.

Seperti yang sudah saya katakan, kopi adalah si hitam yang mengajarkan bahwa sepahit apapun rasanya, tetap bisa dinikmati.

Pun dengan kehidupan.

Bagaimana saya jatuh di bulan April, rencana yang berantakan, termasuk rencana khitbah si "kamu" pas wisuda dan sederet rencana-rencana indah lainnya yang telah saya tulis dalam rencana kehidupan saya. 
Nerslicious
Broken plan - broken heart - broken rings. Unsplash

Seperti kata Freedy Johnston dalam lagunya yang berjudul Coffee, Coffee, Coffee ;

Some men drink alcohol 
Some men drink juices from the vine 
But as for me I'm very simple 
Give me coffee every time 
Make it warm and make it sweet 
Just the way my life has been 
Give me coffee, coffee, coffee…
And let me tell you, you have found yourself a friend

Ya beberapa orang mungkin akan mabuk-mabukan dikala galau, atau kalau kebetulan yang galau penganut healthy-lifestyle mungkin akan menggantinya dengan jus. Tapi bagi saya, cukuplah kopi yang menemani.

Itulah kenapa saya suka kopi. Selain karena manfaatnya, juga karena begitu banyak filosofi yang menyertai kehadirannya.

Lah kenapa juga harus Kopi Kapal Api?

Karena selain Kopi Kapal Api Jelas Lebih Enak, Kopi Kapal Api juga telah teruji selama puluhan tahun sebagai merk kopi yang tidak lekang oleh waktu. Berikut beberapa alasan kenapa saya memilih Kopi Kapal Api sebagai teman aktivitas sehari-hari saya ;

Nerslicious
Kopi kapal api, jelas lebih enak. Seroyamart


  1. Kopi Kapal Api menggunakan biji kopi pilihan yang telah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat oleh para peracik kopi dengan pengalaman puluhan tahun. 
  2. Kopi Kapal Api diolah melalui proses Mix and Roasting yang pas, menggunakan mesin khsusus roasting, lalu disangrai pada suhu sekitar 200 derajat Celcius selama kurang lebih 15 menit sebelum melalui proses mix yang akhirnya menghasilkan biji kopi rendah kadar air dengan aroma dan cita rasa yang kuat.
  3. Setelah melalui tahap Mix and Roasting, Kopi Kapal Api juga melalui proses yang bernama Grinding and Quality Control. Disinilah biji kopi pilihan didinginkan dalam mesin khusus bersuhu sekitar 50 derajat Celcius sebelum akhirnya dimasukan ke mesin penggiling dan diproses hingga halus. 
  4. Selain ke 3 proses diatas, hal yang selalu dilakukan oleh Kopi Kapal Api adalah selalu berinovasi tiada henti. Dimulai dari versi pertama yaitu Kopi Kapal Api Special, lalu Kopi Kapal Api Special Mix, Kapal Api Mocha, Kopi Susu, Kapal Api Mantab, dan Kapal Api White Grande. Nah terakhir, ada lagi satu lagi yaitu Kapal Api Easy Drip. Berbeda dengan kemasan-kemasan sebelumnya, varian ini dikemas langsung dalam wadah drip bag. Kopi yang satu ini cocok bagi kalian yang menginginkan sensasi kopi nikmat layaknya seduhan pour over di kafe favorit. Oh iya satu lagi, Kopi Kapal Api Easy Drip ini adalah kopi instan tanpa ampas lho!
Nerslicious
Kapal Api Easy Drip. Waktunya Kapal Api

Itulah ke-4 alasan kenapa saya memilih Kopi Kapal Api daripada kopi-kopi lainnya. Sekali kapal api, tetap kapal api.

Kopi buatan Ibu masih sisa seperempat gelas, resolusi pun sudah hampir beres. Tinggal menyusun step-by-step cara mencapai resolusi tersebut. Dan inilah resolusi saya di tahun 2018 :

  1. Pastinya harus bisa move on. Dalam artian, move dari segala keburukan yang terjadi di tahun 2017. Lupakan mantan, dan cari pengganti yang bisa langsung di khitbah. Mudah-mudahan stock-nya masih ada. Itu yang pertama harus saya lakukan.
  2. Fokus di dunia literasi. Dalam artian pertama saya mempunyai buku yang harus segera di legalkan (ISBN). Kedua juga untuk literasi dalam blog, saya ada beberapa target tersendiri untuk blog ini di tahun 2018. Mungkin nanti akan saya tulis secara terpisah. Namun yang jelas, blog ini akan dan harus berkembang.
  3. Kuliah. Saya rencana kembali ke bangku kuliah di musim PMB 2018. Untuk itu, karena kuliah butuh modal yang nggak sedikit, saya juga harus bekerja extra mulai sekarang. Tepatnya mulai Januari 2018. Jadi kalau ada yang mau ngajak trip atau ada proyek apa gitu, yuk dari sekarang mumpung masih ada waktu senggang di akhir Desember. #Ngarep
  4. Memperbaiki diri. Ini yang jadi masalah saya selama 2017 kemarin. Termasuk didalamnya urusan kesehatan, spiritualitas dan juga sosialisasi.
  5. Behenti merokok. Ini yang selalu susah saya lakukan. Akibatnya, jatah nabung traveling kebabat habis akibat rokok ini. Harus bisa dan pasti bisa berhenti. Amiinn. Biar whislist traveling bisa tercicil sedikit-sedikit di tahun 2018. 
  6. Ini sih plan B jika kuliah nggak terlaksana, saya bakalan balik ke rumah sakit. Menjadi perawat yang seutuhnya. Kangen sih iya sama suasana rumah sakit, namun jika ada rezekinya, pending dulu deh ya kangennya, saya mau kuliah dulu. 

Itulah kiranya ringkasan Resolusi 2018 saya. Semoga bisa terwujud. Amiin

Kopi buatan Ibunda masih sisa seperempat gelas lagi. Biasanya inilah saat-saat dimana saya enggan cepat-cepat menghabiskannya. Kalau kata iklan susu, hingga tetes terakhir. 

"Asa ngopi wae, mandi atuh duh!" (Perasaan kok ngopi mulu ya). Sebuah suara mengagetkan saya yang sedang menikmati tetes-tetes terakhir kopi kapal api buatan Ibunda tercinta. Sebuah suara yang membuat saya menarik nafas panjang nan berat. 

Belum sempat saya menaruh gelas ke meja, makhluk yang subuh tadi salah minum obat sudah berkata lagi;

"Hayuk ka rinjani!" (Ayok, kita ke rinjani). Serunya dengan penuh semangat.

"Seriusan?" tanya saya sambil menaruh gelas ke meja dan menyalakan sebatang rokok.

Panjang lebar dia menjawab, intinya, dia ada rencana pergi ke Rinjani pertengahan tahun. Entah bulan apa, yang jelas prepare nya dari sekarang. Maklum, kendala budget dan fisik yang kurang memadai.

Akhirnya, " Yo wis, yuk!" Jawab saya singkat. Jemari tangan kembali menyentuh papan keyboard laptop Asus jadul yang berada tepat di depan saya;

7. Rinjani di pertengahan tahun 2018.
Nerslicious
Segara Anak Rinjani - Shutterstock

Ah, Rinjani. Padang savana yang memanjakan mata, Pelawangan sembalun dan danau segara anak, membuai lamunan saya di pagi nan cerah hari itu.

Ah, Rinjani. Sambil ngopi kapal api, nongkrong di segara anak, ambil selfie di padang edelweis, dan sujud syukur di puncak dengan ketinggian 3726 mdpl, kayaknya seru tuh! Caw ah!

21 Des 2017

FV Viking dan Eksotisme Pasir Putih Pangandaran

Nerslicious Traveling

"Kapal tersebut merupakan kapal pencuri ikan buronan 13 negara." Terang seorang tukang sewa perahu jukung trayek pantai timur pangandaran-pasir putih yang sedang mengendalikan laju perahu di belakang kami.

Pakaiannya mungkin compang camping, tapi semangatnya ketika menyampaikan hal tersebut begitu menggebu-gebu layaknya semangat pengantin pria membacakan bismillah tanda dimulainya ritual malam pertama.

Dengan satu kaki dinaikan ke badan perahu, tangan kanan memegang tiang penyangga dan tangan kiri berkacak pinggang, ia melanjutkan penjelasannya dengan penuh kebanggaan, "Berbulan-bulan buron, hanya Indonesia yang mampu meringkusnya lalu diledakkan atas perintah dari Menteri Susi."

Saya hanya mengangguk-angguk pelan. Bukan karena mendengar petuah si tukang sewa kapal tadi. Melainkan karena goyangan kapal yang mengiringi arus pantai. Namun dalam hati, saya kagum juga. Hebat ya Indonesia, buronan 13 negara, eh Indonesia malah bisa meringkusnya. Keren bossku!
Nerslicious Traveling
Maafkan perut sepek saya! Wkwkwkwk

Setidaknya, keren lah! Walaupun menurut BBC, kapal tersebut terdampar di pantai Pangandaran "diduga" karena kerusakan mesin. Tapi acung jempol buat Ibu Menteri Susi. Total, sejak Oktober 2014 - November 2017, 363 kapal illegal fishing telah beliau tenggelamkan.

Saya jadi membayangkan bagaimana jadinya kalau beliau menjadi Ketua KPK, pasti miskin koruptor Indonesia. Tangkap tangan - tenggelamkan!
Nerslicious Traveling
Bersenang-senanglah sebelum mantan bersenang-senang sama pacar barunya!

Selagi saya membayangkan mantan jika bisa di tenggelamkan kayak kapal illegal fishing, si tukang sewa perahu yang saya tidak tahu namanya melanjutkan kuliah umumnya lagi. "Spot snorkeling disini bagus-bagus lho. Kebetulan sekarang lagi ada promo." Mulai nih si tukang sewa perahu jukung mengeluarkan jurus-jurus mautnya buat merayu konsumen.

"Biasanya kalau mau snorkeling, on site itu bayar Rp. 40.000,-. Nah sekarang hanya Rp. 25.000,- saja. Jadi sewa kapal PP ditambah snorkeling hanya Rp. 50.000,-. Ini bukan apa-apa sih, biar kalian puas liburannya." Panjang lebar dia menjelaskan. Respon kami? Acuh tak acuh karena sibuk selfie - wefie dan live stream instagram!
Nerslicious Traveling
The world is a book and those who do not travel read only one page. – St. Augustine

Karena kuliah umumnya nggak ada yang menanggapi, nahkoda perahu lantas tancap gas ke tempat tujuan kami yaitu; pantai pasir putih yang letaknya berada disebelah utara dari pantai timur pangandaran.

Untuk menuju ke Pasir Putih, ada dua jalan yang bisa ditempuh;

  1. Bayar : menggunakan perahu jukung sewaan seharga Rp. 25.000/orang PP ( Harga weekend bisa 2 kali lipat) dengan fasilitas pelampung dan berjemur gratis. Perkiraan waktu tiba di tempat tujuan sekitar 10 menit + 5 menit kuliah umum dari nahkoda perahu, jadi totalnya sekitar 15 menit. Belum termasuk waktu tanya jawab.
  2. Gratis : berenang sambil snorkeling dengan fasilitas unlimited water source, gratis bergumul dengan ombak sepuasnya. Perkiraan waktu tiba di tempat tujuan : Tergantung takdir. Disclaimer : Dilarang menganjurkan jalan yang kedua ini pada anak usia dibawah 18 tahun, perempuan hamil dan kaum jones!

Sesuai namanya, pasirnya berwarna putih dengan batu-batuan karang yang tersebar di seantero pantai. Tapi ingat, jangan sekali-kali berani mengambil apapun termasuk pasir dan batu-batu karang dari pasir putih. Bisa kena denda!

"Oalah pak, masa batu karang satu saja nggak boleh toh?" Protes teman saya waktu kami dikasih penjelasan sama pengelola pantainya.

"Ini kan cagar alam dek, begini saja, kalau misalkan adek bawa 1 batu karang ditambah satu botol pasir, terus setiap hari ada 100 orang yang datang dan mengambil batu dan pasir sama seperti adek, bagaimana?" Tukas si Bapak pengelola yang bernama Dadang.

Ah benar juga apa kata si bapak, bisa-bisa gundul ini pantai kalau seperti itu. Hutan sih bisa reboisasi, kepala bisa pakai wig, lah pantai mau bagaimana? Satu hal yang saya pelajari, bahwa setiap perkara yang besar berawal dari hal-hal kecil dan sepele.

Misalnya si joni, padahal cuman liat Hanna Anisa, dari yang tadinya kecil mungil imut, eeh malah jadi besar berotot. Sepele kan? Cuman lihat doang!

Selain eksotisme pasir dengan hamparan batuan karang, di pasir putih pangandaran juga masih terdapat banyak kera yang berkeliaran di sekitar pantai. Awalnya kami juga agak ketakutan melihat begitu banyaknya kawanan kera yang ada disana. Apalagi ketika salah satu tas makanan kami direbut paksa mereka. Apa daya, yo wis di ikhlaskan saja. Huft!
Nerslicious Traveling
Kera Pasir Putih Pangandaran yang lagi sensi, mens kali yak?

Hal kedua yang saya pelajari dari kejadian tersebut adalah bahwa yang saling rebutan kekuasaan, tidak ubahnya seperti kawanan kera lepas yang sedang kelaparan! Tidak peduli apakah itu sanak saudara, teman atau kerabat, sekiranya bisa memuluskan jalan menuju tahta tujuan, korbankan saja!

Apa hubungannya? Entahlah, mungkin efek jengah dari maraknya pemberitaan hoax dan teknik manuver politik di negeri ini. Apalagi ini menjelang pilpres. Ah sudahlah!

Kembali lagi ke kawanan kera yang ada di pasir putih.

Jadi kata pemandu wisata kami, kalau misalkan pengunjung membawa makanan kesana, sebisa mungkin jangan di tenteng atau dimasukan ke kantung kresek. Lebih baik dititip sama penjaga yang ada di lokasi atau meminjam tas yang disediakan dilokasi dekat dengan tempat penyewaan snorkeling glass. Gratis!

Telat sih situ ngasih tahunya!

Tapi walaupun banyak kera, foto-foto atau berenang disana sangatlah aman dan nyaman. Nggak ada kera yang ikut berenang atau minta live streaming instagram.